Tampubolon, Ricky Bryan D. P.
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Humaniora, Universitas Bunda Mulia, Tangerang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Pengaruh Good Corporate Governance dan Asimetri Informasi terhadap Kinerja Keuangan (Studi Kasus pada Perbankan di Indonesia) Ricky Bryan D. P. Tampubolon; Daravino Prameswari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.171 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i4.6663

Abstract

Topik dari penelitian ini sangat penting untuk dibahas terutama di masa pandemic seperti sekarang. Alasannya adalah perusahaan memerlukan corporate governance yang baik untuk tetap dapat bertahan. Good corporate governance mensyaratkan perusahaan untuk memiliki Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, dan Komite Pemantau Risiko untuk memimpin perusahaan. Akan tetapi, meskipun sudah memiliki corporate governance yang baik, tetap saja ada potensi untuk terjadi asimetri informasi antar organ perusahaan. Asimetri informasi tersebut dapat menimbulkan konflik sehingga operasional perusahaan dapat terganggu. Ketika operasional perusahaan terganggu, maka dampaknya akan mengarah kepada kinerja keuangan. Penelitian ini akan menggunakan laporan keuangan perbankan tahun 2016 – 2020 (5 tahun) yang terdaftar di BEI. Penelitian bersifat kuantitatif dan akan dianalisis menggunakan regresi berganda. Variabel independen yang digunakan adalah Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Asimetri Informasi. Variabel dependen untuk penelitian ini adalah kinerja keuangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dewan komisaris, komite audit, komite pemantau risiko, dan asimetri informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Akan tetapi, variabel dewan direksi memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin banyak anggota dewan direksi maka akan semakin menurunkan kinerja keuangan.