Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran TSTS lebih baik daripada prestasi belajar siswa yang menggunkan model pembelajaran ST. Metode penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu (quasi experimental design). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan uji hipotesis dengan uji-t didapat thitung sebesar 1,095 dan ttabel sebesar 1,670 dengan taraf signifikansi 0,05, sehingga thitung < ttabel yang menyebabkan H0 diterima. Dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika menggunakan model pembelajaran TSTS hasilnya tidak lebih baik daripada dengan model pembelajaran ST pada siswa kelas VII SMP N 38 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015.