Ferdinand Wowiling
Universitas Sam Ratulangi

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 AMURANG Tujuwale, Arinny; Rottie, Julia; Wowiling, Ferdinand; Kairupan, Ralph
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11900

Abstract

Abstract:The Relationship of the Parents’ Caring Model with Depression Levels in Class X at SMA Negeri 1 Amurang. Depression is a period of disruption of human functions associated with the natural feelings of sadness and accompanying symptoms, including changes in sleep patterns and appetite, psychomotor, concentration, anhedonia, fatigue, despair and helplessness, as well as suicide. TheParents’ Caring Model is a pattern of behavior that applies to children and is relatively consistent from time to time. This model of behavior can be perceived by children from its negative and positive side. The purpose of this study is to analyze the relationships of the parents’ caring model with depression levels in class X at SMA Negeri 1 Amurang.The method used is descriptive correlation with a cross sectional design. The sampling-taking technique in this research is that the quota sampling is 91 samples. The data collection was carried out by using a questionnaire. The resultsare based on the statistical test Chi-Square test with a 95% significance level (α = 0.05) and are presented in the table 3x4 which values p = 0.003 which is smaller than α (0.05).The conclusionis that there are relationships of the parents’ caring model with depression levels in class X at SMA Negeri 1 Amurang. The suggestionis that it isexpected that young people to be able to make the materials as an indicator for the teens to live a daily life both in the family and in the school or community and in showing attitudes and to be responsible in any given tasks. Keywords: Parents’ Caring Model, Depression Levels. Abstrak: Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Depresi Pada Siswa Kelas X Di SMA Negeri 1 Amurang. Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putus asa dan tidak berdaya, serta bunuh diri. Pola asuh orang tua adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak dari segi negatif maupun positif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat depresi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Amurang. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu quota sampling dengan jumlah 91 sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik PearsonChi-Square test dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05) disajikan dalam tabel 3x4 diperoleh nilai p=0,003 yakni lebih kecil dibandingkan α (0,05). Kesimpulan terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat depresi pada remaja di SMA Negeri 1 Amurang. Saran diharapkan para remaja agar dapat menjadikan bahan sebagai tolak ukur para remaja dalam menjalani kehidupan setiap hari baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan sekolah atau masyarakat, dalam bersikap dan bertanggung jawab pada setiap tugas yang diberikan. Kata kunci: Pola Asuh Orang Tua, Tingkat Depresi.
PERDEBAAN POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER PADAANAK DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TONDANOPASCA BANJIR BANDANG KOTA MANADO Pangau, Alfrits; Kanine, Esrom; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5204

Abstract

Abstrack: Introduction Post-traumatic stress disorder is a stressful experience that occurred as a result of disasters that may occur in every individual and children are vulnerable to get PTSD. Purpose of this study was to know charactheristics of age, gender and educationas well the different post-traumatic stress disorder in childrens in watershed tondano after flash flood in Manado. The design of this study using descriptive research design using a study group. Samples are 94 people. The data was collected by using questionnaire then the data were processed and analyzed by independent t-test with a significance level (α) of 0.05. based on the test results of the analysis using independent t-test P = 0.041 obtained value <α = 0.05, it can be concluded that there are differences in post-traumatic stress disorder in children after the Tondano watershed flood the city of Manado. Concluded that there are differences of post-traumatic stress disorder in childrens in watershed tondano after flash flood in Manado. Keywords : Post Traumatic Stress Disorder, Children. Abstrak: Pendahuluan Post-traumatic stress disorder adalah pengalaman stres yang terjadi akibat bencana yang dapat terjadi pada setiap individu dan anak–anak merupakan kelompok yang rentan mendapatkan PTSD. Tujuan penelitian diketahui karakteristik umur, jenis kelamin,dan pendidikan serta adanya perbedaan pada anak di daerah aliran sungai tondano pasca banjir bandang kota Manado. Desain penelitian desain penelitian deskriptif dengan menggunakan kelompok studi. Sampel 94 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner selanjutnya data diolah untuk dianalisa dengan uji independent t-test dengan tingkat kemaknaan (α) 0,05. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis menggunakan uji independent t-test diperoleh nilai P = 0,041 < α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan post traumatic stress disorder pada anak di daerah aliran sungai tondano pasca banjir bandang kota Manado. Kesimpulan dalam penelitian ini ada perbedaan post-traumatic stress disorder pada anak di daerah aliran sungai tondano pasca banjir bandang kota Manado. Saran untuk pemerintah dan LSM dapat membantu penanganan PTSD sehingga kejadian traumatik ini dapat diatasi. Kata kunci : Post Traumatic Stress Disorder, Anak.
GAMBARAN TAHAPAN KEHILANGAN DAN BERDUKA PASCA BANJIR PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN PERKAMIL KOTA MANADO Laluyan, Mega Maria; Kanine, Esrom; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5267

