Limbah hasil olahan pabrik minyak kelapa sawit yang tergolong belum mendapatkan perhatian dari masyarakat sekitar adalah cangkangnya. Selama ini hanya digunakan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga dan sebagai bahan pembuatan arang aktif. Produksi sampah plastik di Indonesia menduduki peringkat kedua dari dunia penghasilan sampah domestik yaitu sebesar 5,4 juta ton per tahun. Plastik yang digunakan saat ini merupakan polimer sintetik, terbuat dari minyak bumi (non-renewable) yang tidak dapat terdegradasi oleh mikroorganisme di lingkungan. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium yang bertujuan memanfaatkan limbah cangkang sawit dan limbah plastik sebagai bahan komposit. Untuk mengetahui pengaruh kekerasan komposit terhadap campuran maka spesimen dibuat perbandingan dengan komposisi 60% : 40% dan ukuran 1 dan komposisi 60% : 40% ukuran 2 mm, tiap spesimen diuji kekerasan di 5 titik, Dari Hasil pengujian spesimen menunjukkan komposisi 60% : 40% ukuran 2 mm nilai kekerasan rata-rata 73,5 HRC lebih keras dibandingkan dengan ukuran 1mm kekerasan rata-rata 71,2 HRCKata Kunci:Cangkang Sawit, Plastik, Spesimen, HRC