Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui Kapabilitas Dynamic Governance aspek thinking ahead, aspek thinking, dan thinking across pada Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan di Kawasan Strategis Kabupaten (RTBL KSK) Kutai Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif dengan melakukan pengumpulan yang diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek thinking ahead menunjukkan bahwa hal yang perlu diantisipasi adalah perkembangan yang tidak terkendali pada kawasan strategis maupun kawasan disekitarnya dan juga perkembangan/perilaku negatif akibat perkembangan wilayah. Sejumlah catatan antara lain opsi strategi pengendalian rencana di atur melalui rencana kelembagaan yang mencantumkan organisasi pelaksana, dan SDM yang terlibat jadi kedua opsi strategi ini dapat menjadi bagian pengendalian RTBL.Aspek thinking again menunjukkan bahwa Dokumen KLHS tidak bisa dipahami sebagai sebuah aturan yang baku, melainkan sebagai sebuah arahan untuk memilih alternatif-alternatif pemanfaatan yang sesuai dengan kebutuhan. KLHS adalah sebuah bentuk tindakan stratejik dalam menuntun, mengarahkan, dan menjamin efek negatif terhadap lingkungan dan keberlanjutan dipertimbangkan dalam tata ruang.