Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Idea of History

SEJARAH KELAS SOSIAL MASYARAKAT KERATON BUTON : 1942-2004 Muhammad Syahrul Pala; Hamuni Hamuni
Journal Idea of History Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Juli - Desember 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/history.v1i2.465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah kelas sosial pada Masyarakat Keraton Buton: 1942-2004. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dikemukakan oleh Kuntowijoyo (1995) yang terdiri atas (a) Pemilihan topik, (b) Heuristik, (c) Verifikasi, (d) Interpretasi, dan (e) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) Sejarah kelas sosial di Buton merupakan hasil bentukan dari Wa Kaa Kaa. Hal tersebut didasari oleh sistem kerajaan Buton yang menetapkan tongkat kepemimpinan berdasarkan silsilah raja sebelumnya sehingga dibentuklah kasta untuk mengklasifikasi urutan raja. Setiap orang diukur berdasarkan kasta. Hal tersebut tergantung dari garis nasab seseorang. Jika berasal dari kelas kaomu yaitu keturunan Wa Kaa Kaa maka seterusnya menjadi kaomu, jika nasabnya walaka maka seterusnya walaka begitupula Parabela dan Babatua. (2) Bentuk dan fungsi kelas sosial dalam masyarakat Buton memiliki bentuk yang beragam, kaomu terbentuk dari nasab bangsawan melalui Wa Kaa Kaa dan berfungsi sebagai Raja, walaka terbentuk dari nasab garis keturunan bangsawan yaitu mia patamia dan berfungsi sebagai pemilih dan melantik raja dari kelas kaomu, dan parabela terbentuk dari loyalis kerajaan Buton yang berfungsi menjaga kadhie, dan babatua merupakan bentuk budak pelayan kerajaan. Kasta tersebut berpengaruh di bidang sosial politik masyarakatnya. Kata Kunci: Sejarah, Kelas Sosial, Keraton Buton
PENYEBARAN AGAMA KATOLIK DI DESA WAALE-ALE KECAMATAN TONGKUNO SELATAN KABUPATEN MUNA: 1932-2017 Erni Adriani Adriani; Hamuni Hamuni
Journal Idea of History Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari - Juni 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.495 KB) | DOI: 10.33772/history.v2i1.672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebaran agama Katolik di Desa Waale-Ale Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna (1932-2017). Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode sejarah yang dikemukakan oleh Kuntowijoyo yang terdiri dari limatahapan, yaitu: (1) pemilihan topik, (2) pengumpulan sumber, (3) verifikasi sumber, (4) interprestasisumber, dan (5) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada tahun 1932 agamaKatolik mulai masuk di Desa Waale-Ale yang dibawa oleh para Missionaris Barat bernamaAntonius Brokker. Masuknya agama Katolik di Desa Waale-Ale diawali oleh kedatangan YohannesSples untuk melakukan penelitian dan menyurvei tingkat kehidupan masyarakat Desa Waale-Ale.Agama Katolik di Desa Waale-Ale masuk melalui jalur ekonomi, pendidikan, sosial, dan kesehatan. (2) Perkembangan Agama Katolik di Desa Waale-Ale pada 1932-2017 terbagi atastujuh periode, yaitu (a) Periode persiapan, (b) Periode kedatangan Pastor Antonius (c) Periodedatangnya penjajahan Jepang, (d) Periode titik fokus penyebaran ajaran Katolik (1945-1950) , (e)Periode awal perkembangan agama Katolik (1950-1965), (f). Periode 1965-1991 (g) Periode stabil(1991-2017). (3) Pola kehidupan sosial dan budaya masyarakat di Desa Waale-ale dapat dilihat daripelaksanaan tradisi sangia warumbei yang dilakukan oleh masyarakat Waale-Ale tiap empat hari sebelum tibanya bulan Ramadhan. Tradisi tersebut dilakukan oleh kedua penganut agama yang berbeda yang hidup di Desa Waale-ale dan masih dilakukan sampai sekarang.