Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : DHARMA EKONOMI

PERAN IT INFRASTRUCTURE LIBRARY (ITIL) BAGI DAYA SAING UKM DI INDONESIA Indra Waspada; Endah Winarti HS
DHARMA EKONOMI Vol 19, No 35 (2012)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.758 KB)

Abstract

Sekitar 90% usaha yang ada di setiap negara masuk dalam kategori Usaha kecil dan Menengah (UKM), demikian pula di Indonesia. Peran UKM yang besar bagi perekonomian nasional menyebabkannya layak untuk mendapat dukungan agar memiliki daya saing global. Salah satu faktor penting dalam peningkatan daya saing tersebut adalah melalui pemanfaatan teknologi informasi secara optimal. Pertumbuhan usaha akan diiringi dengan  perkembangan kompleksitas pengelolaan TI yang dapat berdampak negatif bagi bisnis. Best practice IT Infrastucture Library (ITIL) menjadi solusi defacto yang digunakan oleh mayoritas perusahaan dunia dalam mengefisienkan pengelolaan layanan TI. Strategi mengadopsi ITIL pada tiap perusahaan tidak pernah sama, terlebih ITIL lebih mengarah pada implementasi bagi perusahaan besar. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa dengan strategi adaptasi yang sesuai maka UKM di Indonesia dapat menerapkan dan memperoleh manfaat dari implementasi ITIL. Keywords : Teknologi Informasi, daya saing, UKM, ITIL
RELEVANSI POSTMODERNISME DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI ERA GLOBAL Endah Winarti HS; heru - susilo
DHARMA EKONOMI Vol 17, No 32 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.899 KB)

Abstract

Federic Jameson mengartikan postmodernisme adalah logika cultural yang membawa transformasi dalam suasana kebudayaan umumnya. Ia mengaitkan tahapan-tahapan modernisme dengan kapitalis monopoli, sedang postmodernisme dengan kapitalisme pasca perang dunia kedua. Menurutnya, postmodernisme muncul berdasarkan dominasi teknologi reproduksi dalam jaringan global kapitalisme multinasional kini. Dengan demikian, istilah postmodernisme dipahami sebagai segala bentuk refleksi kritis atas paradigma-paradigma modern dan atas metafisika pada umumnya.Peran utama MSDM di perusahaan multinasional tipikal adalah untuk mendukung aktivitas-aktivitas perusahaan (dan fungsi SDM lokal) di setiap pasar domestik di mana perusahaan induk berada. Fungsi MSDM mungkin lebih baik didesentralisasi. Ketika perusahaan terlibat dalam industri global dan melaksanakan strategi bisnis mendunia, kebutuhan koordinasi dan sentralisasi untuk konsistensi kebijaksanaan dan praktik SDM mendunia akan menjadi lebih penting.(Kata Kunci: Postmodernisme, Sumber Daya Manusia)Federic Jameson mengartikan postmodernisme adalah logika cultural yang membawa transformasi dalam suasana kebudayaan umumnya. Ia mengaitkan tahapan-tahapan modernisme dengan kapitalis monopoli, sedang postmodernisme dengan kapitalisme pasca perang dunia kedua. Menurutnya, postmodernisme muncul berdasarkan dominasi teknologi reproduksi dalam jaringan global kapitalisme multinasional kini. Dengan demikian, istilah postmodernisme dipahami sebagai segala bentuk refleksi kritis atas paradigma-paradigma modern dan atas metafisika pada umumnya.Peran utama MSDM di perusahaan multinasional tipikal adalah untuk mendukung aktivitas-aktivitas perusahaan (dan fungsi SDM lokal) di setiap pasar domestik di mana perusahaan induk berada. Fungsi MSDM mungkin lebih baik didesentralisasi. Ketika perusahaan terlibat dalam industri global dan melaksanakan strategi bisnis mendunia, kebutuhan koordinasi dan sentralisasi untuk konsistensi kebijaksanaan dan praktik SDM mendunia akan menjadi lebih penting.