Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ZOO INDONESIA

HABITAT DAN PERBEDAAN UKURAN TUBUH BURUNG KERAKBASI BESAR (Acrocephalus orientalis) PADA AWAL DAN AKHIR MASA MIGRASI DI INDONESIA Haryoko, Tri; Solihin, Dedy Duryadi; Prawiradilaga, Dewi Malia
ZOO INDONESIA Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.427 KB)

Abstract

Acrocephalus  orientalis termasuk burung migran pengunjung  di Indonesia, yang berbiak di Asia Timur yaitu Siberia Selatan, Mongolia, Cina, Korea dan  Jepang. Penelitian dilakukan di Danau Tempe (Sulawesi Selatan) dan Tanjung Burung (Tangerang, Banten) pada bulan Oktober- Desember 2008 dan Mei-Juli 2009. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menggambarkan tipe  habitat yang digunakan Acrocephalus orientalis 2) menjelaskan perbedaan  ukuran tubuh pada awal dan akhir masa migrasi di Indonesia.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Tempe dan Tanjung Burung merupakan wilayah di Indonesia yang menjadi  tempat singgah dan tujuan migrasi. Selama waktu penelitian sebanyak 256 ekor  burung Acrocephalus orientalis yang berkunjung pada kedua daerah tersebut berhasil ditangkap dan dilepaskan kembali. Jumlah burung yang tertangkap pada awal musim migrasi adalah 152 ekor dan pada akhir migrasi 104 ekor. Hasil Analysis of Variance (ANOVA) dengan SPSS 16.0 terhadap ukuran tubuh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata (P<0.05)  antara burung pada awal dan akhir masa migrasi terhadap berat badan, panjang tarsus, panjang ekor, panjang total dan rentang sayap
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI BUNGURAN UTARA, PULAU BUNGURAN, KABUPATEN NATUNA Haryoko, Tri
ZOO INDONESIA Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.044 KB)

Abstract

Penelitian keanekaragaman jenis burung di Bunguran Utara, Pulau Bunguran, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau dilaksanakan pada bulan Agustus 2011. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan data keanekaragaman jenis burung, sehingga bermanfaat untuk mengevalua-si dan menilai potensi jenis-jenis burung yang ada di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan survei garis transek dan penangkapan dengan jaring kabut (mistnet). Jenis burung yang teridentifi-kasi sebanyak 487 ekor dari 50 jenis, terdiri dari 27 famili dan 10 ordo. Hasil analisis menunjukkan indeks keanekaragaman (H’)=2,621, indeks kesamarataan (J’)= 0,670 dan kekayaan jenis indeks Margalef (DMg) = 7,918. Berdasarkan kurva pertemuan jenis terlihat bahwa peningkatan waktu pengamatan menyebabkan peningkatan jumlah jenis burung yang teramati. 
Variasi Ciri Morfometrik Burung Bondol di Indonesia Roslinawati, Evelin; Prihatini, Wahyu; Haryoko, Tri
ZOO INDONESIA Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.135 KB)

Abstract

Burung bondol mempunyai persebaran luas antara Afrika dan Asia sampai bagian utara Melanesia dan Australia. Burung ini mendiami daerah rerumputan, persawahan, padang rumput,semak, pinggir hutan dan hutan.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi variasi morfometrik antar spesiesburung bondol (Lonchura) di Indonesia. Sembilan spesies dari Genus Lonchura digunakan pada penelitian ini, yaitu L. punctulata, L.leucogastroides, L. striata, L. fuscans, L.molucca, L. ma-lacca,L. ferruginosa, L.maja, dan L. teerinki. Metode penelitian dimulai dengan pengambilan sampel secara acak ber-dasarkan wilayah asal sampel, pengukuran karakter morfologi serta analisis data menggunakan prosedur Analisis Kom-ponen Utama (Minitab 14). Hasil penelitian menunjukkan dimorfisme ciri jenis kelamin pada karakter panjang kepala, panjang ekor, panjang jari tengah, panjang total tubuh, dan panjang sayap yang lebih besar pada burung jantan dibanding-kan betina. Burung L. leucogastroides dan L. maja memiliki variasi morfometrik intra spesies berdasarkan asal lokasi, sedangkan pada spesies endemik L. fuscans (Kalimantan), L. ferruginosa (Jawa), dan L. teerinki (Papua) terdapat variasi morfometrik antar spesies yang signifikan.