Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Papua: Surga Industri Kreatif Berbasis Budaya (Studi Kasus Industri Kreatif Noken, Lukisan Ludah Pinang Dan Papeda) Efa Rubawati Syaifuddin; Saiful Umam
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami keberadaan budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai industri kreatif. Papua kaya akan industri kreatif yang berbasis budaya, dalam tulisan ini difokuskan kepada noken, lukisan ludah pinang dan papeda. Ketiganya kini mulai dikembangkan baik secara personal, organisasi maupun Pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena mengenai industri kreatif Noken, Ludah Pinang dan Papeda. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi pustaka, data yang dihasilkan direduksi, selanjutnya data disajikan dan dilakukan penarikan kesimpulan. Noken, lukisan ludah pinang dan Papeda adalah sebagian dari bentuk industri kreatif berbasis budaya di Papua. Masih banyak produk budaya lain yang belum dioptimalkan dengan baik. Dengan dibuatnya produk budaya menjadi industri kreatif, meskipun ada beberapa hal yang harus disesuaikan dengan pasar dan perkembangan, namun hakikatnya tidak menghilangkan esensi dasar dari budaya itu sendiri. Budaya Papua harus dijaga dan dilestarikan, salah satunya dengan mengenalkan budaya tersebut kepada generasi muda. 
Penerimaan Penonton Terhadap Representasi Identitas Budaya Papua Pada Film “Imperfect the Series Season 2” Efa Rubawati Syaifuddin
Jurnal Media dan Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/medkom.v3i2.43328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan penonton terhadap representasi identitas budaya Papua dalam Film imperfect the series season 2. Metode analisis resepsi khalayak dengan teori Encoding dan Decoding Stuart Hall digunakan dalam penelitian ini untuk melihat penonton yang aktif mempersepsi pesan dan memproduksi makna. Penelitian ini dilakukan di Kota dan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya dengan wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dari sepuluh informan, empat informan berada pada posisi dominan hegemonik, yang memaknai film imperfect the series season 2 sebagai hiburan serta mampu merepresentasikan budaya Papua. Tiga informan berada pada posisi negosiasi, memaknai bahwa film imperfect the series season 2 satu sisi sesuai dengan identitas budaya Papua, namun sisi lain, ada beberapa hal yang juga harus diperbaiki agar tidak menimbulkan bias bagi masyarakat di luar Papua. Sementara tiga informan lainnya berada pada posisi menolak, menganggap bahwa film imperfect the series season 2 tidak merepresentasikan identitas budaya Papua, membuat konstruksi terhadap budaya Papua yang menyebabkan persepsi buruk mengenai Papua. Kata kunci : Budaya, Papua, Penerimaan, Penonton, Representasi.
Papua: Surga Industri Kreatif Berbasis Budaya (Studi Kasus Industri Kreatif Noken, Lukisan Ludah Pinang Dan Papeda) Efa Rubawati Syaifuddin; Saiful Umam
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami keberadaan budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai industri kreatif. Papua kaya akan industri kreatif yang berbasis budaya, dalam tulisan ini difokuskan kepada noken, lukisan ludah pinang dan papeda. Ketiganya kini mulai dikembangkan baik secara personal, organisasi maupun Pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena mengenai industri kreatif Noken, Ludah Pinang dan Papeda. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi pustaka, data yang dihasilkan direduksi, selanjutnya data disajikan dan dilakukan penarikan kesimpulan. Noken, lukisan ludah pinang dan Papeda adalah sebagian dari bentuk industri kreatif berbasis budaya di Papua. Masih banyak produk budaya lain yang belum dioptimalkan dengan baik. Dengan dibuatnya produk budaya menjadi industri kreatif, meskipun ada beberapa hal yang harus disesuaikan dengan pasar dan perkembangan, namun hakikatnya tidak menghilangkan esensi dasar dari budaya itu sendiri. Budaya Papua harus dijaga dan dilestarikan, salah satunya dengan mengenalkan budaya tersebut kepada generasi muda. 
Difusi Inovasi Program Bus Suroboyo pada Masyarakat Efa Rubawati Syaifuddin
Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi Vol. 2 No. 3 (2022): November: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juitik.v2i3.429

Abstract

This study aims to see the diffusion of innovations carried out by the Surabaya City Government in the field of transportation through the Suroboyo Bus. The Suroboyo Bus innovation elicited various community responses as adopters which then grouped people according to their level of adoption. This qualitative descriptive research with case studies uses interviews and observation as data collection techniques. The results of this study found that there had been a diffusion of innovations carried out by the Surabaya City Government which made social media the main communication channel and mass media a supporting channel, so that the Suroboyo Bus innovation could be accepted by the people of Surabaya. The response of the religious community in responding to this innovation, some were very enthusiastic, some did not know about it until there were community groups who rejected the Suroboyo Bus innovation. This is influenced by several factors in the social system, one of which is the economy.
Analisis Minat Penggunaan Aplikasi PLN Mobile Pada Generasi Milenial: Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Syariah dan Dakwah IAIN Sorong Efa Rubawati Syaifuddin; Muhammad Husen; Rahmawati Sukma Lestari
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Februari: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v2i1.931

