Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Tadbir Muwahhid

PEMBIASAAN SPIRITUAL UNTUK MENINGKATKAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Zahra Khusnul Lathifah; Radif Khotamir Rusli
TADBIR MUWAHHID Vol. 3 No. 1 (2019): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v3i1.1649

Abstract

Program pemerintah dalam penguatan pendidikan karakter melalui sekolah, perlu didukung sepenuhnya dengan upaya-upaya positif baik oleh masyarakat maupun institusi pendidikan sebagai lembaga legal yang menaungi proses pendidikan dan pembelajaran secara menyeluruh. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan pembiasaan spiritual terhadap pengembangan pendidikan karakter peserta didik ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Cicurug Kabupaten Bogor. Dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif melalui pendekatan naturalistik, latar penelitian diambil dengan kondisi yang sesungguhnya (natural setting). Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan mengobservasi subyek dan obyek penelitian, melakukan wawancara serta mengambil beberapa dokumentasi yang diperlukan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa program pembiasaan spiritual yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Cicurug melalui serangkaian kegiatan seperti; taushiah, pembacaan do’a sebelum pembelajaran dimulai di kelas, pembacaan/hafalan surat-surat pendek, pembiasaan 3S (Senyum, Sapa, Salam), pelaksanaan sholat Dzuhur berjama’ah, penjadwalan sholat Dhuha dan kegiatan infaq, dapat meningkatkan tingkat mutu pelaksanaan pendidikan karakter pada peserta didik di sekolah ini. Beberapa poin yang dapat dirangkum sebagai hasil penelitian ini, adalah: 1) pembiasaan spiritual di SD Negeri 3 Cicurug dilaksanakan melalui serangkaian program yang diintegrasikan ke dalam proses pendidikan dalam keseharian peserta didik di sekolah, 2) dengan metode pembiasaan, peserta didik melaksanakan seluruh kegiatan keagamaan dengan rasa sukarela tanpa keterpaksaan, 3) pembiasaan spiritual merupakan pembelajaran secara langsung (experiential-learning), 4) metode pembiasaan terbukti menjadi metode yang efektif jika dibandingkan dengan beberapa metode lain dalam mengajarkan nilai-nilai keagamaan terhadap peserta didik, 5) pembiasaan spiritual juga dapat membantu peserta didik dan guru dalam mengembangkan sikap terpuji, religius, jujur, mandiri, bertanggungjawab, disiplin, bersikap toleran, mencintai kedamaian dan memiliki sifat peduli sosial.
Konsep Manusia Dalam Epistemologi Kepemimpinan Radif Khotamir Rusli; Hasbi Indra
TADBIR MUWAHHID Vol. 4 No. 2 (2020): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v4i2.3084

Abstract

Menjadi pemimpin adalah satu satu fungsi eksistensi manusia di muka bumi ini, walaupun secara biologis, naluriah manusia bukanlah makhluk yang jauh berbeda dengan hewan yang hidup berkembang biak selayaknya mamalia yang mengandung, melahirkan, dan menyusui. Namun demikian, dalam sekelompok spesies tertentu seperti kera misalnya, memiliki ketua atau pimpinan yang dipatuhi oleh kelompoknya. Bahkan, kerumunan semut atau lebah akan senantiasa tunduk patuh terhadap ratu-nya untuk tetap mempertahankan keberlangsungan hidup koloninya. Tidak berbeda dengan manusia, tentunya sejak diciptakan Adam sebagai manusia pertama, Allah SWT telah membekali manusia dengan kapasitas tertentu sebagai suatu sistem keberlangsungan hidup manusia sehingga manusia terjaga dan lestari walaupun telah terjadi berbagai tragedi di dalam sejarah, jika dibandingkan dengan zaman prasejarah, dinosaurus telah punah ditelan masa. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan konsep pemimpin dan kepemimpinan beserta teori, fungsi dan faktor-faktornya yang mengetengahkan epistemologi Kepemimpinan khususnya terkait Pendidikan Agama Islam sebagai Agama fitrah. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi dokumentasi. Hasil pengkajian menemukan bahwa manusia dianugerasi potensi untuk mengembangkan diri dan menjadi seorang pemimpin dilingkungannya. Menjadi seorang pemimpin pada dasarnya memiliki sejumlah tuntutan baik sifatnya tuntutan internal maupun eksterna. Kepribadian, perilaku dan putusan yang diambilnya merupakan hal yang akan diteladani oleh orang yang dipimpinnya. Pendidikan Islam hadir sebagai solusi alternatif yang mampu menjawab problematika kepemimpinan yang sejauh ini tergerus oleh fenomena politik dan ekonomi global yang kemudian juga telah membawa perubahan. Simpulan dari tulisan ini yakni manusia sebagai sosok pemimpin atau calon pemimpin hendaknya mampu memahami model kepemimpinan seperti apa yang hendak dijalankannya serta memiliki kecerdasan adversitas tinggi sebagai modal dirinya dalam memimpin.