Cekungan Barito agak lonjong dengan poros utama berarah Timurlaut - Baratdaya. Penampang cekungan tidak simetris, sayap bagian timur terjal sedang sayap barat relatip datar. Tepat di bagian poros utama cekungan dengan nilai anomali sekitar -25 mGal, batuan dasar Granit sebagai batuan dasar berumur pra-Tersier mencapai kedalaman kurang lebih 11 km di bawah permukaan. Di bagian cekungan ini, diisi batuan sedimen Tersier Tua setebal 5 km dan sedimen Tersier Muda diatasnya setebal 6 km. Ke arah timur sedimen Tersier Muda makin menipis dan diakhiri oleh kemunculan sedimen Tersier Tua akibat seretan intrusi batuan beku. Ke arah barat, nilai anomali gayaberat Bouguer naik secara perlahan mencapai +40 mGal, kemungkinan batuan dasar Granit makin mendekati permukaan sekitar 6 sampai 7 km, diatasnya ditindih oleh sedimen Tersier Tua dengan tebal 5 km yang tertutup oleh sedimen Tersier Muda setebal 1 sampai 2 km.Berdasarkan analisis model rapat massa bawah permukaan diperoleh bahwa sedimen berumur Tersier dan pra-Tersier dengan rapatmassa masing-masing 2,20 gr/cm3 dan 2,40 gr/cm3 merupakan lapisan paling atas, kemudian disusul oleh batuan dengan rapatmassa 2,68 gr/cm3 sebagai cerminan batuan dasar Granitik dan 3,10 gr/cm3 mewakili Mantel Atas. Selain itu batuan Ultrabasa yang tersingkap di bagian pegunungan Meratus yang memiliki rapatmassa 2,90 gr/cm3 yang menumpang di atas batuan Granitik dan diterobos oleh batuan intrusi Granit dengan rapatmassa 2,72 gr/cm3.