(Kata Kunci: Postmodernisme, Sumber Daya Manusia)Federic Jameson mengartikan postmodernisme adalah logika cultural yang membawa transformasi dalam suasana kebudayaan umumnya. Ia mengaitkan tahapan-tahapan modernisme dengan kapitalis monopoli, sedang postmodernisme dengan kapitalisme pasca perang dunia kedua. Menurutnya, postmodernisme muncul berdasarkan dominasi teknologi reproduksi dalam jaringan global kapitalisme multinasional kini. Dengan demikian, istilah postmodernisme dipahami sebagai segala bentuk refleksi kritis atas paradigma-paradigma modern dan atas metafisika pada umumnya.Peran utama MSDM di perusahaan multinasional tipikal adalah untuk mendukung aktivitas-aktivitas perusahaan (dan fungsi SDM lokal) di setiap pasar domestik di mana perusahaan induk berada. Fungsi MSDM mungkin lebih baik didesentralisasi. Ketika perusahaan terlibat dalam industri global dan melaksanakan strategi bisnis mendunia, kebutuhan koordinasi dan sentralisasi untuk konsistensi kebijaksanaan dan praktik SDM mendunia akan menjadi lebih penting.(Kata Kunci: Postmodernisme, Sumber Daya Manusia)Federic Jameson mengartikan postmodernisme adalah logika cultural yang membawa transformasi dalam suasana kebudayaan umumnya. Ia mengaitkan tahapan-tahapan modernisme dengan kapitalis monopoli, sedang postmodernisme dengan kapitalisme pasca perang dunia kedua. Menurutnya, postmodernisme muncul berdasarkan dominasi teknologi reproduksi dalam jaringan global kapitalisme multinasional kini. Dengan demikian, istilah postmodernisme dipahami sebagai segala bentuk refleksi kritis atas paradigma-paradigma modern dan atas metafisika pada umumnya.Peran utama MSDM di perusahaan multinasional tipikal adalah untuk mendukung aktivitas-aktivitas perusahaan (dan fungsi SDM lokal) di setiap pasar domestik di mana perusahaan induk berada. Fungsi MSDM mungkin lebih baik didesentralisasi. Ketika perusahaan terlibat dalam industri global dan melaksanakan strategi bisnis mendunia, kebutuhan koordinasi dan sentralisasi untuk konsistensi kebijaksanaan dan praktik SDM mendunia akan menjadi lebih penting.(Kata Kunci: Postmodernisme, Sumber Daya Manusia)Federic Jameson mengartikan postmodernisme adalah logika cultural yang membawa transformasi dalam suasana kebudayaan umumnya. Ia mengaitkan tahapan-tahapan modernisme dengan kapitalis monopoli, sedang postmodernisme dengan kapitalisme pasca perang dunia kedua. Menurutnya, postmodernisme muncul berdasarkan dominasi teknologi reproduksi dalam jaringan global kapitalisme multinasional kini. Dengan demikian, istilah postmodernisme dipahami sebagai segala bentuk refleksi kritis atas paradigma-paradigma modern dan atas metafisika pada umumnya.Peran utama MSDM di perusahaan multinasional tipikal adalah untuk mendukung aktivitas-aktivitas perusahaan (dan fungsi SDM lokal) di setiap pasar domestik di mana perusahaan induk berada. Fungsi MSDM mungkin lebih baik didesentralisasi. Ketika perusahaan terlibat dalam industri global dan melaksanakan strategi bisnis mendunia, kebutuhan koordinasi dan sentralisasi untuk konsistensi kebijaksanaan dan praktik SDM mendunia akan menjadi lebih penting.