Abstract

Abstract: Loss and grieving is an integral part of life. Lost is a state of the individual part with something that previously existed, then there is no case, either in part or its entirety and grieving is the emotional response is expressed against loss manifested the feelings of sadness, anxiety, shortness of breath, insomnia and others. description of the stages of loss and grieving after the floods on communities in the Village Perkamil Manado City. This research uses descriptive survey method with cross sectional approach. Respondents in the study were neighbourhood 1 Perkamil village residents as much as 20 respondents. The result of the respondents have a positive response amounted to 63 people (67,7%) while the respondents have a negative response amounted to a 30 person (32,3%). Keywords: Loss and Grief, Perkamil, description. Abstrak: Kehilangan dan berduka merupakan bagian integral dari kehidupan.Kehilangan adalah suatu keadaan individu berpisah dengan sesuatu yang sebelumnya ada, kemudian menjadi tidak ada, baik terjadi sebagian atau keseluruhan dan berduka adalah respon emosi yang diekspresikan terhadap kehilangan yang dimanifestasikan adanya perasaan sedih, cemas, sesak nafas, susah tidur dan lain-lain. gambaran tahapan kehilangan dan berduka pasca banjir pada masyarakat di Kelurahan Perkamil Kota Manado. penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian merupakan warga kelurahan Perkamil lingkungan 1 sebanyak 93 responden. Hasilnya responden memiliki tanggapan positif berjumlah 63 orang (67,7%), sedangkan responden yang memiliki tanggapan negatif berjumlah 30 orang (32,%). Kata Kunci: Kehilangan dan Berduka, Perkamil, gambaran.
HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PERAWAT DENGAN PENERAPAN PATIENT SAFETY DI IGD DAN ICU RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Yudi, Desiana; Tangka, Jon W.; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.22885

Abstract

Abstract : Patient safety is an important thing that must be considered by nurses inproviding nursing care. Excessive physical and mental workload can affect the quality ofhealth services provided. The purpose of the study was to determine the relationship betweenphysical and mental workload of nurses with the application of patient safety. Method uses acorrelation analytic research design with a cross sectional approach. The sample of this studyused a total population of 30 nurses working at the emergerncy unit and ICU GMIMPancaran Kasih HospitalManado. Results of the study used the chi square test at asignificance level of 95%, significant for physical workload with the application of patientsafety (p value 0.023 ; α 0.05) and not significant for mental workload with the application ofpatient safety (p value 0.089 ; α 0.05). Conclusion, nurse’s physical workload is significantlyrelated to the application of patient safety and the nurse’s mental workload is notsignificantly related to the implementation of patient safety in the emergency unit and ICURSU GMIM Pancaran Kasih Manado.Keywords: physical workload, mental workload, patient safety.Abstrak : Patient safety merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh perawat dalammemberikan asuhan keperawatan. Beban kerja fisik dan mental yang berlebihan dapatmempengaruhi mutu pelayanan kesehatan yang diberikan. Tujuan penelitian untukmengetahui hubungan beban kerja fisik dan mental perawat dengan penerapan patient safety.Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatancross sectional. Sampel penelitian ini menggunakan total populasi yaitu seluruh perawat yangbekerja di IGD dan ICU RSU GMIM Pancaran Kasih Manado sebanyak 30 responden. Hasilpenelitian dengan menggunakan uji chi square pada tingkat kemaknaan 95%, signifikan untukbeban kerja fisik dengan penerapan patient safety (nilai p 0,023 ; α 0,05) dan tidak signifikanuntuk beban kerja mental dengan penerapan patient safety (nilai p 0,089 ; α 0,05).Kesimpulan, beban kerja fisik perawat berhubungan secara bermakna dengan penerapanpatient safety dan beban kerja mental perawat tidak berhubungan secara bermakna denganpenerapan patient safety di IGD dan ICU RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.Kata Kunci : beban kerja fisik, beban kerja mental, patient safety.
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA (DEFISIT PERAWATAN DIRI)TERHADAP PELAKSANAAN ADL (ACTIVITY OF DAYLI LIVING) KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DI RSJ Prof.Dr. V. L RATUMBUYSANG RUANG KATRILI Madalise, Seniaty; Bidjuni, Hendro; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8142