Abstract

PT PLN (Persero) has developed and adopted a digital application platform which aims to make things easier for the public through the synergy of PLN services to customers through digital-based applications. This research aims to find out how much influence or positive impact is provided by BUMN through the PLN mobile application to the community, especially the millennial generation. This research explains the usability level of the PLN mobile application through a quantitative approach using descriptive analysis. Obtained data Using systematic random sampling data collection techniques from 100 respondents and 60% of respondents who knew the PLN Mobile application, the results showed that KPI and Economics study program students were the ones who knew the most about the PLN Mobile application and 40 people (40%) answered " don't know about the PLN mobile application.
Persepsi Generasi Milenial Kota Sorong terhadap Isu Politisasi Agama di Media Sosial Syaifuddin, Efa Rubawati
Jurnal Media dan Komunikasi Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Media dan Komunikasi (MEDKOM) No 1 Volume 5 2024
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/medkom.v5i1.64325

Abstract

Studi ilmiah ini menginvestigasi persepsi generasi milenial di Kota Sorong terhadap isu politisasi agama di media sosial pada pemilu 2024. Metode survei dengan teori new media digunakan dalam penelitian ini untuk melihat dampak dari politisasi agama di media sosial terhadap kemampuan para generasi milenial dalam memilih dan memilah informasi terkait pemilu 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survey yang melibatkan generasi milenial yang berdomisili di Kota Sorong,, Papua Barat Daya . Hasil penelitian ini menemukan bahwa generasi tersebut terpapar informasi beragam dari media sosial, tak terkecuali informasi mengenai pemilu 2024. Para politisi menggunakan isu politisasi agama di media sosial untuk mencari simpati dan suara, terutama generasi milenial yang menjadi pemilih terbanyak pada tahun 2024. Namun ditengah gempuran isu politisasi agama pada pemilu 2024, generasi milenial di Kota Sorong mampu melakukan penyaringan informasi tersebut di media sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa literasi digital telah menjadi penangkal paparan negative tersebut,. Adapun kemampuan tersebut berasalah dari keaktifan sebagaian besar responden mengikuti berbagai pelatihan literasi digital yang dilakukan oleh komunitas atau kampus peduli literasi. Kata Kunci: Generasi Milenial, Literasi Digital, Media Sosial, Politisasi Agama
STRATEGI DAKWAH BERDASARKAN KESIAPAN MENTAL DAN SPIRITUAL MAD’U Syaifuddin, Efa Rubawati; Ashari, Ashari; Rahayu, Masita Indah; Aulianita, Aulianita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah yang efektif berdasarkan kesiapan mental dan spiritual mad'u. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa kondisi mental dan spiritual mad'u sangat mempengaruhi penerimaan terhadap pesan dakwah. Mad'u yang memiliki stabilitas mental dan keterlibatan spiritual yang baik lebih terbuka terhadap dakwah, sementara mereka yang mengalami tekanan psikologis atau memiliki keterlibatan agama yang rendah cenderung menolak atau tidak peduli. Hasil penelitian ini juga menunjukkan pentingnya pendekatan dakwah yang personal dan empatik, di mana da'i yang memiliki kecerdasan emosional lebih mampu menyesuaikan metode dakwah dengan kondisi mad'u. Penelitian ini menawarkan solusi berupa pengembangan strategi dakwah yang mempertimbangkan kesiapan mental dan spiritual mad'u, dengan menekankan pada pendekatan yang empatik dan edukatif. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan pemahaman psikologi mad'u dan pengembangan kecerdasan emosional da'i untuk meningkatkan efektivitas dakwah. Temuan ini memperkuat teori kesiapan belajar, hierarki kebutuhan Maslow, dan kecerdasan emosional dalam konteks dakwah.
Problematika Literasi Digital Bagi Pemilih Pemula Pada Pilkada 2024 di Kota Sorong Syaifuddin, Efa Rubawati; Ahriani, Andi; Kahinah, Dwi Iin; Masseni; Abdullah; A’mal Jadid
Jurnal Komunikasi Profesional Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jkp.v9i1.11714

Abstract

This research examined the digital literacy challenges faced by first-time voters in the 2024 Regional Elections in Sorong City, Southwest Papua. The audience reception analysis method, based on Stuart Hall's Encoding and Decoding theory, was employed to examine the impact of social media on the political information preferences of first-time voters (Generation Z). Furthermore, the study also analyzed the digital literacy challenges faced by Generation Z in the 2024 Regional Elections in Sorong City. Data were collected using observation, interviews, and Focus Group Discussions (FGDs). The study found that Generation Z, who are first-time voters, preferred social media as the source of political information in the 2024 Regional Elections in Sorong City. Instagram and TikTok were the most frequently accessed by Generation Z to obtain information about gubernatorial and mayoral candidates. However, the political participation of first-time voters was still influenced by other factors, such as parents. The digital literacy challenges experienced by first-time voters in Sorong City in the 2024 Regional Elections were promoted by a decline in reading interest, reading long texts, and the preference to use social media as the primary source of political information. Furthermore, the lack of outreach from election organizers, particularly on social media, which is widely accessed by Generation Z, has prevented these first-time voters from fully understanding their role in the 2024 regional elections. The massive exposure to information on social media and the controversies between the candidates have led to a decline in political participation among first-time voters in the 2024 regional elections in Sorong City.