Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Tarumanagara Medical Journal

Prevalensi enterobiasis di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Jakarta Timur periode Juli-November 2016 Jeinie Pricylia Yusuf; Chrismerry Song
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3833

Abstract

Enterobiasis sering menginfeksi anak – anak usia prasekolah dan sekolah, penularannya sangat mudah terjadi pada seluruh anggota keluarga, penghuni panti asuhan, asrama, dan di tempat-tempat berkumpulnya orang banyak dalam waktu yang lama. Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 adalah sebuah panti asuhan yang padat penghuni dengan jumlah 104 anak asuh dengan rentang usia prasekolah - sekolah. Kondisi yang demikian merupakan faktor resiko penyebaran infeksi enterobiasis mudah terjadi, namun belum ada data mengenai infeksi enterobiasis pada panti tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi Enterobiasis di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 104 sampel dipilih secara consecutive non-random sampling. Data diperoleh dengan pengambilan sampel dengan teknik anal swab pada responden dan diperiksa langsung di bawah mikroskop cahaya. Prevalensi Enterobiasis dari 104 sampel di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 kelurahan Klender, kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur adalah 53,8%.
Hubungan status infeksi Askariasis dengan status gizi anak di Komunitas Sahabat Anak area Jakarta Barat periode 2015–2016 Rendy Singgih; Chrismerry Song
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5857

Abstract

Infeksi kecacingan merupakan salah satu penyebab gizi buruk pada anak. Subjek penelitian terdiri dari 60 anak. Studi dilakukan dengan pengambilan sampel tinja, pengukuran tinggi, berat badan dan umur anak. Kemudian dilakukan pemerisaan status infeksi dan dihubungkan dengan status gizi. Status gizi ditentukan dengan indikator BB/TB untuk anak di bawah 5 tahun dan IMT/U untuk anak berusia diatas 5 tahun. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 23 (38,3%) anak menderita infeksi A. lumbricoides dengan status gizi kurang berdasarkan indikator IMT/U sebanyak 5 (21,7%) anak. Berdasarkan uji chi-square didapatkan nilai p sebesar 0,496 dengan prevalence risk 0,731 dengan rentang (CI 95%) 0,291 – 1,825 yang artinya tidak ada perbedaan yang bermakna antara hubungan status infeksi dengan status gizi.
Gambaran kepadatan tungau debu pada ruangan-ruangan Sekolah X Jakarta periode April - Juni 2018 Ignatius Daniel Setyabudi; Chrismerry Song
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7841

Abstract

Tungau debu merupakan salah satu aero allergen yang dapat menyebabkan alergi pada manusia, baik pada dewasa maupun anak-anak. Tungau ini dapat ditemukan di berbagai tempat, baik di dalam maupun di luar ruangan. Studi deskriptif ini dilakukan untuk mengetahui kepadatan tungau debu yang ada pada seluruh ruangan sekolah X di Jakarta. Metode studi adalah cross-sectional, sampel diambil secara non-random sampling (accidental sampling). Besar sampel minimal adalah 138 sampel, dengan menggunakan rumus satu sampel tunggal untuk estimasi proporsi suatu populasi, namun total sampel yang diperoleh hanya 90 yang terdiri dari 25 ruangan SD, 25 Ruangan SMP, dan 40 Ruangan SMA. Sampel debu tiap ruangan diambil dengan menggunakan kuas lalu tungau diisolasi menggunakan corong berlese, selanjutnya diperiksa di bawah mikroskop cahaya. Berat total debu dari ruangan-ruangan di SD adalah 63.1 gram (rata-rata 2.49 gram) terbanyak di ruang kelas 23; di ruangan SMP adalah 104.81 gram (rata-rata 4.19 gram) terbanyak di ruang musik; dan di ruangan SMA adalah 160.1 gram (rata-rata 4.00 gram) terbanyak di perpustakaan. Tungau debu ditemukan pada 44 ruangan yang terdiri dari 6 ruangan di SD dengan total 10 tungau debu; 14 ruangan di SMP dengan total 98 tungau debu; 24 ruangan di SMA dengan total 182 tungau debu. Tungau debu terbanyak ditemukan di perpustakaan SMA (25 tungau). Rata-rata tungau debu per ruangan adalah 3.21 tungau.
Gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2018 mengenai geohelminthiasis Sebastian Giovanni; Chrismerry Song
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18475

Abstract

Geohelminthiasis termasuk neglected tropical disease, di mana penyakit ini ditransmisikan lewat tanah.1 Setidaknya 1,5 miliar individu menderita geohelminthiasis dengan jumlah terbesar di Afrika sub-Sahara, Amerika, China dan Asia timur.2  Kejadian geohelminthiasis di Indonesia tahun 2017 sendiri tergolong sangat tinggi, mencapai 2,5% - 62%. Penting untuk mengetahui kemampuan para calon dokter dalam menangani penyakit ini karena termasuk dalam kompetensi 4A pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa, serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap dan perilaku mahasiswa mengenai geohelminthiasis. Metode studi adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang diambil secara simple random sampling. Hasil pada studi ini menunjukkan 16% dengan tingkat pengetahuan baik, sebanyak 41% dengan tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak 43% dengan tingkat pengetahuan yang kurang. Sikap mahasiswa didapatkan sebanyak 94% dengan sikap yang baik dan sebanyak 6% dengan sikap yang kurang. Perilaku mahasiswa didapatkan sebanyak 94% dengan perilaku yang baik dan 6% dengan perilaku yang kurang. Kesimpulan dari penelitian ini pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2018 memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, sikap dan perilaku yang baik mengenai geohelminthiasis.
Tingkat pengetahuan tentang tindakan pencegahan malaria berdasarkan karakteristik masyarakat Kabupaten Merauke periode tahun 2022 Fanya Felicia Nadin Latumahina; Chrismerry Song
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24382

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit tular vektor nyamuk Anopheles betina dan sering menyebabkan tingkat mortalitas yang tinggi. Malaria masih menjadi masalah kesehatan terutama di wilayah Papua termasuk Kabupaten Merauke yang merupakan wilayah endemis. Penyakit ini dapat dicegah dan dibutuhkan penyebaran informasi kepada masyarakat terutama daerah endemis. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mengenai pencegahan malaria berdasarkan karakteristik masyarakat Kabupaten Merauke. Studi deskriptif cross-sectional ini dilakukan di Kabupaten Merauke khususnya di Kelurahan Mandala, Kelurahan Karang Indah, dan Kelurahan Samkai. Jumlah subjek studi sebanyak 300 orang yang dibagi menjadi 100 subjek pada setiap kelurahan dan diambil dengan metode consecutive sampling. Data studi diperoleh menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan mengenai tindakan pencegahan malaria. Hasil studi ini didapatkan mayoritas subjek memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (194 subjek; 64,7%). Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan malaria paling tinggi pada usia 15-30 tahun yaitu sebanyak 34.6% (44/127), dan didapatkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan responden, semakin tinggi pula tingkat pengetahuan responden, yaitu pada tamatan SMA sebesar 35.9% (51/142), S1 sebesar 71.1% (37/52), dan S2 sebesar 100% (3/3). Masyarakat yang belum pernah menderita malaria sebelumnya memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi yaitu sebanyak 38.3% (18/47) dibandingkan yang pernah terinfeksi (31,2%; 79/253). Kesimpulan dari penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Merauke mayoritas memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai pencegahan malaria, tingkat pengetahuan lebih baik pada masyarakat yang memiliki riwayat tingkat pendidikan lebih tinggi dan tidak pernah menderita malaria.