Idam Ragil Widianto Atmojo
Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Digital dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Noviyani Utami; Idam Ragil Widianto Atmojo
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1716

Abstract

Perkembangan teknologi yang saling terintegrasi dan menyatu saat ini dibutuhkan seni media digital yang estetis dan inovatif untuk penerapan teknologi dengan memberikan dukungan bagi dunia teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mempetakan terkait kebutuhan pendidik dalam penggunaan bahan ajar digital pembelajaran IPA. Penelitian ini berkontribusi guna merekomendasikan kepada seluruh pemangku kepentingan pendidik untuk mempetakan terkait kebutuhan penggunaan bahan ajar digital dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan sampel 24 guru kelas dari 10 sekolah dasar. pendidik dihadapkan masih menggunakan bahan ajar konvesional terkait media pembelajaran yang digunakan; kebutuhan materi bahan ajar digital yang beragam dan kompleks serta perlunya adanya dukungan dari seluruh stakeholder guna memenuhi kebutuhan pendidik di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki potensi kekurangan era digital dan menyadari akan kehadiran era reformasi teknologi.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Digital Interaktif untuk Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Abad 21 Yuliana Yuliana; Idam Ragil Widianto Atmojo
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1733

Abstract

Penelitian ini menjelaskan sejauh mana proses belajar mengajar dalam konteks sekolah dasar apakah telah telah memenuhi karakteristik pembelajaran abad 21, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian studi kasus ini mengumpulkan data 8 guru sekolah dasar dari 8 sekolah dasar. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, dianalisis dengan model interaktif dan disajikan secara deskriptif kuantitatif. Bukti empiris menunjukkan bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan oleh lebih dari separuh guru SD tidak menampilkan pembelajaran abad 21. Sebagian besar pembelajaran mengadopsi pembelajaran yang berpusat pada guru, penggunaan metode konvensional, tidak adanya penggunaan teknologi dalam pembelajaran (100 %), dan diskonfirmasi perkembangan belajar peserta didik di tingkat SD. Namun, guru ditemukan memiliki beberapa kekuatan dalam hal penguasaan konten yang dapat secara eksplisit dan lengkap menyampaikan materi di kelas. Ketiadaan infrastruktur digital di sekolah dan kurangnya pengetahuan pedagogis dan teknologi serta pemahaman tentang perkembangan peserta didik tetap menjadi tantangan dalam memenuhi karakteristik pembelajaran abad ke-21 di kelas. Implikasi dari kondisi ini adalah peserta didik di Indonesia tertinggal dari negara lain dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi