Keterampilan berbicara pada anak usia 4-5 tahun, pada umumnya anak akan mampu menjawab pertanyaan sederhana, menceritakan kembali isi cerita dan aktif bertanya. Hasil pengamatan pada anak kelompok A1 TK Taman Ananda Surabaya, ditemukan bahwa keterampilan berbicara pada anak kelompok A1 masih kurang dalam hal anak belum bisa menceritakan kembali isi cerita, anak masih belum bisa menjawab pertanyaan sederhana dan anak kurang aktif bertanya. Salah satu cara agar keterampilan berbicara anak meningkat adalah menggunakan metode story telling. Melalui metode story telling, anak mampu lebih aktif dalam bertanya, anak mampu menjawab pertanyaan dari guru dan anak mampu menceritakan kembali isi cerita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode story telling terhadap keterampilan berbicara pada anak kelompok A1 TK Taman Ananda SurabayaPenelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subyek dari penelitian ini berjumlah 19 anak yang terdiri dari 10 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan uji wilcoxon matched pairs test. Hasil penelitian uji wilcoxon matched pairs test menunjukkan bahwa nilai THitung= 0 dan nilai signifikasi yang dipakai adalah 5% dan N= 19 maka diperoleh TTabel= 46 karena THitung< TTabel (0<46) maka Ha diterima, sehingga metode story telling berpengaruh terhadap keterampilan berbicara pada anak kelompok A1 TK Taman Ananda Surabaya