Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dampak lingkungan teman dan keluarga terhadap perkembangan psikologi anak pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan Teknik pengumpulan data adalah Observasi, Inventori, dan Wawancara. Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat dengan subjek adalah salah satu siswa yang bersekolah di Sekolah Dasar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan teman tidak terlalu mempengaruhi perkembangan psikologi subjek, sedangkan dampak perceraian yang dialami subjek cukup mempengaruhi perkembangan psikologisnya. Namun, peran Ibu sebagai single parent dinilai mampu mencover peran Ayah yang dibutuhkan oleh subjek penelitian. Berdasarkan hal tersebut, dapat di simpulkan bahwa salah satu factor utama kunci yang mempengaruhi perkembangan psikologi subjek adalah polarisasi kelompok teman, meskipun pengaruhnya tidak terlalu signifikan