Daryono Soebagyo
Faculty of Economics, Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A Yani Tromol Post 1 Pabelan, Kartasura, Surakarta, Jawa Tengah 57102, Indonesia Phone: +62-271-717417

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Action Research Literate (ARL)

Analisis Determinan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2000-2021 Kania Azzahra, Akalili Ayu; Soebagyo, Daryono
Action Research Literate Vol. 8 No. 3 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i3.279

Abstract

Riset ini bertujuan guna mengetahui pengaruh dari utang luar negeri, penanaman modal asing, tingkat suku bunga, serta nilai tukar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada periode 2000-2021. Data yang digunakan pada riset ini ialah time series menggunakan model alat analisis regresi berganda dengan pendekatan Partial Adjustment Model (PAM). Hasil yang diperoleh pada riset ini ialah variabel utang luar negeri berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Variabel penanaman modal asing berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada periode 2000-2021. Sedangkan untuk variabel tingkat suku bunga dan nilai tukar tidak memperoleh hasil yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada periode 2000-2021
Analisis Pengaruh Desentralisasi Fiskal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2017-2021 Nugraha, Adhitya Rachma; Soebagyo, Daryono
Action Research Literate Vol. 8 No. 3 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i3.287

Abstract

Peran pemerintah dalam mengatur strategi guna mendorong proses pertumbuhan ekonomi sangatlah penting, salah satu strategi yang digunakan pemerintah di Indonesia yakni dengan desentralisasi fiscal. Pemerintah memberikan kewenangan pemerintah daerah dalam menangani urusan daerahnya sendiri yang tertuang dalam peraturan desentralisasi fiskal. Penelitian ini memperhatikan dampak dana bagi hasil, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan menggunakan alat analisis regresi data panel. Berdasarkan hasil analisis regresi data panel di Indonesia selama periode 2017-2021 menunjukkan bahwa dana bagi hasil, dana alokasi umum mempungai pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara dana alokasi khusus memiliki pengaruh negative dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi
Analisis Dampak Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal Terhadap Inflasi di Indonesia Tahun 2001-2021 Pamujiningrum, Virginia Galuh; Soebagyo, Daryono
Action Research Literate Vol. 8 No. 3 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i3.298

Abstract

Inflasi merupakan kondisi saat harga barang-barang mengalami penaikan atau penurunan yang tidak wajar dan terjadi secara terus menerus selama periode tertentu yang berimbas pada perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau variabel apa saja yang mempengaruhi inflasi di Indonesia pada tahun 2001-2021. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan data sekunder. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi time series dengan estimasi parameter model menggunakan uji asumsi klasik, uji kebaikan model, dan uji validitas pengaruh. Dalam obeservasi ini menemukan variabel suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi di Indonesi pada periode 2001-2021 sedangkan variabel lain dalam model ini yaitu jumlah uang beredar, nilai tukar dan defisit anggar tidak memiliki pengaruh terhadap inflasi di Indonesia tahun 2001-2021. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah harus bisa mengatur kebijakan mengenai tingkat suku bunga karena akan berdampak terhadap perekonomian rakyat. Berdasarkan kesimpulan dari penelitian ini hasil analisis regresi menemukan bahwa di Indonesia selama periode 2001-2021 memperlihatkan bahwa suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi. Sedangkan variabel lain dalam model yakni jumlah uang beredar, nilai tukar, dan deficit anggaran tidak memiliki pengaruh terhadap inflasi di Indonesia selama periode 2001-2021.