Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL SALAKA

REPRESENTASI ETOS KERJA ORANG SUNDA DALAM UNGKAPAN DAN FOLKLOR SUNDA Yuyus Rustandi; Langgeng Prima Anggradinata
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.852 KB) | DOI: 10.33751/jsalaka.v1i1.1146

Abstract

ABSTRAK Etos kerja orang Sunda direpresentasikan dalam ungkapan atau kosakata bahasa Sunda yang digunakan sehari-hari. Selain itu, folklor Sunda juga merepresentasikan etos kerja orang Sunda, misalnya cerita si Kabayan. Tulisan ini menganalisis representasi etos kerja orang Sunda dalam ungkapan dan folklor Sunda. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ungkapan yang kerap dituturkan oleh orang Sunda menunjukkan bahwa ungkapan-ungkapan yang dituturkan orang Sunda menunjukkan ekspresi kemalasan, misalnya ungkapan atau kosakata kumaha isuk, hoream, wanci pecat sawed, dll. Folklor si Kabayan merepresentasikan pula etos orang Sunda. Cerita itu menampilkan kembali dua tipe orang Sunda: (1) orang yang bekerja keras dan (2) orang yang malas. Cerita bermakna bahwa orang Sunda seharusnya bersikap sewajarnya; orang Sunda tidak boleh memiliki sifat malas dan ambisi yang tinggi karena keduanya sama-sama merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dari ungkapan dan folklor tersebut terlihat representasi identitas dan dinamika orang Sunda dalam hal etos kerja. Kata kunci: etos kerja, orang Sunda, ungkapan, folklor, si Kabayan. 
Representasi citra perempuan dalam novel Memoar Seorang Dokter Perempuan karya Nawal El Saadawi Langgeng Prima Anggradinata
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.643 KB) | DOI: 10.33751/jsalaka.v4i2.7486

Abstract

Wacana perempuan telah hadir dalam karya sastra, termasuk karya sastra Arab. Beberapa karya sastra Arab (yang dikarang oleh laki-laki) merepresentasikan represi yang dialami perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis novel Memoar Seorang Dokter Perempuan karya Nawal El Saadawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Wacana femininitas dari Simone de Beauvoir dan representasi dari Stuart Hall digunakan untuk menganalisis novel ini. Hasilnya, novel Memoar Seorang Dokter Perempuan karya Nawal El Saadawi telah melawan nilai-nilai tradisional yang diberikan kepada perempuan (Arab). Novel ini telah mengkritisi kehidupan perempuan yang direpresi, disubordinasi, dan dihegemoni dari masa kecil hingga dewasa. Novel ini juga telah merepresentasikan pembentukan stereotipe perempuan oleh lingkungan sosialnya. Selain itu, Nawal El Saadawi merekonstruksi citra perempuan dalam masyarakat Arab yang patriarkat. Novel ini mencitrakan perempuan (Arab) sebagai perempuan yang bereksistensi, berpikir kritis, dan berdaya.
MODEL KAJIAN SASTRA BANDINGAN BERPERSPEKTIF LINTAS BUDAYA (STUDI KASUS PENELITIAN SASTRA DI ASIA TENGGARA) Langgeng Prima Anggradinata
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 2, No 2 (2020): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.618 KB) | DOI: 10.33751/jsalaka.v2i2.2486

Abstract

Kajian sastra bandingan pernah menjadi kajian yang sangat berkembang dan memberi sumbangsih pada ilmu pengetahuan sastra. Namun, kini, kajian sastra bandingan berkurang peminat karena para peneliti lebih memilih metode, konsep, atau teori yang lebih mutakhir. Artikel ini bertujuan membahas metode kajian sastra bandingandan menemukan model kajian sastra bandingan, khususnya di Asia Tenggara. Artikel ini menggunakan metode kajian pustaka dengan membandingkan penelitian sastra bandingan yang telah dilakukan di Asia Tenggara. Artikel ini meninjau metode kajian sastra bandingan yang dilakukan oleh peneliti di Asia Tenggara. Hasilnya, kajian sastra bandingan cukup berkembangan jika diperkaya metode, konsep, perspektif, dan teori baru, misalnya kajian lintas budaya, teori-teori kritis, dll. Dalam menggunakan kajian sastra bandingan, pengkaji  dapat mencari persamaan satu karya sastra dengan karya sastra lain. Kemudian, pengkaji  dapat melihat perbedaan kedua karya sastra itu. Pada tahap terakhir, pengkaji  dapat menganalisis kedua karya sastra itu dengan pendekatan, konsep, atau teori tertentu, misalnya pendekatan lintas budaya. Kata kunci: Asia Tenggara; lintas budaya; sastra bandingan.  
MATERIALISME DALAM CERITA PENDEK “TITIN PULANG DARI SAUDI” KARYA RADHAR PANCA DAHANA Waluyo, Prapto; Rustandi, Yuyus; Anggradinata, Langgeng Prima
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v6i1.10067

Abstract

Materialisme menjadi salah satu aliran filsafat yang masih relevan hingga saat ini, khususnya pada era globalisasi. Artikel ini bertujuan menganalisis representasi materialism dalam cerpen “Titin Pulang dari Saudi” karya Radhar Panca Dahana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pedekatan yang digunakan adalah pendekatan materialisme dengan paradigma criticism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materialisme direpresentasikan pada tokoh-tokoh pada cerpen ini. Titin sebagai tokoh utama terjebak dalam arus meterialisme dan konsumerisme. Eksistensi Titin bergantung pada materi yang dimilikinya. Kesimpulannya, cerpen “Titin Pulang dari Saudi” karya Radhar Panca Dahana menunjukkan bahwa materialisme dan konsumerisme masih melekat dalam masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kelas bawah. Materi menjadi penanda eksistensi seseorang.
INDONESIAN LANGUAGE LEARNING FOR NON-NATIVE SPEAKERS THROUGH ONLINE MUSIC AND LEARNER ASSESSMENT Defina, Defina; Anggradinata, Langgeng Prima
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v7i1.12713

Abstract

COVID-19 has led to BIPA learning being conducted online via the Zoom platform. To prevent BIPA learners still in their respective countries from becoming bored with their lessons, providing song material is necessary. The purpose of this study is to describe the implementation of BIPA learning through music media, students' assessment of the impact of songs in BIPA learning, and students' brief statements about the song material. This research is a descriptive qualitative study involving questionnaires given to 12 BIPA KNB IPB 2021/2022 students. The results indicate that students agree to include song material in BIPA levels 2 and 3, with various genres at least once a week, to boost motivation, reduce tension, and make learning more enjoyable. Songs can help train listening and pronunciation skills, improve mastery of vocabulary, grammar, and word meanings, and provide insight into Indonesian culture. The recommended number of songs is two per meeting. The implication of this research is that song material can be integrated into BIPA lessons, but no more than two songs should be used.