Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control

Rancang Bangun Penstabil Tegangan Pada Pembangkit Termoelektrik Skala Pico Berbasis Boost Converter Fajria, Ailin Rohmatul; Priyanto, Budhi; Pakaya, Ilham; Zulfatman, Zulfatman
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol 2, No 2, May-2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.459 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v2i2.181

Abstract

Kurangnya pemanfaatan modul termoelektrik sebagai pembangkit listrik di masyarakat sering diakibatkan energi yang dihasilkan cenderung tidak stabil.  Sehingga diperlukan sebuah rangkaian penstabil tegangan yang dapat menaik dan menurunkan tegangan menjadi tegangan tertentu. Tujuan proyek ini adalah merancang sebuah rangkaian penstabil tegangan DC skala pico berbasis boost converter. Pengujian dilakukan dengan 3 tahap, yaitu pengujian rangkaian penstabil menggunakan sumber adaptor yang mempunyai tegangan masukan 3-9 V, pengujian kinerja pembangkit termoelektrik pada beberapa ∆T tertentu dan pengujian rangkaian penstabil menggunakan sumber termoelektrik dengan ∆T yang sama dengan pengujian sebelumnya. Hasil pengujian pertama, saat diberikan tegangan masukan 3 hingga 9 V maka menghasilkan tegangan keluaran 5,07 hingga 5,08 V sehingga memiliki persentase ketepatan 98,55% terhadap tegangan 5 V yang diharapkan. Pada pengujian kedua, yaitu saat ∆T bernilai 30, 50 dan 70 °C  menghasilkan tegangan keluaran 2,5, 3,04 dan 3,39 V. Sementara pada pengujian ketiga dengan ∆T yang sama menghasilkan tegangan keluaran 5,08 hingga 5,09 V. Namun, saat ∆T bernilai 12 °C mengeluarkan tegangan 0,8 hingga 0,9 V baik pada pengujian kedua maupun ketiga, hal ini disebabkan tidak memenuhi tegangan kerja sistem penstabil yaitu 2 hingga 24 V. Hubungan antara ∆T terhadap Tegangan Keluaran (V), Arus (I) dan Daya (P) yang dihasilkan memiliki nilai R positif 0,76 hingga 1, yang berarti adanya hubungan berbanding lurus. Sehingga, semakin besar nilai ∆T maka akan berdampak pula pada semakin besarnya nilai V, I dan P yang dapat menjadi indikator kualitas pembangkit termoelektrik yang sedang diuji.
Monitoring Fuel Oil Based Radio Frequency Identification (RFID) Client Septiantono, Dezar; Zulfatman, Zulfatman; Priyanto, Budhi
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol 3, No 2, May-2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.707 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v3i2.583

Abstract

Motorcycles are a means of transportation which plays an important role in peoples lives. One of the existing problems on the motorcycle is the indicator system or often called by speedometer, an indicator system showing the value of the volume of fuel oil. In fact, the sensor unit used by the indicator is not a volume sensor but the surface of the fuel sensor in the form of mechanical potentiometers. This equipment irregularly measures oil tank so that the mathematical approach to formulate the relationship between surface height and gasoline volume will be difficult. Therefore, to interpret the data manipulation done by comparison method is the method of comparison experiment and calculation. This method is applied in this research due its more superior accuracy and efficiency. This research designs hardware for monitoring fuel oil based on Radio Frequency Identification (RFID) using AT mega 328 as main controller and LCD to display driver’s identity sent by General Packet Radio Service (GPRS). The sensor used is a buoy sensor, measuring the fuel volume between 0.20 liters to 9.55 liters. It is known that the comparative method has an average rate of 16.1%, in measuring the fuel volume between 0.20 liters to 3.68 liters. It is known that the comparative method has an average rate of 17.9%. On measuring the fuel volume between 0.20 liters to 3.43 liters, the comparative method having an average rate of 7.2% is employed. Based on the test results, the best comparison method in comparison with the interpolation method with the average rate of smallest 7.2% is determined. 
Rancang Bangun Penstabil Tegangan Pada Pembangkit Termoelektrik Skala Pico Berbasis Boost Converter Ailin Rohmatul Fajria; Budhi Priyanto; Ilham Pakaya; Zulfatman Zulfatman
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol 2, No 2, May-2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kinetik.v2i2.181

