Khoirul Saleh dan Rianto, Khoirul Saleh
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRADISI MENGEMIS: PERGULATAN ANTARA EKONOMI DAN AGAMA (Studi Perilaku Mengemis Masyarakat di Demak) dan Rianto, Khoirul Saleh
JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : JURNAL PENELITIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractTHE TRADITION OF BEGGING: STRIFE BETWEEN ECONOMICS AND RELIGION (THE STUDY OF SOCIETY BEGGING BEHAVIOR IN DEMAK). This paper is the result of a research about the begging behavior which has been done by the villagers of village Asinan, Demak. Perpetrators of begging or known by the term “wama-wama” generally were affected by economic and religious motifs. This economic motivation deals with how to earn money easily, spend few modal as well as capital gain. While religious motivations related to the perception of the perpetrators who believe that what they do is part of the rituals of the religion. In terms of the mode and form of behavior “wama-wama” varies, as accompany a mosque dome in a process, using city kamal, bring proposals and envelope models. But in general that is widely used is a proposal model. The mode is bringing a proposal of mosque and boarding school building. They deposit an amount of money that has been determined by the organizers, while the rest was the right of the offender. Keywords: Behavior of Begging, Religion, Economics. AbstrakTulisan ini merupakan hasil penelitian tentang perilaku mengemis yang dilakukan masyarakat Desa Asinan Demak. Pelaku mengemis atau yang dikenal dengan istilah “wama-wama” secara umum dilatarbelakangi oleh motif ekonomi dan keagamaan. Motivasi ekonomi ini berkaitan dengan cara memperoleh uang dengan mudah, memakai modal yang sedikit, serta bisa memperoleh keuntungan yang besar. Adapun motivasi keagamaan berkaitan dengan persepsi para pelaku yang berkeyakinan bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari syiar agama. Dari segi modus dan bentuk perilaku, “wama-wama” ini bervariasi, seperti mengarak kubah masjid, memakai kotak amal, membawa proposal, dan model amplop. Namun, secara umum yang banyak digunakan adalah model proposal. Modusnya adalah membawa proposal pembangunan masjd dan pondok pesantren. Mereka menyetorkan sejumlah uang yang telah ditentukan panitia, sedangkan sisanya adalah hak dari pelaku. Kata Kunci: Perilaku Mengemis, Agama, Ekonomi.