Articles
Penurunan intensitas nyeri luka post-sectio caesarea menggunakan mobilisasi dini
Suastini Suastini;
Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v2i3.8247
Nyeri merupakan respon sensori tidak menyenangkan yang dialami oleh individu secara unik yang diekspresikan secara berbeda oleh tiap individu serta dapat berdampak terhadap kondisi fisik dan psikis seseorang. Nyeri akibat luka post sectio caesarea dalam rentang ringan hingga berat dapat mengganggu mobilitas fisik, pemenuhan kebutuhan dasar, bahkan sampai mengakibatkan syok neurogenik pada pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk mengaplikasikan mobilisasi dini secara bertahap pada pasien post sectio caesarea yang mengalami nyeri akibat luka post sectio caesarea. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang dilakukan pada tiga pasien yang mengalami nyeri intensitas sedang-berat akibat luka post sectio caesarea. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan pre dan post mobilisasi dini secara bertahap dengan menggunakan alat ukur Numeric Rating Scale (NRS). Terdapat penurunan intensitas nyeri paska dilakukan mobilisasi dini secara bertahap rata-rata menurun 5 skala. Penurunan intensitas nyeri ini terjadi karena mobilisasi akan menjadikan konsentrasi pasien pada lokasi nyeri berkurang serta dapat meminimalkan transmisi saraf nyeri menuju syaraf pusat. Mobilisasi akan melancarkan sirkulasi darah termasuk sirkulasi yang menuju area luka post sectio caesarea sehingga mampu mengurangi aktivasi mediator kimiawi pada proses peradangan, sehingga intensitas nyeri berkurang. Mobilisasi dini merupakan intervensi yang dapat dilakukan untuk menurunkan intensitas nyeri luka post sectio caesarea pada pasien.
Metode Mendongeng Menurunkan Nyeri Pada Anak Penderita Acute Limpoblastic Leukimia (ALL)
Heru Kurniawan;
Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v1i3.6216
Nyeri beraktivitas dan mengganggu kenyamanan anak saat istirahat, penelitian membuktikan bahwa metode mendongeng dapat mengurangi atau menurunkan nyeri tulang pada anak dengan Acute Limpoblastic Leukimia (ALL). Mendongeng adalah sebuah metode yang dapat mengalihkan (distraksi) sehingga mengeluarkan hormon endorphin (proses penurunan nyeri) sehingga penurunan nyeri membuat kualitas hidup anak menjadi meningkat. Tujuan dari studi kasus ini untuk mengetahui efektivitas mendongeng terhadap penurunan nyeri pada anak dengan Acute limpoblastic Leukimia(ALL) diruang anak dasar RSUP Dr. Kariadi Semarang. Desain studi kasus ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek studi kasus ini berjumlah 2 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi, didapat secara purposive sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen numerik rating scale dan naskah dongeng. Pengukuran nyeri sebelum dan setelah dilakukan terapi mendongeng selama 20 menit dalam 3 kali pertemuan. Responden telah mendndatangani lembar persetujuan. Hasil studi kasus menunjukan penurunan skala nyeri setelah dilakukan terapi mendongeng. Responden 2 terjadi penurunan dari skala 6 menjadi 0. Kesimpulan metode mendongeng efektif terhadap penurunan nyeri pada anak penderita Acute Limpoblastic Leukimia (ALL).
Pijat Endhorphin dan Sugesti Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Post Sectio Caessaria
Suci Mirdania Halimah;
Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v3i1.9088
Ibu post SC dengan komplikasi membutuhkan perawatan intensif sehingga mengakibatkan ibu terpisah dengan bayinya. Kondisi ini menimbulkan masalah pada stimulasi awal pada pemberian Air Susu Ibu (ASI) sehingga bayi beresiko kekurangan asupan ASI karena produksi ASI berkurang. Metode dalam karya ilmiah ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui asuhan keperawatan. Kriteria inklusi pada studi kasus ini adalah; (1) Pasien dengan kesadaran komposmentis/tidak dianastesikan; (2) Bisa diposisikan miring; (3) Payudara tidak ada masalah. Pasien tersebut diberikan pijat endhorphin dan sugesti selama 30 menit setiap harinya serta diberikan 3 hari berturut-turut dan dihitung ASI secara kumulatif menggunakan gelas ukur setiap harinya. Pemijatan dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pada jam 07.00 WIB dan jam 08.00 WIB. Kecemasan yang muncul pada ibu dievaluasi menggunakan hamilton anxiety ratting scale (HARS). Terjadi peningkatan ASI pada kedua kasus kelolaan dengan rata-rata 135 ml dan penurunan kecemasan dengan rata-rata 8,5. Peningkatan ASI adalah terbentuknya hormon endhorphin yang dihasilkan karena rasa nyaman dari pijat endhorphin dan terapi sugesti yang kemudian merangsang oksitosin sehingga produksi asi meningkat, selain itu hormon endhorphin menimbulkan rasa nyaman sehingga kecemasan berkurang. Pijat endhorphin dan sugesti terbukti efektif meningkatkan produksi ASI dan menurunkan kecemasan pasien SC dengan komplikasi yang dirawat di ICU.
