Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pasundan Informatika

Penyediaan Layanan Web Service Menggunakan Framework Lumen Untuk Berbagi Layanan Data: (Studi Kasus : SITU Akademik Universitas Pasundan) Waladi Widarno; Sandra Islama Putra
JURNAL PASUNDAN INFORMATIKA Vol. 2 No. 1 (2023): PasInformatik Edisi 01, Januari 2023
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.808 KB) | DOI: 10.23969/pasinformatik.v2i1.7175

Abstract

SITU Akademik Universitas Pasundan merupakan sebuah sistem informasi yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan layanan informasi Akademik bagi seluruh pengguna khususnya yang ada di lingkungan universitas pasundan. Menurut pihak pengelola SITU Akademik UNPAS yaitu PUSDATIN FT UNPAS saat ini belum tersedianya teknologi untuk bertukar data antar sistem atau platform yang lain, karena saat ini SITU Akademik UNPAS hanya tersedia dalam bentuk aplikasi web. sehingga hal tersebut dapat menyebabkan terkendalanya pihak luar atau pengembang aplikasi ketika membutuhkan data dari layanan informasi akademik universitas pasundan. Pada penelitian ini akan dijelaskan mengenai pembuatan web service yang dapat mengintegrasikan data untuk nantinya akan digunakan oleh aplikasi web dan aplikasi mobile yang ada di Sistem Informasi SITU Akademik Universitas Pasundan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara dengan pihak pengelola dari PUSDATIN FT UNPAS, dan Web service akan dibuat menggunakan metodologi WSIL atau Web Service Implementation Lifecycle, dimana di dalamnya terdapat tahapan mulai dari analisis, desain, koding, testing, dan deployment. Hasil akhir dari penelitian ini adalah aplikasi web service menggunakan aturan RESTful API dengan format pertukaran data dalam bentuk JSON melalui URI (Uniform Resource Identifier) dan dibangun dengan framework Lumen, serta telah disesuaikan dengan kebutuhan, karena dibangun berdasarkan identifikasi kebutuhan dan melakukan pemeriksaan terhadap kebutuhan tersebut kepada narasumber yang dilakukan wawancara.
Rancang Bangun Model Konseptual Data BERKAH (Business Engine for Retail, Kitchen, Accommodation & Hospitality): Berbasis Tata Kelola Data–Informasi dan Kebutuhan Aplikasi Sandra Islama Putra
JURNAL PASUNDAN INFORMATIKA Vol. 5 No. 1 (2026): Pasinformatik Edisi 01, Januari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Platform BERKAH menuntut perancangan model konseptual data yang melampaui sekadar “diagram relasi entitas”. Pada konteks ini, model konseptual harus diperlakukan sebagai kontrak makna—yakni rujukan bersama yang membakukan definisi, batasan, dan keterkaitan data—agar pengelolaan, penelusuran, dan audit dapat dilakukan secara konsisten lintas modul. Berdasarkan kebutuhan tersebut, penelitian ini merancang sekaligus membangun model konseptual data BERKAH yang bertumpu pada tata kelola data–informasi dan kebutuhan aplikasi, dengan fokus pada penyatuan entitas inti organisasi–operasional, konsistensi identitas, serta pengakuan bukti digital, persetujuan, dan event log (catatan peristiwa) sebagai komponen konseptual yang setara pentingnya dengan transaksi. Secara metodologis, penelitian menggunakan design science (riset sains desain) melalui tahapan: identifikasi risiko tata kelola, ekstraksi kebutuhan lintas modul, perumusan prinsip tata kelola sebagai aturan konseptual, pemodelan entitas–relasi, serta validasi menggunakan matriks keterlacakan dan skenario transaksi yang representatif. Artefak yang dihasilkan mencakup: (a) paket prinsip tata kelola data–informasi BERKAH, (b) katalog entitas inti berikut definisi dan relasi kunci, (c) matriks keterlacakan yang memetakan kebutuhan aplikasi terhadap entitas, serta (d) diagram konseptual dan alur tata kelola berbasis bukti dan peristiwa. Hasilnya menegaskan bahwa memasukkan dimensi bukti, akses, persetujuan, dan peristiwa sejak level konseptual efektif menekan ambiguitas definisi data, memperkuat auditabilitas, dan membuat transisi ke model logis serta fisik menjadi lebih konsisten dan terkontrol.