Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

PENGARUH SILIKA DAN PERSENTASE SUBSTITUSI BIOURINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KAILAN (BRASSICA OLERACEA L.) SECARA HIDROPONIK Novia Rahmawati; Endang Dwi Purbajanti; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.7114

Abstract

Kailan merupakan tanaman sayuran dengan nilai ekonomi tinggi karena permintaan kailan meningkat dan memiliki kandungan gizi tinggi. Silika merupakan unsur hara yang diserap tanaman yang menyebabkan penebalan dinding sel batang. Biourine sapi merupakan pupuk organik cair yang meningkatkan kemampuan tanaman untuk menyerap unsur hara. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengobatan silika cair dan proporsi substitusi biourine sapi terhadap pertumbuhan dan produksi air secara hidroponik. Penelitian dilakukan di rumah kaca dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Universitas Diponegoro pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Penelitian faktorial 4 x 5 dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 ulangan.Faktor pertama adalah konsentrasi silika cair, S0 = 0 ml, S1 = 0,6 ml, S2 = 1,2 ml dan S3 = 1,8 ml. Faktor kedua adalah proporsi substitusi POC biourine sapi, B1 = 0%, B2 = 25%, B3 = 50%, B4 = 75% dan B5 = 100%. Hasil menunjukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering berangkasan, berat konsumsi, berat kering akar memiliki pengaruh terhadap perlakuan silika cair, biourine sapi dan interaksi silika cair dengan biourin sapi. Parameter klorofil hanya memiliki pengaruh nyata terhadap perlakuan silika cair dan biourine sapi. Berikan 0 ml silika cair dan 0% substitusi biourine sapi memberikan hasil terbaik di seluruh parameter.Hasil berdasarkan penelitian dapat menjamin bahwa silika tidak berperan penting dalam pertumbuhan kailan dan biourine sapi tidak dapat menyediakan peran AB Mix pada hidroponik.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK KOMODITAS SAYURAN DI KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN Indra Nur Arifin; Susilo Budiyanto; Endang Dwi Purbajanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7893

Abstract

Kecamatan Getasan berada pada wilayah pegunungan dengan tingkat bahaya erosi yang tinggi. Sistem budidaya tanaman sayuran di Kecamatan Getasan masih menerapkan pola-pola tradisional, tanpa menerapkan kaedah konservasi tanah yang akan menyebabkan terjadinya erosi dan berdampak pada penurunan kualitas lahan serta penurunan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan untuk tanaman sayuran, faktor yang mempengaruhinya, dan cara pengelolaan tanaman sayuran untuk meningkatkan kualitas lahan dan produksi tanaman sayuran di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel tanah di 10 satuan peta lahan yang sebelumnya telah di overlay berdasarkan peta jenis tanah, kelerengan, dan penggunaan lahan. Pengujian sampel tanah berupa retensi hara, sedangkan data temperatur, curah hujan, dan kemiringan lereng diperoleh dari data sekunder. Data-data tersebut kemudian di input kedalam aplikasi Sistem Penilaian Kesesuaian Lahan (SPKL). Hasil evaluasi lahan ditampilkan dalam bentuk peta menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian ini menghasilkan kesesuaian lahan aktual dan kesesuaian lahan potensial. Kesesuaian lahan aktual komoditas bawang merah, bawang putih, cabai besar adalah kelas N, sedangkan kubis, kentang dan terung masuk kelas S3. Kesesuaian lahan potensial komoditas kubis, kentang dan terung dapat ditingkatkan dari sesuai marginal (S3) menjadi cukup sesuai (S2). Faktor-faktor pembatas yang dapat diperbaiki yaitu nilai pH yang rendah dapat diperbaiki dengan penambahan kapur, untuk drainase dapat diperbaiki dengan pembuatan selokan/saluran air, dan penambahan bahan organik, untuk kemiringan lereng perbaikannya dengan terasering, tanaman penutup, penanaman searah kontur sedangkan curah hujan dapat ditanggulangi dengan cara pembuatan parit/saluran air.