Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : The World of Financial Administration Journal

Prosedur Penjualan Kredit Kendaraan Roda 2 Pada Yamaha Arsita Subang Deddy Suhardi; Nilam Kusumawati
The World of Financial Administration Journal Volume 2 Issue 1 Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wfaj.v2i1.910

Abstract

Sepeda motor adalah salah satu alat transportasi yang digunakan untuk memudahkan aktivitas sehari-hari. Maka dari itu banyak masyarakat atau konsumen yang lebih memilih menggunakan sepeda motor dibanding menggunakan mobil atau alat transportasi lainnya. Sepeda motor dianggap lebih praktis, lebih mudah menerjang kemacetan, tidak memakan banyak tempat yang pastinya harga lebih murah. Yamaha Arista Subang merupakan salah satu dealer yang menjual sepeda motor salah satu unit bisnis Arista Group yang beroprasi dibawah PT.ARISTA MITRA LESTARI sebagai dealer resmi merk sepeda motor terkemuka nasional yang bergerak dalam bidang penjualan sepeda motor dan pelayanan purna jual. Dikarenakan banyak nya minat pada kendaraan roda dua/motor pihak dari yamaha pun mengeluarkan sistem penjualan motor dengan cara kredit agar masyarakat yang belum cukup uangnya untuk membeli motor jadi bisa membeli motor dengan cara kredit. Dengan cara yamaha mengeluarkan sistem penjualan kredit maka semakin banyak masyarakat yang akan berminat dan membeli kendaraan motor di yamaha arista. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana prosedur penjualan motor kredit pada Yamaha Arista Subang. Adapun prosedur penjualan kendaraan roda dua yaitu Pastikan Nama Anda Tidak Di Blacklist Leasing/Bank Indonesia Dan Memiliki Track Record Pembayaran Yang Baik, data-data lengkap, Mempunyai Pekerjaan/Penghasilan Tetap Dan Dapat Dibuktikan,Mengajukan Kredit Dengan Uang Muka Yang Lebih Besar, Memiliki Tempat Tinggal Jelas, Usia Pemohon minimal 21 Tahun Dan Maksimal 60 Tahun. Motorbikes are a means of transportation used to facilitate daily activities. Therefore, many people or consumers prefer to use a motorcycle instead of using a car or other means of transportation. Motorbikes are more practical, easier to hit traffic, not many places are definitely cheaper. Yamaha Arista Subang is a dealer that sells motorbikes, a business unit of the Arista Group, which operates under PT ARISTA MITRA LESTARI as an official dealer for a national leading motorcycle brand that is engaged in motorcycle sales and after-sales service. Due to a lot of interest in two-wheeled vehicles / motorbikes from Yamaha also issued a motorbike sales system on credit so that people who don't have enough money to buy a motorbike can buy a motorbike on credit. With Yamaha issuing a credit sales system, many people will be interested and buy a motorbike at Yamaha Arista. This study aims to see how credit sales procedures at Yamaha Arista Subang. As for the sales procedure for two-wheeled vehicles, namely Make sure your name is not on the Leasing / Bank Indonesia blacklist and has a good payment track record, complete data, has a permanent job / income and can be proven, applies for credit with a larger down payment, has a place Stay clear, the minimum age of the applicant is 21 years and a maximum of 60 years.
PROSEDUR PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA SURIAN KECAMATAN SURIAN KABUPATEN SUMEDANG Deddy Suhardi; Dewi Oktaviani
The World of Financial Administration Journal Volume 4 Issue 2, Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wfaj.v4i2.1498

