Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

EFEKTIVITAS PERTUMBUHAN DYSOXYLUM MOLLISSIMUM BLUME PADA TINGKAT PANCANG DI LAHAN KONDISI TERBUKA DAN TERNAUNGI Efratenta Katherina Depari; P.B.A. Nugroho; Saprinurdin -
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.528 KB) | DOI: 10.20527/jht.v9i1.10484

Abstract

Kayu Bawang (Dysoxylum mollissimum Blume) has long been used for carpentry and furniture. However, the cultivation of this plant has not been done well. The purpose of this research was to determine the effectiveness of Kayu bawang growth to sapling stage in open and shaded conditions. Planting Kayu bawang as object of the research has been executed since March 24, 2016 on open and shaded condition. The observed variables included diameter, height and leaf chlorophyll of the plant. The measurements were made up to 2-year-old plants.  The effectiveness of Kayu bawang growth in open and shaded conditions was tested using the t-test. The results showed that the diameter of Kayu bawang in open condition was 8.91±1.87 cm and in shaded conditions was 5.42±1.67 cm. The height of Kayu bawang in open conditions was 433±70 cm and in shaded condition was 283±100 cm. The chlorophyll of Kayu bawang in open condition was 57.6±5.3 and in shaded condition was 53.8±4.0. Statistical analysis for the three variables showed that the growth of Kayu bawang at the sapling stage in open conditions was more effective than in shaded conditions.
PERTUMBUHAN AWAL KAYU BAWANG (Dysoxylum mollissimum Blume) DENGAN SISTEM POLIKULTUR KELAPA DAN POLIKULTUR KELAPA SAWIT Early Growth of Kayu Bawang (Dysoxylum mollissimum Blume) in Polyculture System with Coconut and Oil Palm Efratenta Katherina Depari; P.B.A. Nugroho; Yansen Yansen; Saprinurdin Saprinurdin
Jurnal Hutan Tropis Vol 5, No 3 (2017): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 5 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v5i3.4786

Abstract

Kayu bawang (Dysoxylum mollissimum Blume) adalah tanaman penghasil kayu yang paling dominan digunakan untuk memenuhi kebutuhan kayu pertukangan dan furnitur di Bengkulu. Umumnya di Bengkulu, kayu bawang telah ditanam dengan sistem polikultur dengan tanaman pertanian. Namun, evaluasi pertumbuhan awal dari kayu bawang dengan sistem polikultur kelapa dan polikultur kelapa sawit belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah  mendapatkan persentase hidup dari tanaman kayu bawang dan perbandingan pertumbuhan awal antara bibit kayu bawang umur 4 dan 6 bulan dengan sistem polikultur kelapa dan polikultur kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Riak Siabun I, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Persentase hidup dan persentase tanaman normal dari tanaman kayu bawang disajikan secara deskriptif. Data pertumbuhan awal diameter dan tinggi tanaman kayu bawang pada ke dua sistem polikultur menggunakan analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kayu bawang yang ditanam dari bibit umur 4 dan 6 bulan dengan sistem polikultur kelapa memiliki presentase hidup dan persentase tanaman normal yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem polikultur kelapa sawit. Persentase hidup dan jumlah tanaman normal dari bibit kayu bawang umur 6 bulan lebih tinggi dibandingkan dengan bibit dari umur 4 bulan pada kedua sistem polikultur. Terdapat perbedaan pertumbuhan awal diameter dan tinggi kayu bawang pada satu tahun setelah tanam antara sistem polikultur kelapa dan polikultur kelapa sawit. Pertumbuhan awal diameter dan tinggi kayu bawang dengan sistem polikultur kelapa lebih baik daripada polikultur kelapa sawit.Kata kunci: pertumbuhan; kayu bawang; sistem polikultur; kelapa; kelapa sawitKayu bawang (Dysoxylum mollssimum Blume) is the most commonly used for construction wood and furniture in Bengkulu. In Bengkulu Kayu bawang is frequently planted in a polyculture system with other agricultural crops. The evaluation of kayu bawang early growth planted in polyculture system with coconut and oil palm has never been done so far. The objectives of this study were to investigate the survival rate and growth of 4 and 6 month old seedlings of kayu bawang in polyculture system with coconut and with oil palm. The study was conducted at Riak Siabun I village in Seluma Regency, Bengkulu Province. The survival rate of kayu bawang from both polyculture systems was presented and analysed. Diameter and height of seedlings were analysed and compared using t-test. The result showed that 4 and 6 month old seedlings of kayu bawang in polyculture with coconut had higher survival rate and were healthier than those in polyculture with oil palm. Six month-old seedlings of kayu bawang had higher survival rate and were healthier than the 4 month old seedlings. In conclusion, after one year of planting, kayu bawang planted in polyculture system with coconut had better growth than that in polyculture system with oil palm.