This Author published in this journals
All Journal Al-'Adl
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-'Adl

Pluralitas dan Tantangannya Mustafa Mustafa
Al-'Adl Vol 1, No 2 (2008): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.097 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v1i2.838

Abstract

Theoretically, the concept of the plurality is diverse. The plurality includes both metaphysical and physical areas. In a metaphysical area especially in the field of religious faith-there is also plurality. Each is recognized for its existence in accordance with the beliefs of its adherents, both on theological, political and economic aspects.The dominant plurality challenge is the truth claim. Theological, political and economic issues are the three most important factors in life which in history have seen that the theological factor once dominated Western culture, then the political economy, the third world was dominated by the West. Even this dominance by the US, as a superpower, seems to be sustained to the present day. The dominant attitude is not in accordance with the spirit of the concept of plurality. The way of solving it in the field of da'wah is, among others, with an ethical-humanist approach on the principle of universal human values
Maqasid al-Syar'i li Al-Maslahah Mustafa Mustafa
Al-'Adl Vol 1, No 1 (2008): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.782 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v1i1.754

Abstract

Bahwa yang paling mengetahui apa kandungan tujuan syariat serta kandungan maşlahah padanya, hanyalah Tuhan sendiri. Adapun manusia hanyalah sekedar ikhtiar dengan memberdayakan kemampuan nalar seoptimal mungkin dengan menggunakan segenap konsep metodologi yang relevan untuk dapat menangkap maksud Syariat yang kandungannya sangat luas dan maknanya sangat dalam, dan bermuara pada kemaslahatan umat manusia, yakni maslahat dunia akhirat.Antara pendekatan teosntris dan pendekatan antroposentris dan juga pendekatan sosio-historis didukung oleh pendekatan lainnya mutlak harus digunakan dalam menggali dan merumuskan hukum publik syariat, dan seiring dengan orientasi maşlahah yang sangat luas cakupannya, maka perumus hukum tersebut adalah harus para mujtahid yang berkompeten dan mampu menggunakan pendekatan interdisipliner.Bahwa hukum publik Islam itu bukanlah hukum yang kaku dan sekali jadi (tidak bisa diubah). Hukum tersebut adalah harus berubah terus sesuai tingkat kemajuan zaman dan tidak mengenal final. Modernisasi hukum Islam tidak lain adalah upaya para mujtahid untuk merumuskan dan menerapkan hukum Islam secara gradual sesuai laju dinamika perkembangan masyarakat di era kontemporer, khususnya pada negara-negara yang warganya menganut agama yang pluralistik. Dengan demikian hukum publik Islam dapat teraktualisasi sesuai semangat perkembangan zaman dan sesuai maksud syariat demi kemaslahatan umat manusia dunia-akhirat dalam suasana pluralitas agama.