Agus Prihanto
Universitas Negeri Surabaya

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : Journal of Informatics and Computer Science (JINACS)

Analisis Perbandingan Performansi Kontroler RYU Dan POX Berbasis Software Defined Network (SDN) Pada Routing OSPF Farid Fajar Shodiq; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 03 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.128 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n03.p216-223

Abstract

Abstrak— Routing adalah proses proses pencarian lintasan yang akan di lalui oleh paket data. Software Defined Network (SDN) adalah sebuah konsep konfigurasi jaringan computer baru yang dimana data plane dan control plane dipisahkan. Kelebihan dari Software Defined Network dibandingkan dengan jaringan konvensional yaitu, pemusatan konfigurasi pada kontroler Software Defined Network. Pada penelitian ini, skenario jaringan Software Defined Network di bangun menggunakan software mininet untuk pembentukan topologinya dengan menerapkan algoritma Dijkstra pada kontroler RYU dan POX untuk pemilihan jalur terpendeknya. Pada pengujian dibentuk 6 topologi dengan pemberian bobot yang berbeda, tujuan pembedaan bobot untuk memastikan bahwa algoritma Djikstra benar benar dapat di terapkan pada kontroler RYU dan POX. Pemberian bobot juga dilakukan agar kontroler dapat membentuk tabel routing untuk mengidentidikasi jalur tercepat yang akan di lalui oleh paket data tersebut. Hasil pengujian pada semua topologi diambil rata-ratanya untuk membandingkan performansinya. Hasil rata-rata dari semua pengujian adalah 1) pengujian waktu konvergensi pada RYU 0.4143s dan POX 0.5231s, 2) pengujian throughput yang di hasilkan RYU 12781.79kb/s dan POX 11412.24kb/s, 3) pengujian delay yang di hasilkan RYU 0.223ms dan POX 0.247ms, 4) pengujian jitter yang di hasilkan RYU 0.08ms dan POX 1.21ms. 5) rerata pengujian Packet Loss yang di hasilkan RYU 0 dan POX 0.2%.Kata Kunci—SDN, Mininet, RYU, POX. Routing is the process of finding the path to be traversed by data packets. Software Defined Network (SDN) is a new computer network configuration concept in which the data plane and control plane are separated. The advantage of a Software Defined Network compared to a conventional network is that the configuration is centralized on the Software Defined Network controller. In this study, the Software Defined Network network scenario was built using mininet software for the formation of the topology by applying the Dijkstra algorithm to the RYU and POX controllers for the selection of the shortest path. In the test, 6 topologies were formed with different weights, the purpose of the weight difference is to ensure that the Djikstra algorithm can really be applied to the RYU and POX controllers. Weighting is also done so that the controller can form a routing table to identify the fastest path to be traversed by the data packet. The test results on all topologies are averaged to compare their performance. The average results of all tests are 1) testing the convergence time at RYU 0.4143s and POX 0.5231s, 2) throughput testing the resulting RYU 12781.79kb/s and POX 11412.24kb/s, 3) delay testing the resulting RYU 0.223 ms and POX 0.247ms, 4) jitter test which resulted in RYU 0.08ms and POX 1.21ms. 5) the average Packet Loss test produced is RYU 0 and POX 0.2%.Keywords— SDN, Mininet, RYU, POX.
Analisis Reliabilitas Multiserver Menggunakan Load Balancing dengan Metode Denial Of Service Mochamad Dimas Erlangga; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 03 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1782.272 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n03.p258-266

Abstract

Abstrak — Pada saat ini jaringan komputer memiliki ancaman yang begitu besar, ancaman tersebut berupa Serangan Denial of Service. Dengan cara membebani server atau jaringan komputer serangan ini dilakukan dengan mengirim lalu lintas yang tidak berguna dan juga besar secara terus menerus pada satu server yang telah menjadi target serangan, sehingga server yang menjadi objek serangan harus menghabiskan begitu banyak waktu dan juga menambah beban kerjanya dalam menangani serangan lalu lintas. Web server merupakan salah satu sistem yang berpotensi terkena serangan, seperti serangan Denial Of Service berjenis Slowloris. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir serangan DOS dengan menggunakan Load Balancing traffic kearah server menggunakan teknologi docker container. Dalam persiapan pengujian sistem, terdapat beberapa kebutuhan untuk analisis reliabilitas ini, diantaranya adalah Web Server berjalan pada OS Ubuntu dalam Virtual Machine, localhost http server sebagai alamat host website yang diserang, php dan python sebagai bahasa pemrograman, Slowloris sebagai tools penyerangan DoS, Docker sebagai sarana untuk mengaplikasikan Load Balancing, NginX sebagai Load Balancer, dan juga Wireshark sebagai alat monitoring anomali jaringan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada skenario jika tanpa menggunakan Load Balancing terdapat RTO yang telah dihitung rata-ratanya mencapai 1,333655 detik sedangkan dengan menggunakan Load Balancing terdapat RTO yang telah dihitung rata-ratanya mencapai waktu delay 0,83699 detik. Hal ini menunjukkan bahwa RTO berhasil diminimalisir dengan menggunakan Load Balancing jika dibandingkan dengan tanpa Load Balancing karena semakin tinggi RTO maka kualitas TCP kurang baik.
Implementasi Algoritma Random Number Generator (RNG) pada Aplikasi Try Out Berbasis Framework Laravel Ridho Wahyudi Rachmadtullah; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 03 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.16 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n03.p300-307

