IZZAH ULYA QADAM, IZZAH ULYA
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KUALITAS PENDIDIKAN BERBASIS FILSAFAT ILMU QADAM, IZZAH ULYA
JURNAL PENELITIAN Vol 9, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : JURNAL PENELITIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 AbstractEDUCATION QUALITY BASED ON SCIENCE PHILOSOPHY. The paradigm of science and religiousintegrityas strengthening the quality of education is a response to the dichotomy of religion and general science. Answering this question can only be solved with the wisdomapproachis not only a mans ability to think critically, systematic, and radical, but also based on the purity of soul that is based on the divine light. The concept of al-hikmah al-mutaaliyyah (highest wisdom) has raised philosophy to have the highest position since having foundation and clear objectives at once.Through philosophy approach that is neutral and proportional to bridge and simultaneously reconcile these two domains (science and religion).Science and religion are not something separate and not something that one is above the other.The view that religion is higher than science is the influence of the concept about science and religiondichotomy.Science is considered as the creation of human beings that has a relative truth which has a lower position than the religion as Gods creation that has the absolute truth.Keyword: Education Quality, integrity, Religious Studies AbstrakParadigma integrasi ilmu dan agama sebagai penguatan kualitas pendidikan merupakan respon terhadap dikotomi keilmuan agama dan umum. Menjawab persoalan ini hanya dapat dipecahkan dengan pendekatan hikmah (kebijaksanaan) bukan hanya kemampuan manusia berfikir kritis, sistematis, dan radikal saja, namun juga didasari oleh kebersihan jiwa yang didasari cahaya illahi. Konsep al-hikmah al-muta’aliyyah (hikmah tertinggi) telah mengangkat filsafat memiliki posisi tertinggi karena dimilikinya dasar pijakan sekaligus tujuan yang jelas. Melalui pendekatan filsafatlah yang secara netral dan proposional dapat menjembatani sekaligus mempertemukan dua domain ini (ilmu dan agama). Integrasi antara ilmu dan agama. Ilmu dan agama bukan sesuatu yang terpisah dan bukan pula sesuatu yang satu berada diatas yang lain. Pandangan bahwa agama lebih tinggi dari ilmu adalah pengaruh dari konsep tentang dikotomi ilmu dan agama. Ilmu dianggap sebagai ciptaan manusia yang memiliki kebenaran relatif yang oleh karenanya memiliki posisi lebih rendah dibanding agama sebagai ciptaan Tuhan yang memiliki kebenaran absolut.  Kata Kunci: Kualitas Pendidikan, Integrasi, Ilmu agama