Penurunan Dysmenorrhea Menggunakan Kompres Air Hangat
Ira Dwi Patmawati;
Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v3i3.8452
Remaja merupakan masa transisi menjadi dewasa. Pada masa remaja terjadi perubahan dimana kondisi tersebut dinamakan masa pubertas yaitu salah satunya menstruasi. Masalah yang biasa dialami oleh remaja perempuan saat menstruasi adalah dysmenorrhea. Dysmenorrhea dapat memberikan dampak yang buruk dalam prestasi dibidang akademik maupun non akademik. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui penurunan dysmenorrhea menggunakan kompres air hangat. Subjek studi kasus ini adalah remaja perempuan yang mengalami dysmenorrhea berjumlah 2 orang di dapatkan sesuai kriteria inklusi. Hasil studi kasus pada kedua subyek menunjukkan setelah dilakukan implementasi kompres air hangat selama 3 hari di dapatkan adanya penurunan rerata skala nyeri sebesar 4. Kompres air hangat mampu menurunkan intensitas dysmenorrhea, oleh karena itu direkomendasikan untuk perempuan kompres air hangat sebagai salah satu cara alternatif non-farmakologi untuk mengurangi dysmenorrhea secara mandiri.
Pemberian Pijat Marmet Dan Oksitosin Untuk Meningkatkan Produksi ASI Pada Asuhan Keperawatan Ibu Post Partum dengan Sectio Caesarea
Septiani Rinti Selistiyaningtyas;
Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v2i1.6228
Air susu ibu (ASI) memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan berat badan bayi. Produksi ASI yang tidak ade kuat menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan bayi dan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui peningkatan produksi ASI ibu post partum sectio caesarea setelah dilakukan pijat marmet dan oksitosin. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek studi ini adalah ibu post partum sectio caesarea berjumlah 3 orang yang didapatkan secara amlidental. Hasil studi kasus ini menunjukan setelah dilakukan implementasi pijat marmet dan oksitosin selama 3 hari didapatkan adanya peningkatan jumlah produksi ASI dengan rerata 1,167 ml. Kombinasi pijat marmet dan oksitosin dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum sehingga dapat dilakukan oleh perawat untuk membantu ibu post partum dalam meningkatkan produksi ASI. Rekomendasi dari studi kasus ini sebaiknya pemijatan dilakukan selama proses menyusui agar produksi ASI yang keluar dapat meningkat.
Pengaruh Aromaterapi Jahe Terhadap Mual Pada Pasien Kanker Pasca Kemoterapi
Pawestri, Pawestri;
Wahyurini, Dwi Esti
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v4i2.8129
Kanker merupakan penyakit akibat mutasi sekumpulan gen pada sel tubuh yang mengatur proses penting, penatalaksanaan kanker salah satunya dengan kemoterapi. Rasa mual yang muncul pada pasien pasca kemotrapi merupakan salah satu efek samping dari pemberian obat-obatan kemoterapi. Tindakan non farmakologi yang diberikan untuk memberikan perasaan nyaman dan dapat mengatasi mual adalah penggunaan aroma terapi jahe. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aroma terapi jahe terhadap mual pada pasien kanker pasca kemoterapi di RSUP dr. Kariadi Semarang. Metode studi kasus ini adalah deskriptif yaitu menggambarkan tentang proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi dengan mengaplikasikan aromaterapi jahe mengunakan alat diffuser humidifier dengan cara 10 tetes aromaterapi dicampurkan dalam 100 ml air dan dimasukkan dalam humidifier di berikan selama 20 menit sehari tiga kali yang dilakukan pada pasien pasca kemoterapi di ruang kemoterapi RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sampel yang diambil tiga pasien dewasa dengan diagnosa kanker pro kemoterapi. Pengukuran mual pre-post dengan instrument Numerik Rating Scale (NRS). Terdapat penurunan skala mual pada ketiga pasien dan diikuti perbaikan nilai tanda-tanda vital. Intervensi aromaterapi jahe sangat efektif dalam menurunkan sekala mual pasien kanker pasca kemoterapi. Intervensi aromaterapi jahe bisa di jadikan standar oprasional prosedur (SOP) untuk menurunkan rasa mual pada pasien kanker pasca kemoterapi di ruang Kemoterapi RSUP dr. Kariadi Semarang.
