Sektor teknologi di Indonesia berkembang pesat dan menjadi pendorong utama transformasi ekonomi digital nasional,namun masih diwarnai oleh praktik fraud dalam laporan keuangan yang dapat merugikan berbagai pihak dan menurunkan kepercayaan investor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lima elemen fraud pentagon pressure, opportunity, rationalization, competence, dan arrogance terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024, baik secara simultan maupun parsial. Dengan menggunakan metode kuantitatif melalui regresi logistik dan analisis statistik deskriptif terhadap data sekunder laporan keuangan tahunan dari 30 perusahaan selama lima tahun (150 observasi), penelitian ini menemukan bahwa secara simultan, seluruh elemen fraud pentagon berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan, namun secara parsial hanya opportunity dan arrogance yang signifikan. Temuan ini menyoroti pentingnya karakteristik industri dan tingkat arogansi pimpinan dalammendorong terjadinya fraud, serta memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu akuntansi dan menjadi referensi bagi praktisi maupun investor dalam menilai integritas laporan keuangan, dengan saran agar penelitian selanjutnya menambah variabel guna memperkaya analisis.Kata kunci: fraud pentagon, kecurangan laporan keuangan, perusahaan sektor teknolog