Abstract

Abstrak:Gangguan jiwa menyebabkan penderitanya tidak sanggup menilai dengan baik kenyataan, tidak lagi menguasai dirinya untuk mencegah mengganggu orang lain atau merusak/menyakiti dirinya sendiri. Masalah umum yang dialami pasien gangguan jiwa adalah kurangnya perawatan diri seperti kegiatan melakukan pekerjaan rutin sehari-hari (ADL) khususnya perawatan kebersihan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pelaksanaan ADL (activity of daily living) pasien gangguan jiwa di RSJ Ratumbuysang ruang katrili. Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan One Group Pre-Test-Post-Test Design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling dengan jumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan pelaksanaan ADL (activity of daily living) gigi dan mulut dari 10 pasien (33,3%) menjadi 29 pasien (96,7%) setelah pemberian pendidikan kesehatan. Hasil Uji wilcoxon signed rank didapatkan nilai p=0,000 < α = 0,05. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap pelaksanaan ADL (activity of daily living) kebersihan mulut dan gigi di RSJ Ratumbuysang ruang katrili. Saran lebih meningkatkan mutu kesehatan pada pasien gangguan jiwa, terlebih khusus kesehatan gigi dan mulut.Kata Kunci : Gangguan jiwa, ADL (activity of daily living), gigi dan mulut
PENGARUH PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN DEFISIT PERAWATAN DIRI TERHADAP KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE PADA PASIEN DI RSJ. PROF. V. L. RATUMBUYSANG MANADO TAHUN 2016 Pinedendi, Novita; Rottie, Julia; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12920

Abstract

Abstract Upbringing Treatment of devisit treatment of x'self at soul trouble patient very needed to to train independence personal of hygiene. Target of this Research is know to influence applying of upbringing treatment of devisit treatment of x'self to independence personal of hygiene at patient in RSJ Prov. Dr. V. L. Ratumbuysang Manado. This desain research is Analytic Observasional. Population in this research is all patient of devisit treatment of x'self residing in Room of Katrili And of Alabadiri RSJ. Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Manado amounting to 27 people with Intake of sampel in this research use Total technique of Sampling, instrument the used is observation sheet and kuesioner.Result of there are influence which is signifikan to applying of upbringing treatment of devisit treatment of x'self at patient (p=0.002). Pursuant to result of research. that Most responden answer to apply treatment upbringing and most self-supporting to personal of hygiene, hence from that better contribution at Nurse to be always give support apply treatment upbringing more optimal to be independence personal of higene more selfsupporting. Keywords: Upbringing Treatment Of Defisit Treatment Of X'Self, Schizoferania Abstrak Kesehatan jiwa adalah suatu bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan, atau bagain integral dan merupakan unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia, salah satu permasalahan yang sering menjula pada klien dengan gangguan jiwa adalah defisit perawatan diri yang berkaitan dengan Personal Hygiene. Personal Hygiene sangat tergantung pada pribadi masing-masing yaitu nilai individu dan kebiasaan untuk mengembangkannya. Pemeliharaan personal hygiene berarti tindakan memelihara kebersihan dan kesehatan diri seseorang. Asuhan keperawatan defisit perawatan diri pada pasien gangguan jiwa sangat diperlukan untuk melatih kemandirian personal hygiene.Tujuan Penelitian ini ialah diketahui pengaruh penerapan asuhan keperawatan defisit perawatan diri terhadap kemandirian personal hygiene pada pasien di RSJ Prof. V. L. Ratumbuysang Manado. Desain Penelitian ini adalah pra eksperimental one group pra test post test design.Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien defisit perawatan diri yang berada diruangan Katrili dan ruangan AlabadiriRSJ Prof. V. L. Ratumbuysang Manado yang berjumlah 27 orang dengan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, instrument yang digunakan ialah kuesioner dan lembar observasi. Hasil Penelitian terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan asuhan keperawatan defisit perawatan diri pada pasien (p=0.003). berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa personal hygiene sebelum dan sesudan diberikan intervensi menunjukan paling banyak berada pada kategori ketergantungan sedang, maka dari itu sebaiknya kontribusi pada perawat agar selalu memberikan dukungan menerapkan asuhan keperawatan lebih optimal agar kemandirian personal hygiene lebih mandiri. Kata kunci: Asuhan Keperawatan Defisit Perawatan Diri, Gangguan Jiwa
HUBUNGAN DUKUNGAN EMOSIONAL KELUARGA DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA LANSIA DI DESA WATUTUMOU III Sangian, Liliyanti M L; Wowiling, Ferdinand; Malara, Reginus
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i2.16841

