Mariyana Mariyana
Akademi Kebidanan Bunga Kalimantan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Midwifery and Reproduction

ASPEK PENGETAHUAN TERHADAP RENDAHNYA PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM PASCA BERSALIN DIBIDAN PRAKTIK MANDIRI NOOR ASIAH, Am.Keb Mariyana Mariyana
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.757 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v1i2.197

Abstract

Program keluarga berencana ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga serta masyarakat pada umumnya.Dengan pelaksanaan keluarga berencana, diusahakan agar angka kelahiran dapat diturunkan, sehingga tingkat kecepatan perkembangan penduduk tidak melebihi kemampuan kenaikan produksi, dan dengan demikian diharapkan dapat ditingkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan rakyat.Banyak pilihan metode kontrasepsi yang tersedia saat ini bagi individu yang ingin mengikuti program keluarga berencana.Semua metode kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.Adapun jenis alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh yang ingin mengikuti program keluarga berencana adalah kondom, pil KB, suntik KB, implant/susuk KB, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu pasca bersalin tentang alat kontrasepsi dalam rahim di Bidan Praktik Mandiri Noor Asiah Banjarmasin Utara. Penelitian ini menggunakan deskriptif, teknik pengambilan sampel dengan total populasi sampel yaitu sebanyak 30 reaponden,Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dibagikan kepda semua responden untuk mengisinya. Data diolah menggunakan table distribusi frekuensiuntuk kemudian diinterprestasikan. Hasil penelitian didapatkan bahwa gambaran pengetahuan ibu pasca bersalin tentang alat kontrasepsi dalam rahim sebagian dari keseluruhan adalah kurang yaitu sebayak 18 orang (60 %). Pengetahuan keseluruhan cukup sebanyak 8 orang (26,67%). Pengetahuan keseluruhan baik sebanyak 4 orang (13,33%). Diharapkan dengan penelitian ini dukungan dan peran serta aktif masyarakat sangat diharapkan guna memaksimalkan upaya peningkatan pengetahuan dalam rangka perubahan.Kepada tenaga kesehatan diharapkan untuk lebih memaksimalkan perannya dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan pada ibu pasca bersalin termasuk dalam memberikan bimbingan kepada ibu tentang alat kontrasepsi dalam rahim.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN RENCANA MEMILIH TENAGA PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PELAMBUAN BANJARMASIN TAHUN 2016 Mariyana Mariyana
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.955 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v1i1.104

Abstract

Laporan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan pada 2015, cakupan persalinan tenaga kesehatan di Indonesia yang masih sekitar 76% berarti terdapat kelahiran dari non-petugas kesehatan (penyembuh desa), sedangkan laporan puskesmas pelambuan Banjarmasin 2015, 537 ibu hamil dari sasaran ada rencana bantuan persalinan oleh petugas kesehatan untuk memilih sebanyak 483 orang (89,9%) dan kelahiran tidak dibantu petugas kesehatan sebanyak 54 (10,0%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan hamil dengan rencana memilih pusat penyampaian tenaga tambahan di wilayah kerja 2016 pelambuan banjarmasin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif untuk mendekati data responden dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menemukan bahwa 56 responden (100%) yang memilih persalinan oleh petugas penyelamat tenaga kerja adalah 39 responden (69,6%) dan Tenaga Kerja Non Nakes sebanyak 17 responden (30,3%). Kesimpulan Penelitian Mengenai Wanita Hamil Besar Dalam Pengiriman Daya Dengan Memilih Sebanyak petugas kesehatan (69,6%) Pilih Pembantu Pengiriman Pengetahuan Diri oleh petugas kesehatan (50%).