Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : KABILAH : Journal of Social Community

Tobacco and Smoking Culture Perspektive Islamic Law Masykurotus Syarifah
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 1 No. 2 (2016): (Desember)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.111 KB)

Abstract

Abstrak:Awal abad kesebelas, atau sekitar empat ratus tahun yang lalu, sejak saat itu sampai sekarang hukum non intensif dibahas oleh para ulama di berbagai negara. Perbedaan pendapat di antara mereka mengenai hukum rokok-pun tidak dapat dihindari, dengan demikian mengakhiri kontroversi. keragaman yang pendapat dalam bentuk fatwa dan selama ini memiliki banyak dimodifikasi. Beberapa dari mereka mengatakan diperbolehkan atau diizinkan, sebagian mengatakan makruh, sementara yang lain lebih cenderung mengatakan haram. Tidak sedikit di negeri ini, hukum berbicara rokok mencuat dan memanas lagi. Pendapat yang bermunculan selama ini tidak jauh berbeda dengan apa yang telah terjadi, yang masih menjadi kontroversi. Kata kunci: Tembakau, budaya, hukum Islam Abstract:As from the beginning of the eleventh century AH, or about four hundred years ago, since then until now the law of non intensively discussed by the scholars in the country various, both collectively and individually. Differences of opinion between them regarding cigarete law can not be avoided, thus ending the controversy. That diversity of opinions in the form of fatwas and during this time has a lot modified. Some of them say permissible/allowed, in part say makruh, while others are more likely to say unclean. Not least in this country, the law talks cigarettes sticking out and heated up again. Opinions are popping up as long as this is not much different to what had happened, that remains a matter of controversy. Keywords: Tobacco, culture, Islamic law
Problematika Pendidikan Islam; Antara Determinisme Historis dan Realisme Praktis Masykurotus Syarifah
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 2 (2017): (Desember)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.197 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i2.3139

Abstract

Abstrak: Pendidikan Islam sampai sekarang dapat dikatakan masih berada dalam posisi problematik antara 'determinisme historis' dan 'realisme praktis'. Di satu sisi, pendidikan Islam belum sepenuhnya keluar dari cita-cita kemuliaan masa lalu hegemoni tentang pemikiran dan peradaban Islam; Sementara di sisi lain, juga 'dipaksa' menerima tuntutan masa kini, terutama yang datang dari Barat, dengan orientasi yang sangat praktis. Perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa basis yang digunakan adalah peradaban pembebasan pemberdayaan. Dasar dari reformasi ini adalah pendidikan dengan konsep keagamaan, demokrasi, toleransi, berbasis hukum, egaliter, menjunjung tinggi martabat manusia, berbasis budaya, berbasis global, anti kekerasan, dan berbasis antikorupsi. Sistem pendidikan Islam di masa kini dan masa yang akan datang perlu dipikirkan dan dibicarakan sebab-sebab permasalahannya, antara lain: Pertama, bahwa penyelenggaraan pendidikan Islam secara formal/ informal belum sesuai dengan pengertian pendidikan Islam itu sendiri; Kedua, bahwa sistem dan metode itu masih dalam lingkaran pendakalan (proses de islamisasi). Kata kunci: Pendidikan, Islam, historis, Realisme Praktis Abstract: Islamic education until now may be said to still be in a problematic position between 'historical determinism' and 'practical realism'. On the one hand Islamic education has not been entirely out of the ideals of the hegomonic past glories of Islamic thought and civilization; while on the other hand, it is also 'forced' to accept the demands of the present, especially those coming from the West, with a very practical orientation. 2) The renewal of Islamic education in Indonesia, it can be concluded that the basis used is empowerment-liberating civilization. The basis of this reform is education with religious foundations, democracy, tolerance building, law-based, egalitarian stance, uphold human dignity, cultural-based diversity, global-based, anti-violence, and anti-corruption-based. 3) Islamic education system in the present and the future should be considered and discussed the causes of the problem, among others: First, that the implementation of Islamic education in a formal / informal not in accordance with the understanding of Islamic education itself; Second, that the systems and methods are still in the circle of delinquency (de Islamization process). Keywords: Education, Islam, historical, realism Practical
Pengelolaan Administrasi Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Nur Jamal; Masykurotus Syarifah
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 3 No. 2 (2018): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.593 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v3i2.3410

