Pada penelitian ini penulis mengangkat novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis. Abdoel Moeis lahir di Solok, Sumatra Barat, pada tahun 1886. Beliau meninggal dunia di Bandung pada 17 Juli 1959. Semasa hidupnya, beliau aktif dalam Serikat Islam dan pernah menjadi anggota Dewan Rakyat (1920-1923). Penelitian ini akan mengkaji unsur intrinsik dan maskulinitas dalam novel Salah Asuhan. Maskulinitas yang terdapat dalam novel ini bisa dilihat dari tokoh Hanafi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami unsur intrinsik dan maskulinitas yang terkandung dalam novel Salah Asuhan. Novel ini menceritakan Hanafi yaitu seorang bumiputra yang diasuh dan dididik dengan pendidikan Belanda, sehingga ia tumbuh menjadi pemuda yang lebih menyukai hal yang kebarat-baratan daripada kebudayaan tanah kelahirannya. Maskulinitas dalam karya sastra menggambarkan bahwa laki-laki lebih tinggi derajatnya daripada perempuan. Hal ini merupakan sistem patriarki yang menyebabkan ketidakadilan gender. Maka dari itu penulis akan membahas mengenai maskulinitas.