Sebagai kegiatan berbasis masyarakat yang paling memasyarakat dewasa ini,
Keberadan posyan diadalam masa krisis ekonomi menarik untuk dikaji. Kajian ini diperoleh melalui kajian wawancara mendalam dan partisipasi terlibat terhadap 10 perempuan kader posyandu yang masih bertahan pada masa krisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa para kader dapat mengatasi berbagai permasalahn yang tibul akibat terjadinya krisis ekononomi. Mereka bersedia mengatasi meningkatnya biaya operasi dan menurunya sumber penghasilan posyandu (dari para donatur) dengan memberikan kontribusi uang pribadi mereka, meskipun ekonomi rumah tangga mereka pun juga mengalami dampak ekonomi krisis kerja social mereka pun terbukti sangat membantu kelancaran pelaksanaa program penanggulangan bencana krisis dari BKKBN dan departemen kesehatan. Keikhlasan dan kebertahanan merekadalam menggiatkan kegiatan piosyandu dan mengerjakan tugas tugas lain yang diberikan oleh atasan mereka (PLKB dan petugas puskesmas) ini timbul oleh rasa tanggung jawab dan komitmen mereka yang besar. Untuk itulah diperlukan perhatian yang lebih besar dari BKKBN dan depeartemen kesehatan baik dalam bentuk pencitraan kondisi kerja yang tidak bersifak hirarkis (dimana kader lebih dianggap sebagia mitra kerja yang setara ) , pemberian pelatihan, penyegaran, pemberian bantuan modal atau dana, pendidikan dan sebagainya