Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Higiene dan Sanitasi Ibu dalam Pencegahan Stunting Lingkungan Sukatani 1 Kelurahan Bela Rakyat Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat Khodijah Tussolihin Dalimunthe; Mutiara Nauli; Tina Meirindany; Elvira Hayati; Dewi Shara Dalimunthe
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i1.423

Abstract

Higiene dan sanitasi lingkungan mempunyai peran penting dalam masalah stunting. Langkah pencegahan stunting dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti akses air bersih, berhenti buang air besar sembarangan, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan limbah cair dan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Higiene buruk dapat menyebabkan batita terserang penyakit diare yang nantinya dapat menyebabkan anak kehilangan zat-zat gizi yang penting bagi pertumbuhan. Sanitasi yang buruk seperti buang air besar sembarangan bisa berdampak luas terhadap kesehatan, status gizi, dan ekonomi bangsa. Upaya yang dilaksanakan pemerintah dalam mencegah terjadinya stunting adalah bertujuan agar anak-anak indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal disertai dengan kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. Penyuluhan yang diberikan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu hamil dan mempunyai batita lingkungan Sukatani 1 Kelurahan Bela Rakyat Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat tentang “Higiene dan Sanitasi Ibu dalam Pencegahan Stunting”. Masyarakat dikumpulkan di Mesjid Al-Fattah yang dilaksnakan pada hari Kamis tanggal 13 Oktober 2022.  Outcome yang diharapkan dengan kegiatan tersebut adalah masyarakat mengetahui tentang pentingnya penerapan higiene dan sanitasi dalam rumah tangga agar dapat mencegah kejadian stunting.
Analisis resiko kesehatan lingkungan pencemaran timbal (Pb) pada hasil laut yang beredar di pasar Sambu Medan Tina Meirindany; Khodijah Tussolihin Dalimunthe
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 4 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i4.279

Abstract

Plumbum (Pb) is a heavy metal that damages and pollutes the environment. The presence of these heavy metal damages and pollutes the environment. The presence of these heavy metals changes marine biota's life and threatens human health through contaminated food chains. The results of measuring lead (Pb) levels in anchovies and squid circulating in the Sambu Market in Medan exceed the 2009 SNI threshold. This study aims to estimate the exposure to lead (Pb) of those who eat anchovies and squid in the Sambu Market with Desktop Risk Analysis of Environmental Health. The research results show that the risk magnitude (RQ) of exposure to Plumbum (Pb) in people who consume anchovies and squid is RQ>1. Based on risk management, the safe consumption rate is at least 0.06 grams per day for adults with a body mass of 55 kg. Risk management is also carried out by managing sources of reciprocal pollutants (Pb) by controlling the amount of industrial waste that may be discharged into waters, which requires direct supervision from the local Environmental Service.