Dwi Saryanti
Prodi D3 Farmasi STIKES Nasional

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Smart Medical Journal

FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN TABLET EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) SECARA GRANULASI BASAH Ira nur fadhilah; Dwi Saryanti
Smart Medical Journal Vol 2, No 1 (2019): Smart Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.382 KB) | DOI: 10.13057/smj.v2i1.29676

Abstract

Bitter melon fruit is one type of medicinal plant used by the community. Charantin is one of the efficacious compounds contained in bitter melon fruit and can be used to reduce glucose levels in the blood. Tablets have advantage that are easy to consume and exactly the size, so in this study bitter melon is made from tablet preparations. The purpose of this study was to determine the concentration of gelatin binder which can produce tablets of bitter fruit extract (Momordica charantia L.) with good physical quality, and to determine the effect of gelatin as a binder on the physical stability test of bitter melon extract tablets (Momordica charantia L.) making bitter melon extract tablets is by wet granulation method, because the active ingredient of bitter melon fruit is not resistant to warming above 600C. Formulation tablets of bitter melon extract (Momordica charantia L.) with gelatin binder at a concentration of 5%, 7.5%, 10% able to produce tablets that meet the requirements of tablet physical examination for 28 days. Gelatin binding concentration has an effect on the physical properties of tablets, the best concentration of gelatin binder is formula III with 10% gelatin concentration. The higher the concentration of the binding material, the higher the hardness, and fragility decreases.Keywords: Bitter Melon Extract (Momordica charantia L.), Gelatin binder, Wet Granulation.
Formulasi Transdermal Patch Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya L.) dengan Basis Hydroxypropil Metilcellulose (HPMC) Viqi Kurnia Wardani; Dwi Saryanti
Smart Medical Journal Vol 4, No 1 (2021): Smart Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v4i1.43613

Abstract

Pendahuluan: Biji pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid yang bersifat sebagai antioksidan.Ekstrak etanol biji pepaya diformulasikan menjadi transdermal patch untuk menghindari first pass effectdan menjaga bioavailabilitas obat dalam plasma selain itu flavonoid memiliki kelarutan yang rendah sehingga dibuatlah transdermal patch untuk meningkatkan biavailabilitasnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi HPMC yang dapat menghasilkan stabilitas fisik yang baik serta memiliki pengaruh pengaruh konsentrasi HPMC pada stabilitas fisik transdermal patch. Metode: Biji pepaya diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 95%. Ekstrak biji pepaya dibuat sediaan transdermal patch menggunakan polimer HPMC dengan konsentrasi 1%, 2%, 3%.Sediaan patch yang diperoleh dilakukan pengujian termasuk organoleptis, keseragaman bobot, kekeringan, ketebalan, daya serap, ketahanan lipat, dan pH. Hasil dan Kesimpulan: Berdasarkan penelitian formulasi ekstrak biji pepaya pada sediaan transdermal patch menunjukkan bahwa penambahan HPMC memiliki pengaruh meningkatkan bobot, ketebalan, ketahanan lipat, dan daya serap kelembagaan. Transdermal patch dengan konsentrasi HPMC 1% memiliki struktur fisik yang lebih baik dibanding formula lain dengan bobot bercak kurang lebih 0,27 g, ketebalan bercak 0,01 mm, pengeringan 0% dan daya serap 12,01%. Kata kunci: Biji Pepaya, HPMC, Transdermal Patch. ABSTRAK Introduksi: Biji pepaya mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, yang merupakan antioksidan.Ekstrak etanolik pepaya (Carica papaya L.) diformulasikan menjadi patch transdermal untuk menghindari efek pass pertama dan pengawasan biji hayati obat dalam plasma selain itu flavonoid memiliki kelarutan yang rendah sehingga dibuat patch transdermal untuk meningkatkan bioavailabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi HPMC yang dapat menghasilkan gangguan fisik yang baik, serta melihat alarm alarm pada patch transdermal. Metode: Biji pepaya diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95%. Pengujian yang dilakukan antara organoleptik lain, keseragaman bobot, kekeringan, ketebalan, ketahanan tahan, ketahanan lipat dan pH. Itu dibuat menjadi patch transdermal dengan polimer HPMC 1%, 2%, 3%.Hasil dan Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan HPMC berdampak pada peningkatan bobot, ketebalan, daya tahan lipat, dan daya serap. Menambal transdermal dengan konsentrasi HPMC 1%