Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGKAJIAN PENENTUAN BESARAN BATASAN (THRESHOLD) TERHADAP PERUNTUKAN KEGIATAN PERUMAHAN WAJIB ANDALALIN Effendhi Prih Raharjo; Azrisal Azrisal; Dani Hardiyanto; Sahar Andika
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 1 (2015): June 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.29 KB)

Abstract

Peraturan pendukung yang kurang dapat menjelaskan secara rinci mengenai batasan-bataasan kewajiban (threshold) terhadap Andalalin. Seharusnya ada pedoman yang pasti untuk menghindari perbedaan pandangan para pengembang mengenai kriteria wajib andalalin di setiap daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kriteria dalam menentukan batasan lokasi wajib andalalin terhadap besaran dan peruntukan pembangunan atau pengembangan guna lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap pembangunan/pengembangan guna lahan yang dapat meningkatkan volume lalu lintas sampai dengan 10% dari volume sebelumya memerlukan analisis dampak lalu lintas. Analisis perbandingan volume lalu lintas dan luasan lahan untuk mengetahui besaran pengaruh luasan lahan terhadap bangkitan perjalanan atau volume lalu lintas. Bangkitan perjalanan pada luasan lahan lebih dari atau sama dengan 165 m² wajib dilakukan andalalin. Jumlah unit bangunan akan mempengaruhi besarnya bangkitan perjalanan dan volume lalu lintas, untuk nilai perbandingan volume lalu lintas dan bangkitan perjalanan terhadap jumlah unit bangunan adalah lebih dari atau sama dengan 77 unit wajib untuk dilakukan andalalin.
KONEKTIVITAS ANGKUTAN KERETA API DENGAN ANGKUTAN JALAN ( STUDI KASUS : STASIUN TAMBUN, BEKASI ) Subarto Subarto; Djamal Subastian; Gloria Novita C; Sahar Andika
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 10 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.809 KB)

Abstract

Wilayah Kabupaten Bekasi yang luas dan sebagian besar penduduknya yang bekerja di wilayah Jabotabek ini menyebabkan adanya kebutuhan terhadap angkutan umum yang memiliki karakteristik perjalanan yang cukup panjang, melihat kondisi lalu lintas dan kondisi jaringan jalan yang kurang baik. Sehingga adanya pelayanan angkutan kereta api (KA) menjadi sangat penting. Sejak dibukanya layanan kereta api dari Cikarang-Jakarta yang juga melayani Stasiun Tambun, jumlah penumpang yang naik/ turun di Stasiun Tambun terus meningkat. Karakteristik penumpang kereta api di Stasiun Tambun, sekitar 60% menggunakan sepeda motor dan ojek dan hanya 23 % yang menggunakan angkutan umum. Penumpang kereta api di Stasiun Tambun 70% dominan menyatakan bahwa layanan angkutan umum baik, namun hanya 30% dari non-pengguna angkutan umum yang bersedia pindah moda ke angkutan umum jika disediakan layanan angkutan. Saat ini terdapat 9 trayek angkutan umum dengan jumlah kendaraan 156 unit yang dapat melayani penumpang menuju/ meninggalkan Stasiun Tambun, Bekasi; namun dengan kinerja yang kurang baik dan cenderung buruk. Peningkatan layanan angkutan umum dapat diutamakan khususnya pada headway, penjadwalan (menghilangkan ngetem) dan memperpanjang jam operasional, dan semuanya masih dapat diakomodir oleh jumlah kendaraan yang beroperasi saat ini (tidak perlu penambahan armada).