Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Kependidikan

KONSEP PENDIDIKAN ORANG DEWASA Sunhaji Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.298 KB) | DOI: 10.24090/jk.v1i1.528

Abstract

Advances in science and technology today, the one that needs attention is the concept of education for adults . Not always we talk and review the student's educational sputar school in the relatively young age of the reality on the ground , that is not little adults who should receive education , both informal and non -formal education , for example in the form of skills , courses , refresher courses and so on . The problem that often arises is how to tips and strategies membelajarkan adult postscript school is not occupied . In pskologis adults as students in learning activities can not be treated like regular students children whowere sitting in the school . Adults grow as a person and have a maturity of self-concept moves from dependency as occurs in childhood toward independence or self-direction . Adult psychological maturity as a person capable of self-directed and not directed, forced and manipulated by others. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, salah satu yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai konsep pendidikan untuk orang dewasa. Tidak selamanya kita berbicara dan mengulas di sputar pendidikan siswa sekolah yang relatif berusia muda kenyataan di lapangan, bahwa tidak sedikit orang dewasa yang harus mendapat pendidikan, baik pendidikan informal maupun non formal, misalnya dalam bentuk ketrampilan, kursus- kursus, penataran dan sebagainya. Masalahnya yang sering muncul adalah bagaimana kiat dan strategi membelajarkan orang dewasa yang nota bene tidak menduduki bangku sekolah. Secara pskologis orang dewasa sebagai siswa dalam kegiatan belajar tidak dapat diperlakukan seperti anak-anak didik biasa yang sedang duduk dibangku sekolah. Orang dewasa tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri. Kematangan psikologi orang dewasa sebagai pribadi yang mampu mengarahkan diri sendiri, bukan diarahkan, dipaksa dan dimanipulasi oleh orang lain.
Peran Orang Tua untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Musim Pandemi Covid-19 Haryono Haryono; Sunhaji Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.166 KB) | DOI: 10.24090/jk.v8i2.4711

Abstract

Abstract This study describes the role of parents in increasing children's learning motivation at MI Ma'arif NU 01 Sokanegara Purbalingga. This study used a descriptive survey research method. Sampling using purposive sampling technique with the criteria of the parents of MI Ma'arif NU 01 Sokanegara students, Purbalingga. The sample in this study were 10 respondents who were conducted in February 2021. To obtain data, researchers used interview and observation methods. As we all know, the Covid-19 pandemic that has hit the world has had many impacts in various fields of human life, including education. Likewise in our country, Indonesia. Since the Covid-19 pandemic occurred in early 2020, the government immediately took a system change policy in the delivery of education. So far, prior to the Covid-19 pandemic, teaching and learning activities were carried out directly and centered on schools. Now, in the Covid-19 pandemic season, distance learning has been chosen as the best alternative for students to take. In the implementation of distance learning (PJJ) via online or online, students learn independently from their respective homes, teachers deliver learning materials, provide learning assignments through online learning media. To achieve the success of online learning, of course, requires good participation and cooperation between the school / teacher, students, and parents. The role of parents to motivate children's interest in learning is needed. From the results of the research, the roles played by parents as motivators for children include giving attention, affection, learning facilities, praise, gifts, rewards, and punishments. Keywords: parents, motivation to learn, children, the Covid-19 pandemic Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan tentang peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar anak di MI Ma’arif NU 01 Sokanegara Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria orang tua siswa MI Ma’arif NU 01 Sokanegara Purbalingga. Sampel pada penelitian ini sebanyak 10 responden yang dilakukan pada bulan Februari 2021. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan metode wawancara dan observasi. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 yang melanda dunia, berdampak banyak di berbagai bidang kehidupan manusia, tak terkecuali bidang pendidikan. Demikian pula di negara kita, Indonesia. Sejak terjadi pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020, pemerintah segera mengambil kebijakan perubahan sistem pada penyelenggaraan pendidikan. Selama ini, sebelum terjadi pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara langsung dan berpusat di sekolah-sekolah. Kini, di musim pandemi Covid-19, pembelajaran jarak jauh dipilih sebagai alternatif terbaik yang harus ditempuh oleh para siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) via online atau daring, siswa belajar secara mandiri dari rumah masing-masing, guru menyampaikan materi pembelajaran, memberikan tugas-tugas belajar melalui media pembelajaran daring. Untuk mencapai keberhasilan pembelajaran daring ini tentu membutuhkan peran serta dan kerjasama yang baik antara pihak sekolah/guru, siswa, dan orang tua siswa. Peran orang tua untuk memotivasi minat belajar anak sangat dibutuhkan. Dari hasil penelitian, peran yang dilakukan oleh orang tua sebagai motivator untuk anak diantaranya adalah memberikan perhatian, kasih sayang, fasilitas belajar, pujian, hadiah, penghargaan, dan hukuman. Kata kunci: orang tua, motivasi belajar, anak, pandemi Covid-19