Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Transformation of Mandalika

KATA GANTI PENUNJUK DAN KATA GANTI ORANG DALAM BAHASA SASAK Muhamad Sarifuddin
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 2 No. 6 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v2i6.1083

Abstract

Bahasa Sasak adalah bahasanya masyarakat suku Sasak yang mendiami pulau Lombok. Bahasa Sasak lebih dikenal dengan sebutan "Basa Sasak " (selanjutnya disebut Basę Sasak ). Basę Sasak terdiri dari 3 tataran bahasa yaitu Basę Alusutame, Basę Alus dan Basę Jamaq. Dalan deskripsi kali ini, penulis akan mendeskripsikan tentang kata ganti Penunjuk (demonstrative pronoun) dan kata ganti orang (personal pronoun) yang ada pada bahasa Sasak. Kata ganti penunjuk dan kata ganti orang yang akan dipaparkan pada deskripsi kali ini adalah kata ganti yang ada pada Basę Sasak yang dipakai oleh masyarakat baik dalam Basę Sasak Jamag dan Basę Sasak Alus. Sistim kata ganti orang pada Basę Sasak tidak mengenal yang namanya perbedaan gender untuk semua kata ganti dalam Basę Sasak . Hal ini berlaku baik dalam Basę Sasak Alus maupun Basę Sasak Biasa. Ada beberapa kata ganti penunjuk dan kata ganti orang yang penulis temukan dan paparkan dala tulisan ini yaitu Nię, Niki, Nike, Deriki, Ni, No/ti‌‌ə, NƐtƐ, Noto, Tiang, Pelinggih/Plungguh. Antara sistim kata ganti Penunjuk dan sistim kata ganti orang dalam bahasa Sasak baik bahasa Sasak Alus maupun Basę Sasak Biasa. Sistim kata ganti dalam Basę Sasak tidak mengenal pembedaan Gender dan dalam pemakaian kata penunjuk tertentu dalam Basę Sasak biasa, mempunyai speifikasi yang khusus yang biasa dipakai oleh masyarakat Sasak dalam melakukan interaksi sosialnnya.
Kompleksitas Otak Manusia Serta Peranannya Terhadap Kemampuan Berbahasa Muhamad Sarifuddin
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 4 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v4i2.1289

Abstract

Pengkajian tentang otak manusia serta kaitannya dengan bahasa sudah lama menjadi obyek penelitian. Penelitian dan penjelajahan ke otak manusia dengan mengalamai kemajuan dan berkembang dengan dikembangkannya metode-metode berteknologi tinggi. Dengan melode-melode semacam itu, pengetahuan kita tentang otak dan fungsinya telah meningkat dengan cepat. tapi scbenarnya kita masih ada pada tahap primitif pengetahuan ilmiah. dekade-dekade milenium yang akan datang pasti akan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan dikembangkannva motode-metode berteknologi baru untuk menyelidiki bahasa dan otak dengan lebih tepat. Otak pada manusia pad umumnya dibagi menjadi 2 bagian yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Otak kiri manusia atau hemisfer kiri merupakan ranah atau domain otak manusia yang berfungsi sebagai tempar pemusatan atau area yang berberfungsi sebagai pengatur dan pengontrol kemampuan berbahasa bagi manusia. Otak kiri tampak terlibat di tengah-tengah bahasa isyarat, sebagaimana dengan non-signer. Otak kanan juga terlibat secara rumit namun dalam cara-cara yang berbeda dengan non signer (untuk pengguna bahasa isyarat). Kajian kajian tengtang bahasa Otak masih terus berkembang samapai saat ini dan mengalami perkembangan dan kemajuan yang signifikan Namun, terkadang muncul temuan-temuan tidak konsisten, fakta bahwa kesulitan-kesulitan otak kanan terlibat dalam banyak studi mengungkapkan kemungkinan jelas bahwa bahasa kedua kadang-kadang terletak di otak kanan dan kadang-kadang bukan. Mungkin ada variabel-variabel yang menentukan letak hemisferik namun belum teridentifikasi. Satu faktor mungkin adalah usia dimana bahasa kedua dipelajari dan tentunya pertumbunhan dan kehidupan dari manusia itu yang merupakan sesuatu yang unik dari manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.