Peningkatan frekuensi bencana hidrometeorologi telah terjadi di wilayah Kabupaten Tegal yang merupakan daerah dengan risiko bencana tertinggi kedua di Provinsi Jawa Tengah. Kondisi ini juga terjadi di Desa Wotgalih, Kecamatan Jatinegara yang dikategorikan sebagai desa tertinggal oleh Kemendesa, dimana terdapat satu pedukuhan terisolir yang paling sering mengalami bencana. Upaya untuk dapat menimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana adalah dengan penyebaran informasi kebencanaan. Teori Diseminasi Inovasi dan Kerangka Persepsi Risiko menjadi landasan utama peneltian ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses diseminasi informasi kebencanaan dan mengetahui bagimana persepsi risiko masyarakat pada bencana yang terjadi. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus serta melibatkan 12 informan data diinterpretasikan melalui pola penjodohan sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa diseminasi informasi kebencanaan belum berjalan dengan semestinya, persepsi risiko masyarakat timbul berdasarkan pengalaman mereka dalam menghadapi bencana.