Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : POROS TEKNIK

PENGAMATAN UNSUR GEOKIMIA BATUAN ULTRAMAFIK DI DAERAH PERTAMBANGAN PT. BINTANG DELAPAN MINERAL Supit, Jance Murdjani; Asy’ari, Muhammad Amril
POROS TEKNIK Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research is dealing with weathering and geochemistry behavior of ultramafic rock element. This study consists of field work and laboratory analysis The aim of research is to understand the grade of weathering, and geochemistry behavior of element during weathering in Bahodopi, Morowali Regency, Central sulawesi. Red limonite, yellow limo-nite, and saprolite are the weathering product of ultramafic rock (peridotite). Weathering index calculation indicates the weatering grade increasing with the depth decreasing (from 12 metres to 0 metre or from bedrock to red limonite). The mass balance calculati-on indicates the addition of Ni grade increases up to 315% (10.054 kg/m3), Fe = 286% (180.765 kg/m3), Co = 243% (986kg/m3), Al = 340% (8,923 kg/m3), Cr = 144% (1,303 kg/m3), whereas Mg grade decrease up to 99% (158kg/m3), Si also has 99% (188 kg/m3).
KARAKTERISTIK ENDAPAN EMAS OROGENIK SEBAGAI SUMBER EMAS PLACER DI DAERAH WUMBUBANGKA, BOMBANA, SULAWESI TENGGARA -, Fadlin; Asy’ari, Muhammad Amril
POROS TEKNIK Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penemuan endapan emas placer di Sungai Tahi Ite, Bombana (Harian Kompas, 18 Sep-tember 2008) cukup unik, karena di Indonesia tidak umum cebakan emas ditemukan pa-da batuan metamorf. Endapan ini diduga merupakan endapan emas orogenik karena daerah tersebut dikontrol oleh struktur yang sangat kuat dengan batuan samping berupa metamorf. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami zona-zona ubahan, serta lebih lan-jut mengenai mineralisasi dan karakteristik endapan emas orogenik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan permukaan dan penggabungan hasil analisa petro-grafi, mineragrafi, XRD, AAS (fire assay) serta inklusi fluida. Terdapat 4 (empat) tipe alte-rasi di lokasi penelitian yaitu (1) silisifikasi, (2) argilik (clay± silica), (3) klorit-karbonat dan (4) karbonisasi. Dari hasil AAS (fire assay) nilai emas tertinggi diperlihatkan pada sampel WB-02-C1 :2,52 ppm, WB-02-C2 : 1,06 ppm, WB-03: 0,94 ppm dan WB-04 : 1,31 ppm. Terdapat 3 generasi urat yang ada di lokasi penelitian di mana generasi pertama adalah urat yang sejajar foliasi, urat tipe ini terbentuk pada temperatur yaitu 221,9 oC. dengan nilai salinitas yaitu 7,17 wt,%NaCl ekuivalen. Sedangkan urat generasi kedua adalah urat kuarsa yang memotong foliasi, memiliki kandungan mineral sulfida yang cukup dominan serta memiliki kadar emas yang cukup potensi dibandingkan dengan urat generasi perta-ma, urat ini terbentuk pada temperatur 188,4 oC dengan salinitas antara 3,87 wt,%NaCl ekuivalen. Urat generasi ke tiga yaitu urat kalsit-kuarsa, merupakan fase akhir dari en-dapan emas orogenik yang ada di lokasi penelitian, terbentuk pada temperatur 138,2 oC. dan salinitas 1,91 wt.%NaCl ekuivalen. Urat kuarsa tersebut memiliki karakterisistik yang khas secara fisik yaitu masif, kadang kadang tersegmentasi dan sigmoidal. Endapan emas orogenik pada daerah penelitian ini berada pada zona transisi antara epizonal – mesozonal pada kedalaman kurang lebih 5-6 kilometer pada fasies green schist.