Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah: (1) prestasi belajar matematika menggunakan model Classroom Meeting dikombinasikan Make A Match lebih baik daripada model Jigsaw, (2) prestasi belajar matematika menggunakan model Classroom Meeting dikombinasikan Make A Match lebih baik daripada model Ekspositori, (3) prestasi belajar matematika menggunakan model Jigsaw lebih baik daripada model Ekspositori. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental research. Berdasarkan uji hipotesis dengan anlisis variansi satu jalan dengan sel sama dapat disimpulkan bahwa (1) prestasi belajar matematika menggunakan model Classroom Meeting dikombinasikan Make A Match tidak lebih baik daripada model Jigsaw, (2) prestasi belajar matematika menggunakan model Classroom Meeting dikombinasikan Make A Match lebih baik daripada model Ekspositori, (3) prestasi belajar matematika menggunakan model Jigsaw tidak lebih baik daripada model Ekspositori. Kata kunci: Classroom Meeting dikombinasikan Make A Match, Jigsaw, prestasi