Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal KALAM

Radikalisme Negara dan Kekuasaan Perspektif Politik Global Ritaudin, M. Sidi
KALAM Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v8i2.302

Abstract

Meskipun tragedi kemanusiaan yang berbasis terorisme bersifat domistik regional, tetapi sebab musababnya, setelah dilakukan penelusuran secara kritis dan tajam serta mendalam oleh para ahli, adalah dimensi politik global. Ini bukan asumsi tetapi fakta dan realita. Sebut saja misalnya tragedi WTC di Amerika serikat 11 September 2001, yang berbuntut pada pembumihangusan Irak, pembantaian dan pembunuhan secara keji di Palestina. Dan saat ini terjadi pembumihangusan Irak jilid dua dengan peristiwa ISIS, tragedi kemanusiaan di Ukraina dan Somalia. Sebahagian pemerhati Islam dan Timur Tengah menengarai bahwa motif gerakan radikalisme merupakan antitesa dari keserakahan politik, ekonomi, kekuasaan dan keangkuhan peradaban. Paradoksal radikalisme Islam dengan para aktivis pengusung ide sekularisme, pluralisme, dan liberalisme agama sudah berlangsung cukup lama dan tiada berkesudahan, menarik untuk didiskusikan.
MENGENAL FILSAFAT DAN KARAKTERISTIKNYA Ritaudin, M. Sidi
KALAM Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i1.324

Abstract

Filsafat sering dipandang sebagai suatu ilmu yang sulit difahami. Hal ini dapat dimaklumi karena dari semua cabang ilmu pengetahuan, bidang filsafat adalah bidang yang paling sulit karena ia menggunakan terma yang abstrak. Meskipun demikian, ilmu filsafat adalah ilmu tentang kebijaksanaan. Dengan mempelajarinya manusia akan mampu menjalani kehidupan secara lebih terarah dan bermakna. Mengenal filsafat dengan karakteristiknya, mulai dari asal usul, definisi, objek, susunan, tujuan, fungsi dan kegunaanmya dapat membantu para pencintanya untuk memahami essensi kehidupan.
DĀR AL-HARB DAN DĀR AL-ISLĀM: Dwipolar Politik Islam Ritaudin, M. Sidi
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.333

Abstract

Artikel ini mengulas masalah Da>r al-harb vis a vis Dar al-Isla>m, suatu isu yang biasanya melekat dalam setiap gerakan terorisme. Pada tingkat aksi, sekelompok pemikir Islam yang menganut Paradigma Dwipolar menjadikan doktrin tersebut sebagai dasar dalam menggalang semangat jihad (perang suci) ke tengah-tengah masyarakat Muslim. Dalam pandangan mereka, konsep Da>r Al-Harb dan Da>r Al-Isla>m merupakan doktrin politik Islam yang amat penting sekaligus menjadi jiwa bagi setiap kegiatan jihad. Masalahnya sekarang adalah apakah konsep tersebut masih relevan dengan kondisi peta politik masa kini di mana interaksi umat manusia di gelanggang Internasional telah sedemikian intens dan manusia secara berangsur-angsur terlebur menjadi masyarakat yang plural.
REKONSTRUKSI POLITIK EGALITARIANISME BANGSA PERSPEKTIF MODEL NEGARA MADINAH Ritaudin, M. Sidi
KALAM Vol 6 No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v6i1.399

Abstract

Hingga saat ini kondisi perpolitikan bangsa belum bisa menampilkan bentuk yang harmonis antara pemerintah dan rakyat. Meskipun pasca revormasi pemerintah tidak lagi mengkooptasi kekuasaan dan mengontrol partisipasi rakyat, namun euphoria demokrasi belum mampu menjamin keadilan dan kesejahteraan rakyat. Hal itu lebih dikarenakan bangsa ini belum mampu mengembangkan tatanan politik yang egalitarianistis. Tulisan ini menelaah sistem pemerintahan Negara Madinah yang dipimpin Nabi Saw., sebagai model untuk memasuki pentas politik yang demokratis dan egaliter di Indonesia. Praktik politik di Negara Madinah, merupakan model pembangunan politik egalitarianisme yang sangat kondusif bagi program pemanusiaan manusia dalam Negara dan pemerintahan. Tatanan politik yang egalitarian kala itu mencerminkan idealisme politik Islam yang didasarkan kepada prinsip-prinsip dasar politik Islam yaitu: al-‘adl, al-musa>wa>h, dan syu>ra>. Prinsip kesetaraan atau persamaan sesama manusia di depan hukum dan peradilan yang diterapkan oleh nabi terbukti memberikan dampak sosial-politik yang signifikan bagi upaya penegakan hukum. Penerapan prinsip-prinsip ini di Indonesia sama sekali tidak akan mengancam kesatuan nasional Indonesia. Bahkan sebaliknya, ia justru akan memberikan nilai positif dan kondusif bagi tercapainya cita-cita politik nasional.