Abstract

Abstrak Seringkali pengelolaan administrasi pendidikan masih dikesampingkan dalam peningkatan mutu pendidikan. Masih banyaknya lembaga pendidikan yang kurang memperhatikan terhadap pengelolaan administrasi. Hal ini menjadikan lembaga pendidikan kemudian seperti mobil yang dikendalikan tanpa adanya aturan dan tujuan yang pasti. Sudah seharusnya difahami bahwa salah satu aspek yang urgen untuk dilakukan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan adalah adanya pengelolaan administrasi yang bagus baik untuk tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif dan efektif dalam peningkatan kualitas lembaga pendidikan. Pengelolaan administrasi yang baik merupakan salah satu rangkaian dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Pembinaan dan pengembangan kemampuan profesional tenaga pendidik maupun kependidikan yang dilaksanakan secara bermutu melalui peningkatan adminstrasi pendidikan yang baik akan dapat meningkatkan kualitas lembaga pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan salah satunya sangatlah tergantung pada pengelolaan administrasi pendidikan. Kata Kunci: Pengelolaan Administrasi, Peningkatan mutu Pendidikan Abstract Often the management of education administration is still ruled out in improving the quality of education. There are still many educational institutions that pay less attention to administrative management. This makes later educational institutions like cars that are controlled without any definite rules and objectives. It should be understood that one of the urgent aspects to be carried out in order to improve the quality of education is good administrative management for both educators and education staff. This increase in capacity will have a positive and effective impact on improving the quality of educational institutions. Good administrative management is one of a series in efforts to improve the quality of education. The fostering and development of the professional abilities of educators and education staff carried out in a quality manner through improved education in good education will improve the quality of educational institutions. Therefore, improving the quality of education is very dependent on the management of educational administration. Keywords: Administrative Management, Educational Quality Improvement
Metode Waris Perspektif Muhammad Shahrur Serta Upaya Rekonsiliasi dengan ‘Urf Masykurotus Syarifah; Ach.Maulana Elbe; Rusdi Rusdi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v6i1.4767

Abstract

Dalam hukum kewarisan ulama fiqh sudah menjelaskannya secara rinci dengan berpedoman kepada al-Qur’an dan al-Hadits lalu menetapkannya sebagai hukum absolut yang tidak bisa diotak-atik lagi. Sedangkan menurut Muhammad Syahrur hukum kewarisan Islam yang bersumber dari ayat-ayat al-Qur’an adalah ketetapan hudud (batasan-batasan) yang ditetapkan oleh Allah agar manusia bisa berijtihad sesuai keadaannya masing-masing dalam batasan-batasan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan normatif yaitu melakukan analisis-literatur terkait dengan objek penelitian dengan menekankan kepada kebenaran dan keadilan suatu argumentasi yang dijadikan landasan hukum. Penulisan skripsi ini bersifat deskriptif-analitik, yaitu data-data yang ada disusun, digambarkan dan dijelaskan secara rinci lalu dianalisis. Metode analisis penelitian ini adalah Qualitative Content Analysis yang digunakan untuk menemukan dan menganalisis teks atau dokumen untuk memahami makna, signifikansi dan relevansi teks atau dokumen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, prioritas utama dalam waris menurut Muhammad Syahrur adalah wasiat, baik itu kepada ahli waris atau bukan dan melebihi sepertiga atau tidak. Hukum waris menurut Syahrur dipakai hanya ketika ahli waris terdiri dari dua jenis (laki-laki dan perempuan), apabila hanya sejenis maka harta waris dibagi sama rata Kedua, dalam upaya rekonsiliasi waris Muhammad Syahrur dengan ‘urf maka harus menyakini bahwa waris Muhammad Syahrur hanya sekedar salah satu metode dalam pembagian waris, bukan hukum baru dalam kewarisan Islam. Lalu menerapkan syarat-syarat yang berlaku dalam waris ‘urfi seperti persetujuan ahli waris dalam wasiat.