Gojek merupakan perusahaan teknologi jasa transportasi yang juga menawarkan berbagai layanan kepada penggunanya, salah satunya adalah Gopay, sebuah layanan pembayaran digital. Pada 20 Juli 2020, Gojek memperkenalkan layanan Gopay, melalui iklan di media sosial, sebagai dompet elektronik pertama yang dapat digunakan sebagai metode pembayaran untuk semua game dan aplikasi di Google Play, bahkan dapat digunakan untuk YouTube Premium dan langganan YouTube musik. Iklan Gopay dikemas dengan metode storytelling dan didukung dengan format CGI yang mampu menarik perhatian masyarakat. Penelitian ini menganalisis interpretasi konsumen terhadap iklan Gopay dengan menggunakan Teori Perilaku Terencana. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan mewawancarai mahasiswa FISIP UNS, mengamati kondisi di lapangan, dan mendokumentasikan sumber informasi lain. Berdasarkan hasil hasil yang dilakukan, Iklan Cyberpunk Gopay menghasilkan interpretasi yang berbeda bagi responden yang berbeda. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku persepsian.