ABSTRAKVaksinasi COVID-19 saat ini menjadi fokus upaya pencegahan penularan COVID-19 di berbagai negara termasukIndonesia. Kesuksesan dari upaya vaksinasi akan tergantung pada tingkat penerimaan masyarakat terhadap upayavaksinasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerimaan masyarakat terhadap vaksin boosterCOVID-19 di Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung. Desain penelitian cross-sectional dengan populasimasyarakat Kecamatan Kuta Selatan. Besar sampel 150 orang didapat dengan teknik voluntary sampling. Datadikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square.Penerimaan vaksinasi booster COVID-19 sebesar 96% sudah divaksin dan 4% belum divaksin namun akanmenerima vaksinasi. Sebagian besar penerimaan vaksinasi booster COVID-19 didasari atas dorongan diri sendiri/sukarela sebesar 64,58%. Tingkat pendidikan perguruan tinggi (OR= 1,98, 95% CI 0,93-4,21; p=0,007) berhubungandengan penerimaan vaksin booster COVID-19. Kesimpulan: Penerimaan vaksinasi booster COVID-19 sebesar 96%sudah divaksin dan 4% belum divaksin namun akan menerima vaksinasi. Sebagian besar penerimaan vaksinasibooster COVID-19 didasari atas dorongan diri sendiri/ sukarela sebesar 64,58%. Tingkat pendidikan perguruantinggi (OR= 1,98, 95% CI 0,93-4,21; p=0,007) berhubungan dengan penerimaan vaksin booster COVID-19. Perlunyapengoptimalan vaksinasi booster COVID-19 melalui penyebaran informasi terkait efek samping dari vaksin boosterCOVID-19 serta informasi terkait akses vaksinasi.Kata kunci: COVID-19, penerimaan vaksin, Badung