fauzi
Department Of Accounting, STIE Pembangunan Tanjungpinang, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Economic, Accounting Scientific Journal (CASH)

EFEK PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA PERIMBANGAN, LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH DAN SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TERHADAP ALOKASI BELANJA MODAL DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI SEBAGAI PEMODERASI DI KABUPATEN KOTA SE-PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2010 S/D Fauzi Fauzi
EKONOMIKA Vol 4 No 01 (2021): CASH: Economic, Accounting Scientific Journal
Publisher : STIE PEMBANGUNAN TANJUNGPINANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52624/cash.v4i01.1782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui sejauh mana pendapatan asli daerah, dana perimbangan, lain lain pendapatan daerah yang sah dan SiLPA memberikan efek terhadap alokasi belanja modal dengan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel moderasi di kab/kota se-provinsi Kepulauan Riau tahun 2010 s/d 2017. Dalam penelitian ini sampel yang yang digunakan sama dengan populasi yaitu laporan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 2010 s/d 2017 yang diambil dari Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan dan data tabel Pendapatan Domestik Regional Bruto kab/kota se provinsi Kepulauan Riau dari tahun 2010 s/d 2017 yang diambil dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau.Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dari sumber data sekunder. Uji prasyarat analisis data menggunakan uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heterokedastisistas, dan uji autokorelasi. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda yang terdiri dari koefisien determinasi, Uji F dan Uji T. Untuk uji variabel moderasinya menggunakan uji residual.Hasil penelitian ini dimana pendapatan asli daerah dan dana perimbangan berpengaruh signifikan terhadap alokasi belanja modal sedangkan lain lain pendapatan daerah yang sah, SiLPA dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh tapi tidak signifikan terhadap alokasi belanja modal. Hasil uji residualnya petumbuhan ekonomi hanya memoderasi hubungan pendapatan dana perimbangan dan SiLPA terhadap alokasi belanja modal, dan tidak memoderasi hubungan pendapatan asli daerah dan lain lain pendapatan daerah yang sah terhadap alokasi belanja modal.
AKUNTANSI ASET BERSEJARAH: BUKTI DARI KEPULAUAN RIAU - INDONESIA Muhammad Isa Alamsyahbana; Hendy Satria; Fauzi Fauzi
EKONOMIKA Vol 4 No 02 (2021): CASH: Economic, Accounting Scientific Journal
Publisher : STIE PEMBANGUNAN TANJUNGPINANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52624/cash.v4i02.2250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aplikasi akuntansi bagi manajemen Museum Sultan Badrul Alamsyah pengakuan, penilaian, penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Melalui riset ini diharapkan memberikan informasi lebih jelas terkait standar akuntansi aset bersejarah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui data primer melalui wawancara responden dan data sekunder dari dokumen pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengakuan aset bersejarah di museum ini tidak memiliki nilai “value” karena tidak mudah menentukan umur atau nilai aset bersejarah tersebut. Praktik akuntansi aset bersejarah di museum Sultan Badrul Alamsyah masih belum memenuhi standard yang dibuat oleh pemerintah, karena tidak dilakukan penilaian dan penyajian aset bersejarah di catatan atas laporan keuangan.
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI BERDASARKAN METODE HARGA POKOK PESANAN PADA MELAYU IZZA TAYLOR Fauzi Fauzi
EKONOMIKA Vol 6 No 2 (2023): CASH: Economic, Accounting Scientific Journal
Publisher : STIE PEMBANGUNAN TANJUNGPINANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52624/cash.v6i1.2368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harga pokok produksi Melayu Izza Tailor yang merupakan penjahit melayu dengan menggunakan pendekatan full costing. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan perhitungan harga pokok ketika menggunakan metode harga pokok pesanan dibandingkan dengan metode full costing. Selisih biaya sebesar Rp7.312,000 sehingga diperoleh selisih keuntungan sebesar Rp3.542.900,00 atau 3,1%. Disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode full costing terjadi kenaikan harga pokok karena masuknya biaya penyusutan yang sebelumnya tidak diperhitungkan oleh perusahaan.