Abstract

Abstrak— Pada saat ini penggunaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau yang biasa dikenal juga dengan Computer Base Test (CBT) seringkali digunakan terutama untuk melakukan pelaksanaan Ujian Nasional. Sedangkan disisi lain pelaksanaan ujian tengah semester atau akhir semester sekolah masih menggunakan konsep konvensional yaitu satu soal untuk semua siswa dan dikerjakan secara manual di atas kertas. Agar siswa tidak kaget terhadap bentuk soal UTBK, maka pihak sekolahan harus menyiapkan aplikasi yang cara kerjanya mirip dengan UTBK nasional untuk melatih para siswa-siswinya dalam menghadapi ujian tersebut. Pada penelitian ini memiliki beberapa tujuan 1). menerapkan algoritma Random Number Generator (RNG) pada soal try out dengan menggunakan framework laravel, 2). mengetahui tingkat dari kerandoman soal siswa dengan cara menghitung frekuensi kemunculan soal (modus) yang didapatkan oleh peserta. Hasil dari Pengujian Validitas Aplikasi oleh Guru dan Siswa menunjukkan bahwa aplikasi telah di uji cobakan sesuai dengan harapan, sedangkan untuk pengujian keacakan soal diperoleh hasil rata-rata soal muncul yang sama adalah 15,25% dan frekuensi kemunculan soal (modus) adalah 25%.. Kata Kunci - Tryout, CBT, RNG, Laravel, Modus, Laravel
Analisis Keamanan Data Pada Aplikasi Android Menggunakan HTTP Canary (Studi Kasus : Siakadu UNESA Mobile) Muhammad Arief Rahman Ismansyah Putra; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 03 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.465 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n03.p308-314

Abstract

Abstrak— Saat ini, Teknologi berkembang pesat dan kita harus beradaptasi dengan cepat, salah satu teknologi tersebut adalah Internet, manusia dapat mencari informasi apapun dengan mudah, transaksi jual beli, dan sebagainya menggunakan website. Unesa sebagai Lembaga Pendidikan juga menggunakan website sebagai sumber informasi, untuk lebih memudahkan pengguna, Unesa mempunyai Siakad Unesa versi mobile, dalam Siakad Unesa versi mobile Mahasiswa bisa mendapatkan informasi seperti absensi, jadwal kuliah, lokasi kelas, nama Dosen, hasil nilai studi, riwayat pembayaran spp, profile Mahasiswa, dan lain sebagainya. Pada aplikasi yang menggunakan REST API tentunya membutuhkan koneksi internet untuk mengirim dan mendapatkan informasi dari server. Aplikasi yang tidak menerapkan standar keamanan akan dengan mudahnya dimodifikasi atau diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dalam penelitian ini penulis menganalisis keamanan API pada aplikasi dengan menggunakan MitM untuk sniffing dan REST CLIENT untuk uji coba REST API serta saran untuk menghindari hal seperti yang telah disebutkan terjadi. Http Canary sebagai MitM dapat merekam seluruh traffic antara client dengan server, Postman sebagai REST CLIENT digunakan untuk uji coba REST API. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan oleh penulis, aplikasi Siakad Unesa versi Mobile dinilai kurang aman, yakni hanya dengan menggunakan HTTP Canary sebagai MitM, MitM dapat merekam seluruh aktifitas aplikasi walaupun ber-SSL, dan server tidak memerlukan autentikasi pengguna dari aplikasi saat melakukan request API, selain itu tidak adanya pembatasan untuk melakukan request API sehingga seseorang dapat melakukan request berulang tanpa hambatan serta tidak adanya proses validasi NIM pengguna yang sedang login dengan yang diminta ke server sehingga Mahasiswa dapat meminta informasi tentang Mahasiswa lain.
Pengaruh Penggunaan Antena Grid Terhadap Kekuatan Sinyal dan Throughput Serta Jangkauan Pada RT/RW Net di Ponpes Kanzul Ulum Aldi Bariqi; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 03 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.223 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n03.p343-350

