Fitri Suciaty
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : REKA RACANA

Re-design Breakwater di PPI Tulandale Berdasarkan Analisis Hidrodinamika dan Sedimentasi. (Hal. 30-41) Wirawan, Regina Eugeny Destin; Kurniadi, Yessi Nirwana; Suciaty, Fitri
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 3: September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.575 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i3.30

Abstract

ABSTRAKPangkalan Pendaratan Ikan Tulandale berada di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Breakwater di PPI Tulandale tidak dapat melindungi kolam pelabuhan dari gelombang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah re-design breakwater pada PPI Tulandale agar dapat melindungi kolam pelabuhan. Simulasi hidrodinamika, transpor sedimen dan transformasi gelombang dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Mike 21 untuk 2 buah skenario. Pada skenario alternatif 1, mulut pelabuhan di perkecil menjadi 50 m dan skenario alternatif 2 pada kondisi breakwater eksisting ditambah bangunan breakwater tegak lurus garis pantai sepanjang 200 m. Simulasi dilakukan selama 15 hari. Hasil analisis pada pemodelan, kondisi arus saat pasang purnama dan perbani bergerak dari arah barat daya kearah timur laut dengan kecepatan 0,00–0,08 m/s untuk alternatif 1, sedangkan kecepatan arus alternatif 2 arus sebesar 0,08–0,16 m/s. Hasil pemodelan hidrodinamika, transpor sedimen dan transformasi gelombang menunjukan bahwa bentuk re-design breakwater pada alternatif 2 efektif untuk melindungi kolam pelabuhan di PPI Tulandale karena dapat mereduksi gelombang sebesar 46,7% dari gelombang diluar kolam pelabuhanKata kunci: re-design breakwater, hidrodinamika, sedimentasi ABSTRACTTulandale Fishing Port Tulandale is located in Rote Ndao district, The province of Nusa Tenggara Timur. The Breakwater in Tulandale Fishing Port could not protect the port basin from the height of waves. The aimed of this study is to re-design breakwater in Tulandale Fishing Port in order to protect the port basin. The Hydrodynamic, sediment transport and waves transformation simulation are applied in this study by using mike 21 software for 2 scenarios. In the first scenario, the port basin width is reduced to 50 m and the second scenario is using the existing breakwater condition with the added breakwater building Perpendicular along the coast line for 200m. The simulation run of 15 days. The result show that the condition during the spring tide and neap tide move from south west to north east with 0.00-0.08 m/s for first scenario, while the current speed for the second scenario is is 0.08-0.16 m/s. Hydrodynamic result, sediment transport and wave transformation model that the shape of re-design breakwater on the second scenario more effective to protect the port basin at The Tuandale Fishing Port because the wave decrease at 46.7% from outside the port basin.Keywords: re-design breakwater, hydrodynamics, sedimentation
Transformasi Gelombang Swell dan Gelombang Angin di Perairan Selatan Bali (Hal. 28-39) Suciaty, Fitri
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.434 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.28

Abstract

ABSTRAKGelombang swell dengan energi yang besar dan dapat menjalar hingga ratusan kilometer dari daerah pembangkitannya diketahui berpotensi merusak struktur pantai dan juga dapat mengganggu segala aktivitas yang dilakukan di pantai. Gelombang swell juga dinyatakan memberikan pengaruh yang besar pada inundasi yang terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa dan Bali pada tanggal 4-9 Juni 2006 (Nugraheni, dkk., 2017). Studi transformasi gelombang swell dan gelombang angin di perairan selatan Bali dilakukan dengan pemodelan numerik  gelombang menggunakan model gelombang generasi ketiga SWAN model. Simulasi dilakukan dengan tiga nested grid dengan resolusi grid #1, #2 dan #3; masing-masing sebesar 0.05o, 0.005o, dan 0.001o. Simulasi dilakukan untuk dua buah skema pemodelan, yaitu model gelombang swell dan model gelombang angin. Hasil model menunjukan kesesuaian dengan data pengamatan. Hasil simulasi memperlihatkan gelombang swell yang berasal dari Samudera Hindia mendominasi kondisi gelombang di perairan selatan Bali selama periode simulasi (18 Desember 2011-6 Februari 2012). Dibandingkan dengan gelombang angin, gelombang swell menghasilkan tinggi gelombang yang lebih besar baik di lepas pantai maupun di area dekat pantai. Gelombang swell mengalami refraksi yang kuat di sekitar Bukit Peninsula.Kata kunci: gelombang Swell, gelombang angin, pemodelan transformasi gelombang. ABSTRACTSwells with its large energy can propagate up to hundreds of kilometers from the generation location. Therefore, swells have the potential to damage the structure of the coast and also can disrupt all activities carried out on the coast. Swells were also stated to have a major influence on the inundation that occurred along the southern coast of Java and Bali on June 4 to 9, 2006 (Nugraheni, et al., 2017). The study of swells and wind waves transformations in the waters of southern Bali is carried out by numerical wave modeling using a third generationwave model SWAN model. Nested grids are used with spatial resolution of grid #1, #2 and #3; is 0.05o, 0.005o, and 0.001o, respectively. Simulations are carried out for two modeling schemes that areswell models and wind wave models. The simulation shows compliance with observation data. The result shows swells originating from the Indian Ocean mostly dominated wave conditions in the waters of southern Bali during simulation period (18 Desember 2011-6 Februari 2012).  Compared to wind waves, swells produce higher wave both in offshore and coastal area. Swells experienced a strong refraction around the Bukit Peninsula.Keywords: swell, wind wave, wave transformation model.