Abstract

Kurangnya pemanfaatan modul termoelektrik sebagai pembangkit listrik di masyarakat sering diakibatkan energi yang dihasilkan cenderung tidak stabil.  Sehingga diperlukan sebuah rangkaian penstabil tegangan yang dapat menaik dan menurunkan tegangan menjadi tegangan tertentu. Tujuan proyek ini adalah merancang sebuah rangkaian penstabil tegangan DC skala pico berbasis boost converter. Pengujian dilakukan dengan 3 tahap, yaitu pengujian rangkaian penstabil menggunakan sumber adaptor yang mempunyai tegangan masukan 3-9 V, pengujian kinerja pembangkit termoelektrik pada beberapa ∆T tertentu dan pengujian rangkaian penstabil menggunakan sumber termoelektrik dengan ∆T yang sama dengan pengujian sebelumnya. Hasil pengujian pertama, saat diberikan tegangan masukan 3 hingga 9 V maka menghasilkan tegangan keluaran 5,07 hingga 5,08 V sehingga memiliki persentase ketepatan 98,55% terhadap tegangan 5 V yang diharapkan. Pada pengujian kedua, yaitu saat ∆T bernilai 30, 50 dan 70 °C  menghasilkan tegangan keluaran 2,5, 3,04 dan 3,39 V. Sementara pada pengujian ketiga dengan ∆T yang sama menghasilkan tegangan keluaran 5,08 hingga 5,09 V. Namun, saat ∆T bernilai 12 °C mengeluarkan tegangan 0,8 hingga 0,9 V baik pada pengujian kedua maupun ketiga, hal ini disebabkan tidak memenuhi tegangan kerja sistem penstabil yaitu 2 hingga 24 V. Hubungan antara ∆T terhadap Tegangan Keluaran (V), Arus (I) dan Daya (P) yang dihasilkan memiliki nilai R positif 0,76 hingga 1, yang berarti adanya hubungan berbanding lurus. Sehingga, semakin besar nilai ∆T maka akan berdampak pula pada semakin besarnya nilai V, I dan P yang dapat menjadi indikator kualitas pembangkit termoelektrik yang sedang diuji.
Monitoring Fuel Oil Based Radio Frequency Identification (RFID) Client Dezar Septiantono; Zulfatman Zulfatman; Budhi Priyanto
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol 3, No 2, May-2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.707 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v3i2.583

Abstract

Motorcycles are a means of transportation which plays an important role in people's lives. One of the existing problems on the motorcycle is the indicator system or often called by speedometer, an indicator system showing the value of the volume of fuel oil. In fact, the sensor unit used by the indicator is not a volume sensor but the surface of the fuel sensor in the form of mechanical potentiometers. This equipment irregularly measures oil tank so that the mathematical approach to formulate the relationship between surface height and gasoline volume will be difficult. Therefore, to interpret the data manipulation done by comparison method is the method of comparison experiment and calculation. This method is applied in this research due its more superior accuracy and efficiency. This research designs hardware for monitoring fuel oil based on Radio Frequency Identification (RFID) using AT mega 328 as main controller and LCD to display driver’s identity sent by General Packet Radio Service (GPRS). The sensor used is a buoy sensor, measuring the fuel volume between 0.20 liters to 9.55 liters. It is known that the comparative method has an average rate of 16.1%, in measuring the fuel volume between 0.20 liters to 3.68 liters. It is known that the comparative method has an average rate of 17.9%. On measuring the fuel volume between 0.20 liters to 3.43 liters, the comparative method having an average rate of 7.2% is employed. Based on the test results, the best comparison method in comparison with the interpolation method with the average rate of smallest 7.2% is determined.