(Kata Kunci: Postmodernisme, Sumber Daya Manusia)Federic Jameson mengartikan postmodernisme adalah logika cultural yang membawa transformasi dalam suasana kebudayaan umumnya. Ia mengaitkan tahapan-tahapan modernisme dengan kapitalis monopoli, sedang postmodernisme dengan kapitalisme pasca perang dunia kedua. Menurutnya, postmodernisme muncul berdasarkan dominasi teknologi reproduksi dalam jaringan global kapitalisme multinasional kini. Dengan demikian, istilah postmodernisme dipahami sebagai segala bentuk refleksi kritis atas paradigma-paradigma modern dan atas metafisika pada umumnya.Peran utama MSDM di perusahaan multinasional tipikal adalah untuk mendukung aktivitas-aktivitas perusahaan (dan fungsi SDM lokal) di setiap pasar domestik di mana perusahaan induk berada. Fungsi MSDM mungkin lebih baik didesentralisasi. Ketika perusahaan terlibat dalam industri global dan melaksanakan strategi bisnis mendunia, kebutuhan koordinasi dan sentralisasi untuk konsistensi kebijaksanaan dan praktik SDM mendunia akan menjadi lebih penting.(Kata Kunci: Postmodernisme, Sumber Daya Manusia)Federic Jameson mengartikan postmodernisme adalah logika cultural yang membawa transformasi dalam suasana kebudayaan umumnya. Ia mengaitkan tahapan-tahapan modernisme dengan kapitalis monopoli, sedang postmodernisme dengan kapitalisme pasca perang dunia kedua. Menurutnya, postmodernisme muncul berdasarkan dominasi teknologi reproduksi dalam jaringan global kapitalisme multinasional kini. Dengan demikian, istilah postmodernisme dipahami sebagai segala bentuk refleksi kritis atas paradigma-paradigma modern dan atas metafisika pada umumnya.Peran utama MSDM di perusahaan multinasional tipikal adalah untuk mendukung aktivitas-aktivitas perusahaan (dan fungsi SDM lokal) di setiap pasar domestik di mana perusahaan induk berada. Fungsi MSDM mungkin lebih baik didesentralisasi. Ketika perusahaan terlibat dalam industri global dan melaksanakan strategi bisnis mendunia, kebutuhan koordinasi dan sentralisasi untuk konsistensi kebijaksanaan dan praktik SDM mendunia akan menjadi lebih penting.(Kata Kunci: Postmodernisme, Sumber Daya Manusia)Federic Jameson mengartikan postmodernisme adalah logika cultural yang membawa transformasi dalam suasana kebudayaan umumnya. Ia mengaitkan tahapan-tahapan modernisme dengan kapitalis monopoli, sedang postmodernisme dengan kapitalisme pasca perang dunia kedua. Menurutnya, postmodernisme muncul berdasarkan dominasi teknologi reproduksi dalam jaringan global kapitalisme multinasional kini. Dengan demikian, istilah postmodernisme dipahami sebagai segala bentuk refleksi kritis atas paradigma-paradigma modern dan atas metafisika pada umumnya.Peran utama MSDM di perusahaan multinasional tipikal adalah untuk mendukung aktivitas-aktivitas perusahaan (dan fungsi SDM lokal) di setiap pasar domestik di mana perusahaan induk berada. Fungsi MSDM mungkin lebih baik didesentralisasi. Ketika perusahaan terlibat dalam industri global dan melaksanakan strategi bisnis mendunia, kebutuhan koordinasi dan sentralisasi untuk konsistensi kebijaksanaan dan praktik SDM mendunia akan menjadi lebih penting.(Kata Kunci: Postmodernisme, Sumber Daya Manusia)
PERAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI MEDIASI PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN PROMOSI JABATAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR PERTANAHAN KOTA SEMARANG Dinny Aprilia Puspitasari; Endah Winarti HS; Harnoto .
