Agroindustri padi merupakan industri yang menggiling padi menjadi beras dan produk samping
berupa merang dan dedak. Keberadaan agroindustri padi di Kecamatan Sumbang menggantikan tempat
penumbukkan padi rumah tangga petani yang kurang praktis dan efisien. Metode penelitian yang
digunakan adalah survei dengan sasaran penelitian pengusaha agroindustri padi dan petani yang
memanfaatkan agroindustri tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan SeptemberâOktober 2011
dengan rancangan pengambilan sampel âSimple Random Samplingâ. Hasil penelitian menunjukkan (1)
kemampuan rata -rata agroindustri padi menggiling padi menjadi beras adalah 64 ton gabah kering giling
per bulan atau 41,2 ton beras per bulan, jumlah produk beras yang dihasilkan di Kecamatan Sumbang
1.030 ton beras per bulan. Sementara itu, produk samping yang dihasilkan dalam bentuk sekam adalah
17.280 ton per bulan, dan dedak adalah 5.120 ton per bulan. Jumlah penghasilan agroindustri adalah Rp.
7.353.127,00 per bulan; (2) Jumlah tenaga kerja yang diserap agroindustri padi rata-rata sebesar 100
HOK per bulan dengan nilai pendapatan tenaga kerja sebesar Rp. 3.186.800,00 per bulan; (3) Nilai
tambah agroindustri sebesar 79,20%, sedangkan nilai tambah yang diterima oleh tenaga kerja langsung
sebesar 0,01%; dan (4) Pendapatan petani yang memanfaatkan agroindustri padi sebesar Rp.
9.111.140,00 per bulan.