Peningkatan permintaan sepeda motor harus diimbangi dengan penambahan layanan seperti bengkel. Kegiatan bengkel juga menghasilkan limbah berupa bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah B3 jika tidak dikelola dengan benar dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah menghitung timbulan limbah B3, mengetahui karakteristiknya, serta untuk mengetahui pengelolaan LB3 oleh bengkel kendaraan roda dua. Metode penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa pendekatan kualitatif deskriptif. Limbah yang berasal bengkel yaitu limbah oli bekas, kemasan oli atau pelumas bekas, limbah aki, dan kain majun bekas. Rata-rata timbulan oli bekas yang dihasilkan bengkel dalam seminggu adalah 9.6 liter/hari. Pengelolaan limbah B3 yang dilakukan oleh bengkel adalah penyimpanan dan pemanfaatan oli bekas.