DHARMA EKONOMI Vol 28, No 54 (2021)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to analyze the effect of locus of control and promotion on employee performance with organizational commitment as a mediating variable. The population of this study were all employees of the Semarang City Land Office, amounting to 99 people. The number of samples taken by all members of the population by the census method. Methods of data analysis using regression analysis and data processing using SPSS. The results of hypothesis testing show that Locus of control has a significant positive effect on organizational commitment. Promotion has a significant positive effect on organizational commitment. Organizational commitment has a significant positive effect on employee performance. Locus of control has a significant positive effect on employee performance. Promotion has a significant positive effect on employee performance. The results of the Sobel test show that organizational commitment can mediate the influence of Locus of control on employee performance. This proves organizational commitment as a mediating variable from the influence of Locus of control on employee performance. Organizational commitment can mediate the effect of promotion on employee performance. This proves organizational commitment as a mediating variable from the effect of promotion on employee performance. Keywords: Locus of control, job promotion, organizational commitment, employee performance AbstrakTujuan dari penelitian ini menganalisis pengaruh Locus of control dan promosi jabatan terhadap kinerja pegawai dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor Pertanahan Kota Semarang yang berjumlah 99 orang. Adapun jumlah sampel yang diambil seluruh anggota populasi dengan metode sensus. Metode analisis data menggunakan analisis regresi dan pengolahan data menggunakan SPSS. Hasil pengujian hipotesis menunjukan Locus of control berpengaruh positif signifikan terhadap komitmen organisasi. Promosi jabatan berpengaruh positif signifikan terhadap komitmen organisasi. Komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai. Locus of control berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai. Promosi jabatan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil uji Sobel, menunjukkan komitmen organisasi memediasi pengaruh Locus of control terhadap kinerja pegawai. Hal ini membuktikan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi dari pengaruh Locus of control terhadap kinerja pegawai. Komitmen organisasi memediasi pengaruh promosi jabatan terhadap kinerja pegawai. Hal ini membuktikan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi dari pengaruh promosi Jabatan terhadap kinerja pegawai. Kata kunci: Locus of control, promosi jabatan, komitmen organisasi, kinerja pegawai
PERAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI MEDIASI PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN PENGEMBANGAN KARIER TERHADAP KINERJA KARYAWAN POLITEKNIK BUMI AKPELNI SEMARANG Endah Winarti HS; Priyanto .; M Taufiq
DHARMA EKONOMI Vol 28, No 53 (2021)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to analyze the role job satisfaction as mediation the effect of interpersonal communication and career development on employee performance. The population in this study were 161 employees of the Polytechnic Bumi Akpelni Semarang. Sampling in this study using purposive judgment sampling method, taken 101 permanent employees. The data processing method uses SPSS. Hypothesis testing results show that interpersonal communication has a positive and significant effect on job satisfaction, so it can be interpreted that the smoother interpersonal communication, the higher job satisfaction. Career development has a positive and significant effect on job satisfaction, so it can be interpreted that the more optimal career development is, the higher it is. job satisfaction. Job satisfaction has a positive and significant effect on employee performance, so it can be interpreted that the higher the job satisfaction, the better the employee  performance. Interpersonal communication has a positive and significant effect on employee performance, so it can be interpreted that the smoother the interpersonal communication, the better the employee performance. Career development has a positive and significant effect on employee performance so it can be interpreted that the higher the career development is carried out, the better the employee performance. The results of the analysis of the mediating variables using the Sobel test, found that job satisfaction can mediate the effect of interpersonal communication on employee performance. This proves that job satisfaction is a mediating variable of the influence of interpersonal communication on employee performance. Job satisfaction can mediate the effect of career development on employee performance. This proves that job satisfaction is a mediating variable of the influence of career development on employee performance. Keywords: Interpersonal communication, career development, job satisfaction, employee performance AbstrakTujuan penelitian ini menganalisis peran kepuasan kerja sebagai mediasi pengaruh komunikasi interpersonal dan pengembangan karier terhadap kinerja karyawan. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan Politeknik Bumi Akpelni Semarang yang berjumlah 161 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Judgment Sampling, diambil 101 karyawan tetap. Metode pengolahan data menggunakan SPSS. Hasil pengujian hipotesis menunjukan komunikasi interpersonal berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja,sehingga dapat diinterpretasikan semakin lancar komunikasi interpersonal maka semakin tinggi kepuasan kerja. Pengembangan karir berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja, sehingga dapat diinterpretasikan semakin optimal pengembangan karier maka semakin tinggi kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, sehingga dapat diinterpretasikan semakin tinggi kepuasan kerja maka semakin baik kinerja karyawan. Komunikasi interpersonal berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, sehingga dapat diinterpretasikan semakin lancar komunikasi interpersonal maka semakin baik kinerja karyawan. Pengembangan karier berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan sehingga dapat diinterpretasikan semakin tinggi pengembangan karier yang dilakukan maka semakin baik kinerja karyawan. Hasil analisis variabel mediasi dengan menggunakan uji Sobel, menemukan kepuasan kerja dapat memediasi pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kinerja karyawan. Hal ini membuktikan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dari pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kinerja karyawan. Kepuasan kerja dapat memediasi pengaruh pengembangan karier terhadap kinerja karyawan. Hal ini membuktikan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dari pengaruh pengembangan karier terhadap kinerja karyawan. Kata kunci: Komunikasi interpersonal, pengembangan karier, kepuasan kerja, kinerja karyawan