Abstract

Abstract : Family support is a form of servant behavior performed by the family both in the form of emotional support, awards, information and instrumental. Self-acceptance of the elderly is a high appreciation or not being cynical about self-relating to the elderly's willingness to open up or express thoughts, feelings, and reactions to others and able to accept his shortcomings as well as his ability to accept the advantages. The purpose of this study to analyze The relationship between the emotional support of the family and the self-acceptance of the elderly in Watutumou Village III. The research method is analytical descriptive with cross sectional design. The sampling technique in this study is purposive sampling with the sample number of 60 respondents.The data collection is done by using a questionnaire and interview sheet. Processing data using computer program with Pearson chi-square test with a significance level of 95% (α =, 005). The results of this study using pearson chi-square analysis showed that there was a relationship between the emotional support of the family and the self-acceptance of the elderly in Watutumou III Village (p = 0,000). Conclusion There is a relationship between the emotional support of the family with self-acceptance in the elderly in Watutumou Village III. Keywords:emotional support of the family, the self-acceptance of the elderly Abstrak : Dukungan keluarga adalah suatu bentuk perilaku melayani yang dilakukan oleh keluarga baik dalam bentuk dukungan emosi, penghargaan, informasi dan instrumental.Penerimaan diri lansia merupakan penghargaan yang tinggi atau tidak bersikap sinis terhadap diri sendiri yang berkaitan dengan kerelaan lansia untuk membuka diri atau mengungkapkan pikiran, perasaan, dan reaksi terhadap orang lain serta mampu menerima kekurangan dirinya sebagaimana kemampuannya untuk menerima kelebihannya.Tujuan penelitian ini untuk menganalisahubungan antara dukungan emosional keluarga dengan penerimaan diri pada lansia di Desa Watutumou III. Metode penelitian yaitu deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian inipurposive samplingdengan jumlah sampel 60 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan program komputer dengan uji pearson chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = ,005). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis pearson chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan emosional keluarga dengan penerimaan diri pada lansia di Desa Watutumou III(p= 0,000). Kesimpulan terdapat hubungan antara dukungan emosional keluarga dengan penerimaan diri pada lansia di Desa Watutumou III. Kata kunci : Dukungan Emosional Keluarga, Penerimaan Diri Lansia
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA SAAT PEMASANGAN INFUS PADA ANAK DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Suselo, Rosida R.; Rompas, Sefti; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.15789

Abstract

Abstract : Therapeutic communication is communication that is planed and carried to asmed to help the healing and recovery of the patient. Anxiety is a fear that is not pleasant and can not be justified, often accompanied by physiological symptions. The purpose to test the therapeutic nurse respondents. The result based on test spearman rho correlation therapeutic communication with value obtained in levels of anxiety (p) = 0,000 where the value of α = 0,817. Conclution of this during infusion in children in the departemen of RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado. Keywords : Therapeutic Communication, Levels of Anxiety Abstrak : Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan dan dilakukan bertujuan untuk membantu penyembuhan atau pemulihan pasien. Kecemasan adalah suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan dan tidak dapat dibenarkan yang sering disertai dengan gejala fisiologis. Tujuan penelitian untuk menguji hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan orang tua saat pemasangan infuse pada anak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Sampel penelitian 53 responden. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik Spearman Rho terdapat hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan diperoleh (p)=0,000 dimana nilai α=0,817. Kesimpulan hasil pnelitian ini menunjukkan adanya hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan orang tua saat pemasangan infuse pada anak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Tingkat Kecemasan
KEBIASAAN MAKAN MAKANAN TINGGI PURIN DENGAN KADAR ASAM URAT DI PUSKESMAS Kussoy, Veronica Flaurensia Magdalena; Kundre, Rina; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i2.27476