Inisiasi Menyusui Dini Dalam Proses Involusi Uteri Ibu Post Partum
Refilia, Agna;
Pawestri, Pawestri
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v5i2.10477
Proses involusi uteri pada ibu post partum perlu dimonitor terutama post partum hari pertama yang termasuk periode kritis, jika involusi uteri tidak termonitor dengan baik dapat menimbulkan perdarahan. Perdarahan sebagai penyumbang kematian ibu post partum terbanyak di Indonesia (50%). Proses involusi uteri dapat di stimulasi dengan inisiasi menyusui dini. Pada karya ilmiah akhir ners ini dilakukan penerapan IMD pada dua ibu post partum. Metode yang digunakan pada studi kasus ini deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Kriteria inklusi studi kasus ini yaitu ibu post partum status multipara dengan persalinan normal tanpa induksi dan riwayat partus lama. Penerapan IMD setiap 2 jam sekali dengan durasi 1 jam setiap pelaksanaannya selama 24 jam pertama masa post partum. Pengukuran fundus uteri dilakukan sebelum IMD, 2 jam setelah perlakuan dan 12 jam setelah perlakuan. Hasil akhir ada penurunan fundus uteri pada rentang 1 -1,5 cm. Hasil tersebut termasuk dalam kategori normal, karena sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan pada hari pertama post partum tinggi fundus uteri kira-kira satu jari bawah pusat. Adanya penurunan fundus uteri karena isapan mulut bayi merangsang otot polos pada payudara yang memicu kelenjar pituitaria menghasilkan hormon oksitosin untuk kontraksi uterus, sehingga dapat disimpulkan IMD membantu proses involusi uteri ibu post partum.
Penerapan Strategi Psikoedukasi dalam Meningkatkan Kualitas Hidup pada Penderita Kanker Serviks
Nida'un Taqwiyani Ashshofiyyah;
Reina Dhamanik;
Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v7i1.21233
Latar belakang : Pasien kanker serviks mengalami beban medis danpsikososial berat yang berdampak pada rendahnya kualitas hidup dibandingjenis kanker lainnya. Psikoedukasi merupakan intervensi terapeutik yangmengintegrasikan informasi klinis dan dukungan psikologis untukmembangun koping adaptif serta otonomi pasien. Ringkasan kasus : Ketigasubjek studi adalah pasien dengan kanker serviks yang memiliki masalahdisfungsi seksual (D.0069) dan gangguan citra tubuh (D.0083). Diterapkanintervensi konseling seksualitas (I.07214) dan promosi koping (I.09312)melalui lima sesi psikoedukasi terstruktur yang dievaluasi menggunakankuesioner EORTC QLQ-CX24. Simpulan : Penerapan lima sesi intervensipsikoedukasi menggunakan media booklet yang mengintegrasikan SIKIPromosi Koping (I.09312) dan Konseling Seksualitas (I.07214) terbuktiefektif dalam meningkatkan kualitas hidup subjek, khususnya pada dimensifisik dan psikologis.
Penerapan blanket warmer untuk mendukung termoregulasi selama fase intraoperatif pada pasien yang menjalani RIRS di instalasi bedah sentral
Ayu Widianingsih;
Akhmad Mustofa;
Pawestri Pawestri
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v7i2.21333
Pembedahan dengan anestesi umum berisiko disertai penurunan suhu tubuh akibat gangguan termoregulasi dan paparan lingkungan ruang operasi. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan perubahan suhu tubuh dan intensitas menggigil selama penerapan blanket warmer pada tiga subjek yang menjalani RIRS dengan anestesi umum di Instalasi Bedah Sentral RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Blanket warmer digunakan selama intraoperatif dan pemantauan dilakukan setiap 15 menit selama 105 menit. Berdasarkan data yang dilaporkan, suhu tubuh meningkat dan skor shivering menurun pada seluruh subjek: Subjek 1 dari 35,0°C/skor 3 menjadi 36,2°C/skor 1; Subjek 2 dari 35,2°C/skor 3 menjadi 36,5°C/skor 0; dan Subjek 3 dari 35,2°C/skor 3 menjadi 36,3°C/skor 1. Temuan ini menunjukkan perbaikan termoregulasi selama penggunaan blanket warmer pada ketiga kasus. Karena desain studi kasus tanpa kelompok pembanding dan adanya faktor perioperatif lain yang dapat memengaruhi suhu tubuh, hasil ini tidak dapat menetapkan efektivitas kausal. Blanket warmer dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari manajemen termal perioperatif sesuai protokol dan pemantauan klinis.