Abstract

Abstrak Pengelolaan keuangan desa diturunkan dalam bentuk kebijakan desa berupa Anggaran Pendapatan dan Belanja desa (APBDesa) penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengelolaan anggaran dan pendapatan belanja desa (APBDesa) di Kecamatan Surian Sumedang. Penulis menggunakan metode deskriptif dan analitik, dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengambilan data, dengan mencatat dan mencocokkan prosedural dengan fakta lapangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitan ini adalah sumber data primer dan data sekunder. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dan sumber data sekunder diperoleh dari buku, internet, dan dokumen-dokumen yang terkait. Informan dalam penelitian ini adalah camat, kepala desa, sekretaris desa, bendahara desa, kaur pembangunan, BPD, RW, RT, dan perwakilan tokoh masyarakat di Kecamatan Surian Sumedang. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan APBDesa di Kecamatan Surian sudah berdasarkan pada prosedur dan tata cara pengelolaan dana walaupun belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang ada. Dengan demikian perlu dilakukan penyempurnaan secara berkelanjutan dengan tetap menyesuaikan situasi dan kondisi serta perkembangan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kata Kunci: APBDes, Prosedur, Pengelolaan Dana. Abstract Village financial management is reduced in the form of village policy in the form of Revenue and Expenditure Budget (APBDesa). This study aims to determine the procedures for managing the village budget and expenditure (APBDES) income in Surian Sumedang sub-district. The writer is using analytic and descriptive methods. With interviews, observations, and documentations as a way of collecting the datas, by taking notes and match the procedurals with the facts on the scene. The data sources used in this research are primary data sources and secondary data. Primary data sources were obtained through interviews and secondary data sources obtained from books, internet, and related documents. Informants in this study were village head camat, village secretary, village treasurer, development cau, BPD, RW, RT, and representatives of community leaders in Surian Sumedang village. The result of this research is that the management of APBDes in Surian sub-district is already based on procedures and procedures for managing funds, although not yet fully in accordance with existing regulations. It is therefore necessary to make continuous improvement while still adjusting the situation and conditions and the development of applicable legislation. Keywords: APBDes, Procedural, Fund Managements.
Analisis Pendapatan Pajak Daerah Pada Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Subang Periode 2019-2021 Deddy Suhardi; Mella Amelia A.Y
The World of Financial Administration Journal Volume 5 Issue 1, Juni 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Analisis Pendapatan Pajak Daerah pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Subang Periode 2019-2021Sampel dalam penelitian ini adalah Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Subang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melaui teknik studi kelapangan/observasi lapangan tentang pendapatan daerah dan laporan realisasi anggaran pajak daerah yang kemudian dianalisis secara deskriftif dengan analisis rasio efektivitas dan rasio kontribusi penggunaan dana. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Ketercapaian Pajak Daerah pada Pendapatan Asli Daerah tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 di Kabupaten Subang, masing-masing tahun 2019 sebesar 90,74%, tahun 2020 sebesar 101,29%, dan tahun 2021 sebesar 71,07%. (2) Kontribusi Pajak Daerah pada Pendapatan Asli Daerah tahun 2019 sampai dengan tahun 2020, dengan masing masing tahun 2019 sebesar 47,71%, tahun 2020 48,56%, dan tahun 2021 sebesar 47,02%. Hal ini menunjukan ketercapaian dalam realisasi anggaran pajak daerah Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Subang mengalami peningkatan yang fluktuatif terhadap Pendapatan Asli Daerah tetapi sudah cukup berkontribusi dalam rangka mendukung kegiatan daerah. Kata Kunci: Analisis, Pajak Daerah, Target Pajak, Realisasi Pajak, Kontribusi Abstract Analysis of Regional Tax Revenue at the Subang Regency Regional Revenue Agency for the 2019-2021 Period. The sample in this study is the Regional Revenue Agency of Subang Regency. The data in this study were collected through field study techniques/field observations on regional income and regional tax budget realization reports which were then analyzed descriptively with an analysis of the ratio of effectiveness and the ratio of the contribution to the use of funds. The results showed that: (1) The achievement of Regional Taxes on Regional Original Income from 2019 to 2021 in Subang Regency, respectively in 2019 was 90.74%, in 2020 it was 101.29%, and in 2021 it was 71.07%. (2) Local Tax Contribution to Local Original Income from 2019 to 2020, with 2019 at 47.71%, 48.56% in 2020, and 47.02% in 2021. This shows that the achievement in the realization of the regional tax budget of the Subang Regency Regional Revenue Agency has experienced afluctuating increase in Regional Original Income but has contributed enough to supporting regional activities. Keywords: Analysis, Local Taxes, Tax Target, Tax Realization, Contribution