Hartutiningsih M Siregar
Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor - LIPI Jl. Ir. H. Juanda 13, Bogor 16003

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BERITA BIOLOGI

EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK DAN PUPUK N PADA PERTUMBUHAN BIBIT EBONI (Diospyros celebica Bakh.) Siregar, Hartutiningsih M; Utami, Ning Wikan
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.995 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1495

Abstract

Eboni (Diospyros celebica Bakh.) merupakan tanaman keras dan termasuk jenis kayu mewah yang tumbuh alami di Sulawesi.Masalah yang dihadapi adalah pertumbuhan bibit yang lamban sehingga diperlukan percobaan tentang media pertumbuhan bibit yang sesuai. Bahan yang digunakan adalah bibit eboni berumur 6 bulan dengan pertumbuhan seragam.Percobaan I: Bibit ditanam pada polybag berkapasitas 5 kg yang masing-masing berisi campuran media tanam yakni A (tanah); B (tanah:kompos = 1:1); C (tanah:pupuk kandang = 1:1); D (tanah:kompos:pupuk kandang = 1:1:1); E (tanah:kompos:pupuk kandang = 2:1:1) dan F (tanah:kompos:pupuk kandang = 4:1:1).Percobaan II. Bibit ditanam pada polybag berkapasitas 5 kg tanah, dan dilakukan penambahan pupuk N yaitu urea dan ZA masing-masing 1,2, 3,4 dan 5 %rlpolybag. Pupuk diberikan dengan interval 2 minggu (2 kali pemupukan) dan 4 minggu (satu kali pemupukan).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Percobaan I, bibit yang diperlakukan dengan media tanam berisi tanah:pupuk kandang = 1:1(C) memberikan hasil yang paling baik. Enam bulan setelah perlakuan, rata-rata tinggi tanaman 32,80 cm, jumlah daun 25 dan diameter batang 4,10 cm, sedangkan pada bibit yang tidak mengalami perlakuan (Percobaan I.A) hasilnya masing-masing adalah 22,60 cm, 19 dan 3,3 cm. Percobaan II, pemberian pupuk interval 2 minggu lebih baik daripada 4 minggu. Bibit lebih responsif terhadap pupuk urea. Perlakuan urea 3 gc/polybag memberikan hasil tertinggi yaitu tinggi tanaman mencapai 31,58 cm, jumlah daun 27 dan diameter batang 4,20 cm.
MORFOLOGI SEMAI BEBERAPA JENIS PALEM HIAS SEEDLING MORPHOLOGY OF SOME ORNAMENTAL PALMS Utami, Ning Wikan; Siregar, Hartutiningsih M
BERITA BIOLOGI Vol 4, No 4 (1998)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v4i4.1273

Abstract

The results of 18 palms species studied showed that there were three species (Livistona chinensis (Jack) R.Br.ex Mart,Thrinax sp.and Sabal meeacarpg Small) which their cotyledone growth under ground level (group I), their first leaf did not cleave, these had two types of germination i.e. remote tubular (L. chinensis and Thrinax sp.)and remote ligular (S. meeacarpa).Thirthteen species (Heterosphate elata Scheff, Archonthophoenic alexandrae Wendl.& Drude, Areca triandra Roxb., Bentinckia nicobarica (Kurz.) Becc, Chrvsalidocarpus sp., C. lutescens H. Wendl.,Cvrtostachvs eleeans Burret, C.renda Blume, Drvmoploeus pachvcladus H.E.Moore, Neodypsis decarvi Jumelle,Oenocarpus panamanus L.H.Bailey, Pthvchosperma eleeans (R.Br.) Blume and Pritchardia pacifica Seem. & H.Wendl.) produce their cotyledone near ground level (group H), their first leaf cleft into two parts except on the species O. panamanus cleft into four parts, all of these species had adjacent ligular type of germination. There was large variability on the germination.The range of first germination was 12105 days after sowing, last germination was in the range of 78-212 days and the germinationpersentage was 1.3-94.0%.