Abstract

Abstrak — Penggunaan internet pada saat ini sangatlah besar dan sudah menjadi kebutuhan pokok oleh semua kalangan masyarakat. Internet juga bisa dijadikan sebagai suatu sarana untuk memudahkan pekerjaan masyarakat seperti proses belajar mengajar, rapat secara online dan lain sebagainya. Maka dari itu dibutuhkan sebuah koneksi internet yang kuat supaya masyarakat pengguna internet tersebut merasa nyaman dalam melakukan pekerjaan mereka. Ponpes Kanzul Ulum merupakan yayasan yang berisi beragam siswa-siswi mulai dari TK sampai dengan SMP. Siswa-siswi tersebut membutuhkan akses ke internet yang stabil namun beberapa ISP yang menawarkan fasilitas Wi-Fi tidak bisa menjangkau yayasan tersebut. Pada penelitian ini peneliti akan membuat sebuah jaringan internet untuk yayasan tersebut. Peneliti menggunakan jaringan RT/RW Net sebagai sumber internet dengan memasangkan antena Grid sebagai penguat sinyal supaya sumber internet tersebut tersampaikan secara maksimal. Dari hasil pengukuran ke-empat parameter QoS dan kekuatan sinyal pada jarak 100 meter, 200 meter dan 300 meter didapatkan nilai rata-rata throughput 721.092 Kb/s untuk jaringan tanpa menggunakan antena dan 1,168,197 Kb/s untuk jaringan menggunakan antena. Rata-rata delay 7.87 ms untuk jaringan tanpa menggunakan antena dan 6.99 ms untuk jaringan menggunakan antena. Rata-rata jitter 9.60 ms untuk jaringan menggunakan antena dan 6.99 ms untuk jaringan tanpa menggunakan antena. Rata-rata packet loss 0% untuk jaringan tanpa menggunakan antena dan 0.0056% untuk jaringan menggunakan antena. Rata-rata kekuatan sinyal -60 dBm untuk jaringan tanpa menggunakan antena dan -50 dBm jaringan menggunakan antena. Sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas layanan jaringan internet menggunakan antena grid memiliki kualitas jaringan lebih bagus berdasarkan perbandingan total nilai rata-rata.
Analisis Quality Of Service (QoS) Pada Routing Protocol Routing OSPF (Open Short Path First) Kevin Kurniawan; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 03 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.898 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n03.p358-365

Abstract

Pada saat ini kemajuan perkembangan jaringan komputer dan teknologi informasi sangatlah pesat, karena bertambah tingginya kebutuhan dalam mencari informasi. Jaringan komputer merupakan teknologi penggabungan antara beberapa komputer dengan jalur komunikasi seperti internet. Internet adalah sebuah Autonomous System yang saling terhubung untuk melakukan pengiriman paket data dimana diperlukan protokol routing tertentu. Terdapat 2 jenis routing yaitu routing statis dan routing dinamis,. Open Short Path First (OSPF) merupakan salah satu macam routing dinamis. Routing OSPF dapat membuat jaringan yang telah terhubung tidak mengalami terjadinya looping, karena jalur utama dan terbaik telah dipilih dan jalur yang lainnya dicadangkan. Maka jika jalur yang utama bermasalah, maka jalur cadangan akan mengambil alih fungsi tersebut. Penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui protokol routing mana yang memiliki kinerja terbaik. Analisis yang dilakukan adalah membandingkan performansi antara Routing Statis dengan Routing Dinamis OSPF. Penelitian dibangun pada software GNS3 dan dilakukan 5 kali pengukuran dengan paramater Quality Of Service (QoS) yaitu throughput, delay dan jitter menggunakan Wireshark Network Analizer Tools serta mengukur Waktu Konvergensi pada Routing OSPF. Hasil pengujian simulasi yang didapat menunjukkan bahwa routing protocol OSPF lebih baik dengan pengukuran delay saat kondisi normal dan saat terjadi pemutusan jalur juga lebih optimal untuk hasil parameter throughput, delay dan jitter dibandingkan dengan routing statis. Sedangkan hasil pengujian Waktu Konvergensi menunjukkan bahwa routing OSPF memiliki nilai 2,4 ms dan 1,2 dengan menggunakan 5 router dan pada 3 router memiliki nilai 0,45. Dengan demikian semakin kecil jumlah node, maka jaringan OSPF semakin cepat waktu konvergensi yang diperlukan. Kata Kunci— OSPF, GSN3, Wireshark, QoS, Konvergensi
Implementasi Digital Watermarking Pada File Audio Mp3 Menggunakan Metode FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum) Dan Fourier Transform Defta Pradana Yuana; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 04 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.008 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n04.p456-461

