Cabai rawit memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Seiring dengan semakin bertambahnya permintaan pasar maupun industri, maka cabai rawit dituntut agar kualitas dan produksinya semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon hasil tanaman cabai rawit akibat konsentrasi paclobutrazol dan dosis pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan stasiun klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Jalan Raya Rungkut Madya no. 1, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur dari bulan Februari 2021 sampai bulan Juni 2021 dengan menggunakan polybag. Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu konsentrasi paclobutrazol Golstar (P) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (N) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan. Perlakuan konsentrasi paclobutrazol (P) terdiri atas 0 ppm (P0), 100 ppm (P1), 150 ppm (P2), 200 ppm (P3). Perlakuan dosis pupuk NPK (N) terdiri dari 28,8 g/tanaman atau 800 kg/ha (N0), 21,6 g/tanaman atau 600 kg/ha (N1), 36 g/tanaman atau 1.000 kg/ha (N2), 43,2 g/tanaman atau 1.200 kg/ha (N3). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi 100 ppm paclobutrazol + 43,2 g/tanaman pupuk NPK meningkatkan jumlah buah total per tanaman, bobot buah total per tanaman, dan fruitset. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa jika ada penambahan jumlah daun akan meningkatkan bobot buah per tanaman.