Abstract

Abstract: Unhealthy community eating patterns by consuming high protein foods that contain high purine levels causes the incidence of hyperuricemia to increase. Consuming high purine foods will increase uric acid levels in the blood, which predisposes to gouty arthritis. The aim was to determine the Corelation between high purine food eating habits with uric acid levels in the working area of Remboken Community Health Center. The research design used descriptive analytic with Cross Sectional Study approach. A sample of 51 respondents was obtained using the Total Sampling technique. The results of statistical test studies using the Fisher’s Exact Test at a significance level of 95%, obtained a significant value ρ = 0.034 <α (0.05). The conclusion is that there is a relationship between eating habits of high purine foods with uric acid levels.Keywords : Purines, Gout, Eating habitsAbstrak : Pola makan masyarakat yang tidak sehat dengan mengkonsumsi makanan berprotein tinggi yang mengandung kadar purin tinggi menyebabkan kejadian hiperurisemia semakin meningkat. Mengkonsumsi makanan tinggi purin akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah, yang merupakan predisposisi terjadinya gout arthritis. Tujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan makanan tinggi purin dengan kadar asam urat di wilayah kerja puskesmas remboken. Desain penelitian yang digunakan yaitu Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel berjumlah 51 responden yang didapat dengan menggunakan tehnik Total Sampling. Hasil penelitian uji statistik menggunakan uji Fisher’s Exact Test pada tingkat kemaknaan 95%, didapatkan nilai signifikan ρ = 0,034 < α (0,05). Kesimpulan ada hubungan antara kebiasaan makan makanan tinggi purin dengan kadar asam urat.Kata kunci : Purin, Asam Urat, Kebiasaan makan
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN KEJADIAN IRITASI VAGINA SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA DI SMP NEGERI 8 MANADO Winerungan, Ester Maria; Hutagaol, Esther; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2180

Abstract

Abstract: Adolescent reproductive health, namely, healthy condition involving the reproductive system (functions, components, and processes) that are owned by teenagers, both physically, mentally, emotionally and spiritually. Reproductive health disorders are often found in teenagers during menstruation, the incidence of irritation. Purpose of this study to determine the relationship with occurrence of reproductive health knowledge vaginal irritation during menstruation in adolescents in SMP Negeri 8 Manado. Methods that uses cross-sectional observational analytic. Sample was the total population of the 167 respondents in accordance with inclusion criteria that have been menstruating for 3 months and are willing to respondents. The data were analyzed using SPSS univariate in the form of tables and bivariate frequency distributions using Spearman Rho correlation formula. Statistical test results showed Spearman Rho Correlation Coefficient (r)= 0.499isthe level of the relationship. Significance of the relationship between the two variables is (p)= 0.000, which indicates the value of < 0.05 was thus H1 is accepted or no relationship to the incidence of reproductive health knowledge vaginal irritation during menstruation in adolescents. Conclusion no association with the incidence of reproductive health knowledge vaginal irritation during menstruation in adolescents in  junior STATE 8 Manado. Keywords: Reproductive Health Knowledge, Current Events Menstruation irritation. Abstrak: Kesehatan reproduksi remaja yaitu, kondisi sehat yang menyangkut system reproduksi ( fungsi, komponen, dan proses) yang dimiliki oleh remaja baik secara fisik, mental, emosional dan spiritual.Gangguan kesehatan reproduksi yang sering ditemukan pada remaja saat menstruasi, yaitu kejadian iritasi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan kejadian iritasi vagina saat menstruasi pada remaja di SMP Negeri 8 Manado.Metode Penelitian yaitu observasional analitik menggunakan cross sectional. Sampel  penelitian ini adalah total populasi yaitu 167 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah mengalami menstruasi selama 3 bulan terakhir dan bersedia menjadi reponden. Data yang didapat dianalisa menggunakan  SPSSsecara univariat  dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan secara bivariat  dengan menggunakan rumus korelasi Spearman Rho. Hasil uji statistikSpeaman Rhomenunjukkan Koefesien Korelasi(r) = 0,499  merupakan tingkat hubungan yang sedang. Signifikansi dari hubungan kedua variabel tersebut adalah  (p) = 0,000 yang menunjukkan nilai tersebut <0.05 dengan demikian H1 diterima atau ada hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan kejadian iritasi vagina saat menstruasi pada remaja. Kesimpulan ada hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan kejadian iritasi vagina saat menstruasi pada remaja di SMP NEGERI 8 Manado. Kata Kunci: Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, Kejadian Iritasi Saat Menstruasi