Abstract

Abstrak --- Digital Watermarking merupakan gambaran besar alur bagaimana pengguna digital salah satunya perusahaan musik atau musisi itu sendiri mengelolah data musiknya yang berupa file master mp3 dengan bertujuan memberi watermark agar data tersebut tidak mudah diplagiasi maupun disalin lalu disebarluaskan melalui pasar digital yang ada. Ada beberapa metode yang mempermudah bagi para developer dalam mengembangkan software aplikasi yaitu salah satunya metode FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum). FHSS sendiri ini adalah metode yang digunakan untuk bagaimana nantinya watermark akan disematkan melalui domain frekuensi, dimana frekuensi pembawa (spektrum audio) yang sebelumnya telah disematkan kode biner watermark selama hopping frekuensi yang telah ditentukan. Sebelum mengimplementasikan metode FHSS, ada beberapa metode pendekatan yaitu Fourier Transforms atau dengan cara framming (mengolah sample framerate data sinyal) untuk menghitung nilai koefisien dari sinyal gelombang pembawa yang ditelah disematkan kode bit dari watermark, kemudian bit hasilnya akan disebar menggunakan angka pseudo acak dan parameter ketinggian amplitude alpha sebesar 0.005, beta 1, gama 0.5 kedalam data sinyal audio yang sudah disegmentasi, lalu menghasilkan output file audio yang telah diberi watermark. Ada beberapa metode untuk mengetahui seberapa jauh kuat watermark yang disematkan yaitu dengan cara pengujian ketahanan suatu file dengan 1) pengujian Kompresi dimana memberikan hasil memiliki keakuratan informasi watermark dan sedikit mengubah ukuran file, 2) pengujian Resampling dengan nilai samplerate/2 dimana memberikan hasil keakuratan informasi watermark dan beberapa file memiliki ukuran berbeda, 3) pengujian Cropping pada detik 00.02.00 sampai 00.03.00 dimana memberikan hasil tidak akurat terhadap informasi watermark dan secara ukuran file, jelas sekali memiliki perbedaan yang jauh, 4) pengujian Penambahan Noise memberikan hasil memiliki keakuratan informasi watermark dan ukuran file tidak terlalu berubah Kata Kunci --- Audio, Watermarking, FHSS, Domain Frekuensi
Analisis Perbandingan Behavior User Menggunakan Low Interaction Honeypot dan IDS pada Sistem Edge Computing Mokhamad Wildan Marzuqon; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 04 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.328 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n04.p471-480

Abstract

Saat ini perkembangan Edge computing semakin pesat, perkembangan ini juga disertai dengan ancaman yang begitu besar. Egde server merupakan sistem yang rentan terkena serangan. Serangan tersebut dapat berupa serangan DoS, Port Scanning, Web Service Intrusion, dan lain sebagainya. Maka dari itu diperlukan upaya pencegahan untuk meminimalisir risiko yang diakibatkan oleh serangan tersebut dengan cara menganalisis aktivitas user saat mengakses edge server. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis aktivitas user saat mengakses edge server menggunakan Low Interaction Honeypot dan IDS. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan dua skenario yaitu saat honeypot dinyalakan dan dimatikan. Hasil pengujian menunjukkan pada skenario honeypot dinyalakan, beban edge server menjadi berat, ditunjukkan dengan rata rata latensi sebesar 0,0085s. Selain itu, port layanan server yang terbuka juga lebih banyak sehingga meningkatkan peluang intruder untuk melakukan penyerangan terhadap edge server. Sedangkan pengujian dengan skenario honeypot dimatikan, beban edge server menjadi berkurang, hal ini ditunjukkan dengan rata rata latensi sebesar 0,0055s. Selain itu port layanan server yang terbuka hanya layanan yang berasal dari Windows dan XAMPP, sehingga aktivitas intruder yang dilakukan menjadi terbatas. Pengujian tersebut menunjukkan semakin banyak port dan layanan server yang terbuka, semakin tinggi risiko penyerangannya, dan dengan adanya honeypot risiko tersebut dapat dikurangi dengan menganalisis aktivitas intruder dengan menentukan rules yang tepat untuk pencegahan serangan.
Auto Response Messages pada Telegram Bot untuk Pelayanan Sistem Informasi Praktek Industri dan Skripsi dengan Metode Webhook Aji Ridwan Syah; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 04 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.319 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n04.p547-556

