Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : mind multimedia artificial intelligent networking database journal

RESULTANT: Data Preparation Techniques to Improve XGBoost Algorithm Performance KURNIA RAMADHAN PUTRA; SOFIA UMAROH; NUR FITRIANTI; SATRIA NUGRAHA
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 8, No 1 (2023): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v8i1.42-51

Abstract

ABSTRAKPrediksi credit scoring saat ini banyak digunakan dalam layanan peer-to-peer lending oleh perusahaan teknologi finansial. Salah satu teknologi yang digunakan untuk credit scoring adalah data mining menggunakan algoritma machine learning XGBoost yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi. RESULTANT diusulkan sebagai teknik yang digunakan untuk memaksimalkan hasil dari salah satu tahapan data mining yaitu preparasi data. Dataset yang digunakan adalah data Lending Club dengan total 2.260.701 record dan 151 variabel. Tahapan yang dilakukan pada RESULTANT adalah seleksi fitur, penanganan missing value, penanganan data outlier dan penanganan data ketidakseimbangan. Dari tahap RESULTANT, dihasilkan 44 variabel akhir yang siap digunakan untuk membangun model dengan menggunakan algoritma XGBoost. Hasil menunjukkan bahwa RESULTANT mampu meningkatkan performa algoritma XGBoost dengan akurasi 99,17%, presisi 99,28%, recall 99,05%, spesifisitas 99,29%, ROC/AUC 99,94%, dan skor f1 99,17%.Kata kunci: XGBoost, Preparasi Data, Seleksi Fitur, Missing Value, OutlierABSTRACTCredit scoring predictions are currently widely used in peer-to-peer lending services by financial technology companies. One of the technologies used for credit scoring is data mining using the XGBoost machine learning algorithm which has a high degree of accuracy. We present RESULTANT as a technique used to maximize the results of one of the stages of data mining, namely data preparation. The dataset used is Lending Club data with a total of 2,260,701 records and 151 variables. The stages carried out in RESULTANT are feature selection, handling missing values, handling outlier data and handling imbalance data. From the RESULTANT stage, 44 final variables are produced which are ready to be used to build models using the XGBoost algorithm. The results showed that RESULTANT was able to improve the performance of the XGBoost algorithm with accuracy 99,17%, precision 99,28%, recall 99,05%, specificity 99,29%, ROC/AUC 99.94%, and f1-score 99,17%.Keywords: XGBoost, Data Preparation, Feature Selection, Missing Value, Outlier
Renovator: Resilience System in Microservices Architecture Using Fault Tolerance Factor KURNIA RAMADHAN PUTRA; SOFIA UMAROH; NUR FITRIANTI FAHRUDIN; PRAMBUDHI WIBOWO PANDJI
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 10, No 2 (2025): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v10i2.235-249

Abstract

ABSTRAKArsitektur microservices menghadapi tantangan dalam menjaga ketahanan layanan akibat cascading failure, ketergantungan antarlayanan yang dinamis, serta keterbatasan mekanisme fault tolerance berbasis ambang statis. Pendekatan seperti circuit breaker dan bulkhead hanya memberi perlindungan terbatas ketika beban dan latensi berubah cepat. Untuk menjawab gap tersebut, penelitian ini memperkenalkan Renovator, kerangka kerja ketahanan yang memperluas circuit breaker melalui pemantauan adaptif dan pemulihan otomatis. Evaluasi pada simulasi Sistem Presensi dengan empat skenario yaitu cascading failure, latency spike, normal load, dan single-service failure menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan baseline: ketersediaan naik (86,31% menjadi 93,95%), MTTR berkurang 49–67%, tingkat kesalahan turun 55–63%, serta latensi membaik 20–27% tanpa memengaruhi throughput. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan Renovator sebagai mekanisme circuit breaker yang lebih adaptif dan otomatis untuk meningkatkan ketahanan microservices.Kata kunci: microservices, fault tolerance, circuit breaker, MSA resilienceABSTRACTMicroservices architectures face resilience challenges due to cascading failures, dynamic dependencies, and the limitations of fault tolerance mechanisms that rely on static thresholds. Techniques such as Circuit Breaker and Bulkhead provide only partial protection under rapidly changing workloads. To address this gap, this study introduces Renovator, a resilience framework that enhances circuit breaker functionality through adaptive monitoring and automated recovery. Evaluated on a simulated Attendance System under four scenarios—cascading failure, latency spike, normal load, and single-service failure, Renovator shows notable improvements over the baseline: availability increases (from 86.31% to 93.95%), MTTR decreases by 49–67%, error rates drop 55–63%, and latency improves 20–27% with no throughput degradation. The main contribution is an adaptive and automated circuit-breaker–based framework to strengthen microservices resilience.Keywords: microservices, fault tolerance, circuit breaker, MSA resilience