Abstract

Praktik industri (PI) dan Skripsi merupakan salah satu mata kuliah yang dijalani oleh mahasiswa Teknik Informatika Unesa. PI dan skripsi memiliki beberapa dokumen yang perlu dibuat dan didaftarkan agar mata kuliah bisa diselesaikan, namun saat ini tidak adanya media utama yang memberikan informasi ataupun dokumen yang berkaitan dengan mata kuliah tersebut membuat beberapa mahasiswa sedikit kesulitan untuk mencari informasi terkait. Biasanya mahasiswa mencari informasi terkait PI dan skripsi melalui kakak tingkat yang sudah pernah melaksanakan mata kuliah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem pesan otomatis (auto response messages) menggunakan telegram bot yang akan dijadikan sebagai aplikasi pesan utama dengan menggunakan metode webhook yang berfungsi sebagai penyambung antara server telegram dan server bot yang nantinya akan membuat bot mampu berjalan secara otomatis dalam waktu 24 jam penuh. File dokumen pendukung PI dan skripsi dijadikan satu oleh peneliti dalam sebuah folder pada google drive yang nantinya akan diambil link nya untuk dimasukkan kedalam kode untuk dipanggil saat pengguna memilih menu mata kuliah yang dibuat. Lalu penggunaan model seperti classification dan similarity word juga akan diadaptasikan terhadap bot. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengaplikasian sistem pesan otomatis (auto response messages) melalui bot telegram sudah berhasil dibuat menggunakan metode webhook dan hasil simulasi menjukkan bahwa bot yang telah dibuat mampu memberikan respon secara otomatis dalam mencari dokumen terkait mata kuliah praktik industri dan skripsi dikarenakan metode webhook yang sudah berhasil dicek dan diset pada server. File dokumen yang dibutuhkan sudah diorganisir menjadi beberapa folder yang sudah diberi nama sesuai pada google drive. Bot juga mampu digunakan oleh beberapa perangkat sekaligus tanpa mengalami delay ataupun crash pada server. Model yang digunakan seperti classification dan similarity word pun mampu diterapkan dengan baik pada bot.
Analisis Kebutuhan Resource Dan Independensi Antara Teknologi Single Server, Virtualisasi Dan Container Hanif Afrizal; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 4 No 01 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jinacs.v4n01.p26-33

Abstract

Saat ini perkembangan teknologi server semakin pesat, perkembangan ini disertai dengan banyaknya aplikasi web yang dikelola. Teknologi virtualisasi merupakan solusi dari independensi aplikasi. Peningkatan jumlah aplikasi web harus diikuti dengan peningkatan kebutuhan resource. Virtualisasi docker container menjadi trend saat ini. Docker adalah salah satu software yang menggunakan virtualisasi OS untuk menyimpan perangkat lunak ke dalam sebuah container. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbandingan kebutuhan resource dan independensi terhadap teknologi single server, virtualisasi dan container. Metode yang digunakan untuk menganalisis perbandingan dengan mengelola banyak aplikasi apache web server. Hasil dari pengujian penggunaan memori, container membutuhkan memori sebesar 521 MB, single server membutuhkan memori sebesar 1330 MB dan virtualisasi membutuhkan memori sebesar 2475 MB. Hasil pengujian penggunaan CPU container membutuhkan CPU 1.85%, single server membutuhkan CPU 2.74% dan virtualisasi membutuhkan CPU 4.95%. Penggunaan memori dan CPU pada docker container lebih sedikit karena pada setiap virtualisasi server docker container tidak memuat kernel, melainkan berbagi kernel host dengan container yang lain. Berbeda dengan virtualisasi dan single server yang memiliki kernel sendiri untuk menjalankan aplikasi dalam hal ini menyebabkan kebutuhan resource memori dan CPU container lebih kecil. Container dan virtualisasi memiliki independensi yang terjaga, karena sumber daya dan aplikasi terisolasi secara terpisah, sehingga tidak menggangu konfigurasi aplikasi yang lain.